Romantika di Blogosphere
Men Are From Mars, Women Are From Venus. Laki-laki berasal dari planet Mars dan perempuan dari planet Venus, mereka sudah berbeda dari sononya. Ini adalah kenyataan hidup yang sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi. Tapi entah kenapa masih banyak menimbulkan berbagai masalah ketika mereka berada di planet bumi yang konon kabarnya sudah memasuki tahapan paling modern dalam peradaban manusia.
bz!Aktual edisi April ini tidak ingin ikut dalam arus perdebatan itu. Sebaliknya kami ingin menghadirkan sebuah fakta bahwa meskipun perdebatan soal ini juga ikut merambah di dunia blog, namun masih banyak contoh lain yang layak disorot untuk menunjukkan kesejatian perbedaan yang ada, sekaligus menunjukkan bahwa perbedaan bukanlah sebuah masalah bahkan bisa saling melengkapi. Paling tidak itulah kenyataan yang muncul ketika kami 'menculik' 3 mahluk asal 'Mars' dan 1 asal 'Venus' yang beberapa tahun ini menghuni planet blogosphere untuk bicara soal perbedaan dan bagaimana mereka mengambil manfaat dari perbedaan itu. Mungkin bisa jadi pelajaran bagi mahluk bumi..
"Bedeng" dan Media Alternatif
The Bedeng's adalah istilah yang kami ambil dari nama domain bedeng.com, milik pasangan suami istri Riyogarta. Meskipun tinggal di 'bedeng' tapi menurut Riyo nama itu memiliki filosofi yang dalam. Bedeng, katanya, adalah awal dari sebuah bangunan besar. Di bedeng itulah keduanya memiliki ruang masing-masing untuk blogging. Sang suami punya catatan di riyo.bedeng.com, sementara sang istri memiliki tempat corat coret di yuli.bedeng.com.
Kalaupun Anda lupa, ketik saja bedeng.com dan secara bergantian Anda akan dibawa ke masing-masing blog mereka, atau tinggal klik di link masing-masing blog yang membawa ke blog pasangannya.
Awalnya, menurut Yuli, domain itu biasa dipakai suaminya untuk mempraktekkan keahlian dalam web programming. www.situsfoto.net adalah salah satu produk bedeng.com. Demikian juga dengan produk script opensource yang pernah dibuatnya di tahun 2000, serta sebuah plugin buat wordpress. Kebetulan, selain suka mengutak-atik bahasa programming, Riyo juga punya cita-cita menjadi penulis. Yuli juga kebetulan punya minat yang sama. Kesadaran itu pun mendorong keduanya terjun bebas ke dunia blog. Tetapi tentu saja jangan mentang-mentang suami istri, lantas keduanya blogging bersama. Untuk menghargai perbedaan, mereka berdua memutuskan untuk punya blog yang berbeda.
Di lain kesempatan, seorang suami, B.Dwiagus Stepantoro menceritakan justru ia sendiri yang memperkenalkan blog kepada sang isteri, Claudia Octarini Sembiring Cholia, yang akrab dipanggil Clodi. "Waktu masa-masa pedekate saya ke dia, saat awal-awal nge-blog, saya dengan bangganya gembar-gembor ke dia soal blog saya yang baru dan dengan semangatnya selalu cerita ke dia bagaimana asyiknya punya media untuk nulis apa pun yang kita mau tulis. Trus dia ikut-ikutan deh akhirnya," tutur Agus. Ia menambahkan, "Clodi termasuk orang yang suka menulis diari atau semacam jurnal pribadi. Dengan kegiatan nge-blog, saya merasa istri saya jadi punya media yang berbeda selain buku-buku diary, atau buku-buku kecil yang suka dibelinya. Istri saya ini suka sekali beli buku-buku kecil semacam agenda atau notes, tempat dia menulis atau mencatat segala peristiwa yang dialaminya plus tempat mengungkapkan perasaannya. Tapi buku-buku agenda atau notes ini kadang belum selesai habis diisi, sudah beli buku agenda atau notes yang baru. Jadi banyak catatan-catatan harian dia yang tersebar di buku-buku kecil yang dibelinya itu. Dengan nge-blog khan jadinya dia punya media yang beda, tidak tercecer, dan bisa dimodifikasi kalau bosan serta lebih mengasyikkan untuk mempersonalisasikan media ini."
Ungkapan yang sama juga diutarakan oleh Enda Nasution, E-Marketing Manager pada Passion Net Co,Ltd Thailand tentang Blog sang istri Nita Yuanita yang kini sedang menempuh pendidikan doktoralnya di AIT (Asian Institute of Technology) Thailand. "Saya menanggapi dengan baik kegiatan nge-blog istri saya. Mungkin karena saya yang duluan ngeblog dan ngajak istri, sehingga saya jadi bisa lebih mengerti sudut pandang seorang blogger," ujar Enda yang juga punya julukan informal sebagai Bapak Blogger Indonesia ini. "Secara pribadi harapan saya cuma ingin supaya istri saya tahu saya ngapain aja, kalo blogging itu ngapain aja. Dan ternyata istri saya suka, dan juga exist di dunia blog dengan caranya sendiri," tambah ayahanda Gala Andara Nasution ini melalui email ke redaksi bz!.
Berada di "Perairan yang Dangkal"
"Mmm, kagum! Ternyata bakat menulisnya lebih bagus daripada yang saya duga!" komentar Riyo ketika dimintai pendapat tentang blog sang istri. Riyo menilai gaya bahasa istrinya yang suka menulis diary itu jauh lebih bagus. Ia sendiri menilai dirinya termasuk kategori orang yang tidak sabaran dan selalu ingin buru-buru selesai dan mem-publish tulisannya. Sementara Yuli, menurut Riyo, lebih sabar. "Istri saya itu menulisnya agak lama, dilihat-lihat dulu, dipikir-pikir dulu, tambah sana tambah sini, dibuat tampilan tulisannya menjadi menarik dengan memberi warna, gambar dsb, setelah itu baru di publish. Tidak jarang posting istri saya itu diperam dulu baik di otaknya atau di draftnya sebelum di publish," tutur Riyo. Sementara itu blog Riyo di mata Yuli lebih erat berhubungan dengan dunianya yang berbau-bau teknologi dan cenderung kompleks. "Sama persis seperti orangnya.." ujar Yuli.
Agus yang juga memiliki blog Jakartaku dan Pustaka-Cerita ini mengutarakan harapannya pada blog sang istri. "Saya sih mengharapkan kegiatan ngeblognya itu bisa dimanfaatkan untuk mencatat perjalanan pribadi dia. Dengan blog yang dimilikinya, istri saya bisa selalu melihat perjalanan dia sehari-hari dan selalu mencatatnya sehingga mampu mengembangkan kemampuan melihat dirinya sendiri, melihat orang lain, melihat lingkungan sekitarnya dan bagaimana meresponnya. Namun saya juga mengerti keterbatasan blog itu yaitu keterbukaannya ke publik yang besar, bisa menjadi bumerang sendiri. Untuk itu harus hati-hati, jangan sampai blog itu malah sekedar menjadi konsumsi publik yang luas dan hanya ingin show-off kehidupan pribadinya ke orang banyak. Makanya saya selalu menasihati dia untuk tidak terlalu ditel menulis perjalanan hidup pribadinya. Saya cuma menekankan bahwa ada perbedaan yang jelas antara berbagi pengalaman hidup dan mengumbar kehidupan pribadi. Maksud saya dia sebaiknya hanya sekedar berbagi saja tanpa bermaksud mengumbar isi kehidupan pribadinya yang paling dalam." Secara berseloroh Agus mengingatkan sang istri untuk senantiasa berhati-hati dengan dunia internet, seperti samudera yang dalam dan gelap dimana sedapat mungkin dia harus selalu berada di perairan yang dangkal bersama ikan-ikan yang ramah dan menyenangkan.
Posting Pesan Romantis
Sebagai pribadi yang berbeda, baik Enda maupun Agus cenderung untuk mempertahankan blog masing-masing yang sudah eksis dan belum berniat membuat blog bersama pasangannya. "Menurut saya blog itu cerminan individual seseorang, jadi dari contoh dan pengalaman teman-teman yang lain, jarang ada contoh blog bersama yang sukses. Tentu ada pengecualian-pengecualian, dan biasanya blog bersama yang sukses ketika jelas ada identitas yg berbeda ketika masing-masing posting di blog tersebut. Paling cuma di beberapa blog, saya dan Nita sama-sama tercatat sebagai kontributor, tapi belum pernah nge-blog bareng, walau memang blognya ada dalam satu domain," ucap Enda yang turut menghadiri di London akhir tahun silam.
Pendapat serupa dituturkan Agus. "Blog itu sangat pribadi. Menunjukkan dengan jelas pribadi si pemilik, bagaimana dia berpikir, gaya ekspresinya, taste-nya, bahkan sebagian kepribadiannya. Walaupun saya dan Clodi sudah bersatu sebagai suami istri, tetap saja kami itu pribadi yang berbeda, punya gaya nulis sendiri, gaya ekspresi sendiri, dan selera seni beda. Makanya mungkin malah nggak seru kalau digabung," katanya. Agus juga mengisahkan pernah "berantem" dengan sang istri karena selera tampilan blog berbeda. "Tapi nanti kalau kami udah punya anak, mungkin kami bisa buat blog bareng-bareng buat sang anak. Ini lebih seru lagi," ujar calon ayah.
"Hahahaha.., berantem mah nggak pernah. Alhamdulillah!" sambung Riyo. "Kalau marahan gara-gara posting gak lah ya, paling yang ada kita ledek-ledekan kalau ada yang lagi produktif posting, atau saling manas-manasi supaya posting tulisan baru lagi," tulis Yuli di email yang terpisah. Kalaupun ada perdebatan, menurut hasil pengamatan bz! di dalam bedeng mereka, itupun masih nampak sehat-sehat saja. Perdebatan yang 'lumayan seru', misalnya nampak ketika Yuli posting resep Sop Bakso Serat Telur dan mendapatkan 'kritikan' dari sang suami yang meminta supaya masakannya ditambahkan keju. Yuli pun membalas 'memaki' suaminya sebagai jurig keju.
"Kalau Clodi lagi ngambek kadang saya selipin pesan-pesan saya di tulisan blog saya. Misalnya pesan bahwa kalau memaafkan orang (apalagi suaminya) itu perbuatan yang menyenangkan lho. Saya malah pernah bikin puisi buat dia dalam salah satu posting," kisah Agus saat ditanyakan romantika berblog-ria bersama sang istri. Sementara Enda mengungkapkan,"Pada setiap momen anniversary atau ulang tahun, kita suka posting masing-masing tentang hari istimewa itu dan di link kembali."
Tidak ada manusia yang sempurna, dan juga tidak ada hubungan yang mulus-mulus saja. Riyo dan Yuli mungkin saja pernah merasakan masa-masa susah dalam hubungan mereka. Tapi menurut Riyo, blogging membawa banyak manfaat dalam membina keharmonisan rumah tangga mereka. "Yang jelas kami punya tambahan topik lagi untuk ngobrol ataupun diskusi bareng. Blog juga berhasil merebut waktu kami yang biasanya dipergunakan untuk bermain game atau membaca buku." Sementara bagi Yuli, blog bisa juga untuk mempermudah komunikasi. "Maksudnya bisa ada suatu bahasan yang panjang lebar dari Riyo yang kebetulan saya kurang atau belum mengerti dan perlu didiskusikan, maka akan lebih mudah bisa mengetahuinya dulu dari blog kami."
Ah, romantisnya. *** (JaF/Amril)
