Artikel:

Life Begins at Fatty

life begins at fatty Syafrina Siregar
Grasindo,
239 + viii halaman,
2005








oleh Primadona "Tenshi" Angela

Pertama kali saya mendengar judul buku ini, saya ingat, saya mengerutkan kening. Lama. Saya merasa terganggu. Pertama, karena saya menganggap judul ini aneh. Life Begins at Fatty? Saya sampai mengecek salah satu kamus yang saya miliki. Fatty-adj., containing fat or having qualities of fat. Kok rasanya nggak pas. Tapi ya sudahlah. Saya malah jadi teringat salah satu karakter di The Find-Outers (Pasukan Mau Tahu) karya Enid Blyton yang dijuluki Fatty. Apa ada hubungannya?

Setelah saya membaca, ternyata Fatty di Pasukan Mau Tahu itu tidak ada hubungannya dengan Nadia Alifia, tokoh utama di buku ini. Memang Nad itu tergolong oversize, tapi dia bukan tipe yang suka menyamar dan menyelidiki berbagai kejadian misterius seperti yang dilakukan Fatty. (Loh? Malah jadi ngelantur!)

Nadia mungkin adalah sosok yang lekat dengan keseharian pembaca. Ia selalu minder dengan keadaan tubuhnya. Maka Nad adalah tipe yang suka menutup diri, dan suka berasumsi bahwa orang lain pasti akan melihat keadaan fisiknya dulu dan akan mencemoohnya. Tapi saat Nad bertemu dengan cowok bule super keren yang bernama James Gruber, dunia Nad berubah. Ia akhirnya dapat menerima diri apa adanya. Apakah ini berarti ia ada harapan untuk menjalin hubungan dengan Jim?

Buku ini sesuai bagi pembaca kisah yang romantis. Mungkin kejadian di mana Nad dan Jim yang saling berbantahan dan bertengkar pernah kita alami. Terkadang orang memang sulit mengungkapkan apa yang sebenarnya dirasakan, dan malah mengatakan sebaliknya. Ada kalanya juga tanpa sadar kita menyakiti orang-orang yang sebenarnya kita sayangi karena merasa terancam. Lokasi cerita yang berada di Batam dan Singapura merupakan alternatif menarik. Akhir cerita juga manis, walaupun bisa dikatakan mudah ditebak.

Kalaupun ada kelemahan dari buku ini, mungkin dalam hal deskripsi. Walaupun Syafrina Siregar berkali-kali menekankan bahwa Jim Gruber itu ganteng, saya merasa sulit membayangkannya karena deskripsinya kurang mendetail. (Ganteng itu juga kan, relatif!) Judul buku ini menurut saya kurang pas karena tokoh utama, Nad, sama sekali tidak menyinggung-nyinggung soal "Life begins at fatty". Akan tetapi, untuk hiburan, buku ini sempurna sebagai bacaan ringan yang mungkin akan membuat Anda terkikik geli sesekali, cocok sebagai hadiah bagi orang yang Anda sayangi.

Komentar anggota Blogfam:

PiQo - Novelnya lumayan buat dijadiin bacaan ringan, cuma yah ceritanya lumayan gampang ketebak akhirnya..(via blog)

Bunda Raihan - Bukunya enak dibaca, ceritanya ngalir ringan gitu, trus lo bakalan nggak berhenti ampe selesai cerita. Endingnya juga bagus. Too Good too be true deh. Trust me, when you are fat.. you really need someone to trust you. (via blog)

SuSaN - lucu lho, bikin penasaran, ampe nggak berhenti. Menurut gw, kalo ditambah dengan beberapa konflik lagi seru kali. (hehehe, maksudnya biar tambah banyak halamannya). Ditunggu yah mbak, buku selanjutnya. (via forum)

Posted on February 6, 2006 8:00 AM |
 Lainnya: