Menyiasati Anak Sulit Makan
Orang tua, terutama para ibu akan gelisah dan bingung kala menghadapi si kecil yang tiba-tiba emoh makan. Dari mana asupan gizinya kalau si kecil tidak makan? Apakah anak Anda sulit makan juga? Coba simak perbincangan anggota forum Blofam. Siapa tahu dapat memberikan solusi untuk anak Anda.
"Temen-teman semua, saya ada masalah nih. Ponakan saya yg berumur 7 bulan, susah banget makannya. Waktu umur 4 - 5 bulan diberi cream nutricia, tapi sekarang di usia 7 bulan dia susah sekali makannya. Ada yg bisa bantu, bagaimana caranya agar ponakan saya ini mau makan. Atau ada resep makanan yg disukai usia ponakan saya itu? Makasih ya infonya," ujar Linda aka Nicegreen menyampaikan keluhannya di ruang Asih dan Asuh forum Blogfam.
Seperti biasa, para ibu, bapak dan anggota lainnya di Blogfam memang paling kompak dalam hal berbagi pengalaman, apalagi untuk pertanyaan seperti ini. Simak komentar yang ada:
Tanggapan dan sebuah solusi datang dari Freshy: "Anakku juga dulu susah makan. Mmm... sampe sekarang juga susah sih. Waktu itu aku coba semua rasa makanan sampe ada yg dia suka. Dan waktu nemu, aku kasih itu terus deh. Intinya sih, aku gak terlalu maksa dia makan banyak. Soalnya kali aja emang lambungnya kecil jadi asupannya gak usah banyak tp cukup mengenyangkan buat dia. Atau kasih susu aja, menurutku itu juga udah lumayan cukup. Yang penting ada yang masuk dulu ke perutnya."
Variasi makanan lainnya disarankan Ririe : "Sejak 6 bulan saya mulai mengurangi anak memakan bubur instant supaya anak ngga bosen dan nantinya susah beradaptasi dengan makanan lainnya. Saya usahakan membuat bubur beras putih, merah dan kacang ijo sendiri dan memvariasikan makanan tersebut dengan bahan lainnya. Anak harus diperkenalkan dengan berbagai variasi makanan, biar nantinya dia (katanya) ngga jadi picky eater."
Kemudian Mama Naufal memberikan informasi penting: "Pernah dengerin talkshownya dr. Purnamawati di delta mengenai kebiasaan ngasih makan ke anak. Ternyata, apa yang selama ini kita jadikan kebiasaan itu berdampak tidak baik ke anak. Contohnya: waktu ngasih makan tim saring, semua sayur, ikan, nasi dimasak dan dihaluskan (diblender) jadi satu. Akhirnya anak mungkin awal-awal masih mau makan, tapi lama-lama udah ngga mau. Soalnya rasanya ngga enak. Coba aja kalo kita makan gado-gado di blender, pasti ngga mau juga. Nah, jadinya anak trauma makan. Saran si dokter sih coba kasih makan kayak orang gede, maksudnya lauknya dipisah, jadinya anaknya bisa ngerasain rasa-rasa yang beda."
Lain lagi dengan Sweetbaby, anak susah makan, menurutnya tidak perlu dipaksakan: "Anak susah makan? Jangan dipaksa makan.. cuekin aja, he..he.. ntar kalo laper dia makan dengan lahap. Kadang ortu terlalu khawatir, tiap saat dikasih makan.. sementara lambung kapasitasnya khan terbatas. So.. biarin agak lamaan jangan dikasih makan, ntar pas dikasih rakus deh dia. Dulu saya dikasih jadwal makan sama dokter, emang ngga terlalu padat. Ada rentang waktu sekitar setiap 3 jam selang seling antara susu, jus buah atau makanan agak padat. Trus kalo bisa makanannya bervariatif, anak kecil pengen juga ganti2 menu.. he..he.. Dulu anakku waktu susah makan pake sistem gitu lumayan tokcer, sekarang dia rakus lho.. "
Lalu, bagaimana kalau si kecil hanya menyukai satu jenis makanan saja. Misalnya mie instant. Seperti yg dikeluhkan Udung di ruang Asih dan Asuh forum Blogfam dengan topik "Anakku kok doyan mie daripada nasi atau bubur".
"Anak saya berumur 21 bulan kok doyannya mie instan yach? (mie bikinan sendiri tanpa penyedap pabrik kadang mau seh..). Kan mie2 seperti itu utk ukuran anak saya dengan pengawet buat pabrik, kelamaan jelek juga. Alhasilnya, malah stock mie instan nambah (kek beruang menjelang musim dingin). Awalnya seh oke-oke saja, cuman, yaaaa beda bgt kan gizi yg ada dalam mie instan dengan gizi pada makanan sehat utk seusia dia (makanan sehat yang saya lihat di board2 di dinding puskesmas)," kata Udung.
Saran Riri di Kualalumpur: "Gue pernah baca, lupa dimana, tambahkan mie instan buat anak dengan bangsanya bakso, fish ball, telur atau sayur-sayuran kayak sawi atau wortel, sehingga setidaknya ada gizi yang masuk."
Sedangkan Maknyak berbagi info dengan menyiasati cara pengolahan dan kapan waktunya makan mie pada anak-anaknya: "Kalau terpaksaaaaa banget harus ngasih mie instant, suami saya yg bagian nanganin. Yaitu, mie direbus, airnya di buang. Trus diolah sendiri pake bumbu sendiri tambah sayuran banyak. Kalau mie kuah, juga kuah hasil rebusan dibuang. Trus tambah sayuran dan daging sendiri serta telor yg pasti. Dan bilang ke anak-anak, jgn banyak-banyak minum airnya. Dan aturan di rumah saya, gak boleh ada yg makan mie instant kecuali hari minggu."
Sanjaya Ken memberikan alternatif mie lainnya: "Selain mie instan, coba perkenalkan dengan saudara-saudaranya mie (contohnya: spaghetti, fettucini, soba, someng, bihun). Biar menarik, kasih variasi cara memasaknya dan tampilan penyajiannya. Kalo aku sih sering memperkenalkan makanan baru pas kita makan di luar, terus coba masakin dirumah sesuai dengan selera dia."
Selain masukan ataupun informasi dari hasil pengalaman Blogfammers di atas, untuk menyiasati anak yang sulit makan atau anak hanya menyukai satu jenis makanan tertentu, diperlukan juga pendapat dan solusi para pakar yang mengerti bidang ini, misalnya psikolog anak dan pakar gizi. Coba simak tulisan para pakar di Tabloid Nakita Online.
Setiap anak memiliki karakteristik masing-masing. Begitu pula dalam pola makan, tidak semua anak akan memiliki pola makan dan kegemaran yang sama. Dari berbagai saran dan tips diatas, salah satunya mungkin tips yang bisa diterapkan pada anak anda. Semoga ngga jadi susah makan lagi ya.*** (Iwok dan Hirta)
Posted on March 5, 2006 2:48 AM | Permalink
