Artikel:

Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek Seorang Djenar

bz!bincang Ini buku Djenar ke empat yang saya beli. Tak tahu kenapa saya sangat, maaf, tergila-gila dengan sosok penulis tersebut. Bahasanya sangat lugas, blak-blakan, apa adanya, dan terkadang, sekali lagi maaf, vulgar. Buku ke empat setelah Mereka Bilang Saya Monyet (2003), Waktu Nayla (2003), dan Jangan Main-main (Dengan Kelaminmu) (2004).

Buku ini terdiri dari 115 halaman + vii ini merupakan kumpulan 13 cerpen. Benar-benar cerita pendek, tentang cinta yang juga terkadang sangat singkat, tetapi tetap penuh makna, dan bahkan tak jarang ditutup dengan sebuah kejutan. Seperti dalam Lolongan di Balik Dinding. Pertama saya membaca cerita ini, asumsi saya pasti akan sama dengan kebanyakan orang, sebuah cerita biasa, tentang ketidakbahagiaan seseorang, dan kecemburuannya terhadap kebahagian orang lain, yang belum tentu juga bahagia. Di akhir cerita, Djenar menuliskan tiga kata yang membuyarkan persepsi yang terlanjur terbentuk sejak awal cerita.

Membaca cerita-cerita Djenar, saya seperti melihat kehidupan tanpa kebahagiaan. Kehidupan tanpa kebahagiaan yang hakiki dan tulus. Membaca cerita-cerita Djenar membuat saya berada pada malam yang enggan bergerak, gelap yang tak ingin terusik, dan kelabu yang tak mudah berarak. Tanpa ada semburat fajar yang menerangi atau segaris senja yang memberi cahaya.

Café, prostitusi, kekerasan, tipu, selingkuh, posesif, setia, atau harga diri, adalah sebagian kecil kata-kata yang dapat saya ucap berulang kali bila berusaha, maaf, menterjemahkan buku ini. Setting cerita ataupun dialog tokoh-tokohnya yang terkadang berada pada plot flash back atau penokohan yang tidak lazim, merupakan kekuatan dari buku ini, dan buku Djenar yang lain.

Djenar bisa menjadi perempuan yang dikhianati, mencintai laki-laki yang sudah menjadi milik orang lain, menyayangi perempuan yang telah menjadi milik orang lain, bahkan menjadi, maaf, pengerat laki-laki hidung belang yang tidak pernah puas memenuhi keinginan libidonya. Atau juga Djenar bisa menjadi laki-laki yang tidak bahagia dan berusaha bahagia dengan kebahagian orang lain, yang mungkin saja tidak bahagia. Dan yang pasti, Djenar bisa menjadi siapapun!

Satu hal yang juga menarik di buku ini, terletak pada cover belakangnya, terdapat kalimat yang ditulis dalam sebuah kotak berisi "PERINGATAN PENERBIT : buku ini hanya untuk pembaca dewasa dan terlarang untuk pembaca yang merasa mengerti tentang cinta". Menarik!

Secara pribadi, saya sangat menyukai buku ini. Sebuah refleksi tentang kehidupan dengan bahasa yang apa adanya, tidak dibuat-buat, dan tetap mempertahankan image seorang Djenar.

Bila Djenar membaca tulisan ini, saya berharap, bisa mengenal Djenar lebih jauh, sekaligus mengungkapkan rasa kagum atas hasil karya. Walaupun saya yakin, saya adalah orang kesekian ratus yang mengatakan hal tersebut. Tapi tak apalah, rasa tak bisa ditahan bukan? :D


Atas persetujuan redaksi bz!, saya akan memberikan kuis yang berkaitan dengan buku Djenar.

1. Apakah judul buku Djenar yang dibahas pada rubrik bz!Bincang edisi Mei 2006?
a. Waktu Nayla
b. Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek
c. Mereka Bilang Saya Monyet

2. Berapa buah buku ( novel / kumpulan cerita pendek ) yang telah ditulis Djenar Maesa Ayu?
a. 3
b. 4
c. 5

Tersedia 2 buah buku karya Djenar Maesa Ayu yang akan diberikan kepada 1 orang pemenang yang beruntung. Kirim jawaban Anda ke redaksi@blogfam.com. Pengiriman hadiah untuk wilayah Indonesia saja.

*** mamat

Posted on May 6, 2006 2:07 PM |
 Lainnya: