Totto-Chan, Memoir yang Detil dan Menyentuh Hati
Buku ini luar biasa. Menakjubkan. Berisi memoir sang penulis sendiri mengenai masa kecilnya, penuh dengan pelajaran tentang hidup melalui mata seorang anak. Saya yang membaca buku ini sempat terhanyut, kemudian mendesah dan berkata, "Coba kalau saya dulu bersekolah di SD Tomoe!"
Totto-Chan, Gadis Kecil di Tepi Jendela
Tetsuko Kuroyanagi
PT Pantja Simpati, 197 halaman, 1998
SD Tomoe tempat Totto bersekolah bukanlah SD yang biasa. Anak-anak tidak mengenakan seragam. Pelajaran lebih banyak diberikan di alam terbuka. Setiap anak dibebaskan untuk belajar mata pelajaran yang mereka sukai dahulu-yang akan mempermudah guru untuk melihat bakat dan minat si anak. Sungguh SD yang revolusioner.
Buku ini juga sarat akan cinta dan persahabatan. Di sini pembaca akan menemukan betapa sedihnya Totto saat sahabatnya berpulang. Dapat memerhatikan perasaan sayang Totto pada anjing peliharaannya. Betapa senangnya Totto saat Kepala Sekolah benar-benar mau mendengarkannya berbicara nonstop selama beberapa jam. Kekaguman Totto pada ayahnya yang memegang prinsip walau itu berarti Totto akan kelaparan. Suasana SD Tomoe yang aman dan damai, belajar dengan riang di dalam lokomotif kereta api, sungguh membuat saya iri. Tentunya mengasyikkan sekali!
Memoir yang mendetail sekaligus menyentuh ini dapat menggugah pembaca untuk mencermati cara mendidik anak sesuai minat mereka. Namun, sebagaimana layaknya memoir, mungkin ada saatnya pembaca jenuh "dibawa" ke masa lalu oleh Totto. Kuroyanagi dengan cerdasnya berhasil menyelipkan beberapa konflik di masa lalu yang akan menarik minat pembaca. Berkat kepiawaian sang penulis, buku ini sudah dicetak ulang berkali-kali dalam bahasa Indonesia. Bahkan sudah diterbitkan kembali oleh penerbit yang berbeda (GPU).
Membaca Totto-Chan membuat saya tersenyum kemudian menangis. Masa muda memang hanya sekali. Begitu indah sekaligus rapuh. Sungguh, buku inspiratif ini membuat saya berpikir sekaligus merenung. Membuat saya berpikir, andai saja banyak sekolah seperti ini di Indonesia.*** (Primadonna Angela)
Posted on March 5, 2006 2:43 AM | Permalink
