Misteri Pedang Skinheald, Buku Anak Karya Anak
(Sang Pembuka Segel)
oleh Ambu Dian
Buku 1 dari 3
A Ataka AR
Penerbit Alenia, Juni 2005
xii + 176 hlm
Rp 23.700
Nanti dulu, ini bukan buku fantasi kepunyaan Ambu! Ini buku fantasi kepunyaan Devina...
Hehe, ini memang buku anak karya anak. Kalau Christopher Paolini menulis Eragon saat ia baru berusia 15 tahun (dan Eldest-nya lama sesudahnya) maka Misteri Pedang Skinheald (MPS) ini ditulis Ataka pada saat ia belum berusia 13 tahun! Ia berulang tahun ke 13 bulan Juli kemarin.. Mudah-mudahan Ata tetap rajin menulis, ya..
Sekarang buku anak karya anak memang semakin menjamur. Dan yang menerbitkan cerita sehari-hari, memang sudah banyak. Dari DAR!Mizan aja udah berapa terbitan ’Kecil-kecil Punya Karya’. Tetapi halamannya terbatas, hurufnya besar-besar, ilustrasi juga banyak. Serta ceritanya berkisar pada cerita sehari-hari. Sedangkan buku fantasi memang baru sedikit. Ini adalah satu di antara yang sedikit itu..
Ceritanya fantasi, dan penuh dengan makhluk khas genre fantasi, seperti elf, dwarf, goblin, dan ada juga ghostmorgana. Jalan ceritanya seperti biasa, ada kekacauan, ada perebutan kekuasaan, dan ada musuh yang kekuatannya maha besar dan hanya bisa dihentikan oleh Pedang Skinheald. Tetapi Pedang Skinheald sendiri tersegel, dan hanya orang tertentu yang bisa membuka segelnya. Setelah limapuluhdua tahun segel itu akan dibuka, karena sudah ditemukan orang yang akan membukanya, yaitu orang yang lahir pada 5 Undangoi 35 D.
Apakah itu? Apakah itu tanggal lahir? Kenapa di akhirnya memakai huruf ‘D’ kalau begitu? Bukankah tanggal selalu diakhiri dengan ’R’? Lalu siapakah Robin, si guru sekolah Ayo Menanam Singkong? Dia kan pemilik rumah terbesar di Burton, lalu memangnya kenapa?
Harus diakui ceritanya seru, tetapi cerita masih berbelok-belok ke sana ke mari. Ata masih suka bertele-tele dalam suatu hal, dan bersicepat dalam hal lain. Jadi kadang berjalan di tempat, kadang berlari. Plot utamanya juga masih suka bingung ditebak, sebenarnya ini mau ke mana? Tulisan ini mungkin masih bisa dirapikan lagi. Mungkin dengan bertambahnya umur, Ata akan makin piawai merapikan. Di mana harus memberikan informasi lebih pada pembaca, di mana tidak. Di mana kira-kira pembaca sudah dianggap bisa mencari sendiri dan di mana harus diberi petunjuk.
Dan ada bagian tertentu di mana kita akan merasa ’sudah pernah membacanya’. Karena Ataka memang menyukai JRR Tolkien, JK Rowling, CS Lewis, sehingga memang ada bagian-bagian tertentu yang ‘mirip’. Mudah-mudahan dengan semakin besarnya Ataka, dia harus menciptakan sendiri plot-plot dalam ceritanya. Sehingga orang akan mengatakan: ‘oh, ini seperti bukunya Ataka’ saat dia membaca sesuatu. Hehe, mudah-mudahan aja ya?
Trus, selain dari pembatas buku, buku ini memberikan 8 kartupos dengan gambar chapter picture (gambar yang ada di halaman judul bab). (Kalau saja Harry Potter memberikan kartupos dengan chapter picture *bletak! ambu dikemplang*)
Kabar Ataka terakhir, MPS jilid 2-nya sedang dalam proses edit. Diharapkan terbit akhir Maret ini. Dan, halamannya lebih banyak. MPS 1 waktu diserahkan pada editor, 160 halaman. Sedang MPS-2 ini sekitar 400 halaman. Wah!
Posted on March 5, 2006 2:42 AM | Permalink
