Artikel:

Men in Blog, Men in Action!

Aktivitas nge-blog tidak melulu didominasi perempuan. Laki-laki pun tak mau kalah. Aktivitas menulis catatan harian online yang ditulis laki-laki memberi warna dan nuansa baru bagi dunia blog di Indonesia.

Survei yang dilakukan oleh Blogfam tahun kemarin dalam rangka evaluasi forum, diperoleh fakta bahwa peserta survei dari blogger laki-laki anggota Blogfam mencapai angka 104 sementara perempuan 130 orang. Ini menunjukkan antuasiasme pria pada aktivitas nge-blog cukup tinggi, walaupun tidak melebihi jumlah blogger perempuan. Edisi kali ini, bz! menampilkan wawancara dengan sejumlah blogger laki-laki untuk menuai tanggapan mereka seputar motivasi, harapan termasuk bentuk aksi mereka lewat blog.


Mengentengkan Beban Benak

bz!aktual "Motivasi membuat blog terlahir dari blog di friendster yang saya mulai sejak akhir tahun 2005. Dalam blog, saya bisa menuliskan semua catatan perjalanan dan pengalaman saya. Namun setelah merasa kurang puas blogging di friendster, maka saya putuskan pindah ke blogspot bulan Januari 2006 dengan bantuan dari seorang adik kelas di SMA 28. Pikiran saya kemudian terbuka untuk mempromosikan kegiatan yang saya ikuti, seperti Bike2Work dan taekwondo," ujar Anandita Ramdhani Widigdya. Lebih lanjut, alumni D-3 Spesialiasi Kebendaharaan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) ini menambahkan, "Motivasi mendasar dalam nge-blog ialah sebagai sarana curahan ide, hati, dan pengalaman serta media informasi bertukar pikiran. Lagipula blog juga bisa melatih kita untuk belajar menulis."

Pada kesempatan lain, Yudhistira yang mengelola situs Solidaritas Kebersamaaan mengungkapkan pendapatnya kepada bz! melalui email. "Blog solidaritas KEBERSAMAAN dibuat sebagai salah satu media komunikasi kampanye dengan para donatur maupun calon donatur terhadap perkembangan kampanye solidaritasKEBERSAMAAN. Media ini juga diharapkan sebagai salah satu bentuk transparansi penyaluran dan informasi kegiatan dari dana yang sudah dipercayakan donatur kepada kami." Lanjut alumni Fakultas Hukum UI ini, "Mereka bisa memantau perkembangan dari hari ke hari mengenai apa saja yang sudah dilakukan, siapa saja yang kita temui dan dari fotonya, bisa dilihat bagaimana hasilnya."

bz!aktual Sementara itu, Kere Kemplu--demikian ia menyebut namanya kepada bz!-- menyebutkan motivasi untuk ngeblog adalah: mengentengkan beban benak dan berbagi (buktinya orang lain boleh baca). Selanjutnya, Kere yang mengaku umurnya masih di bawah 65 tahun ini menyatakan,"Saya resmi ngeblog sejak 2004. Resmi dalam arti saya ingat password buat login, selalu meng-update-nya, dan mengunjungi blog orang lain. Beberapa tahun sebelumnya pernah ngeblog, cuma iseng, sampai saya lupa apa login name dan password-nya."

"Awalnya saya buat blog buat menceritakan pengalaman saya selama kuliah di US. Itu sekitar tahun 2000. Jadi saya termasuk orang Indonesia yg pertama membuat blog. Enda Nasution, yg sering disebut Bapak Blog Indonesia, pernah menulis kalau dia mengetahui tentang blog setelah membaca blog saya," kata Togap Siagian mengisahkan pengalaman pertamanya nge-blog.

"Motivasi saya dalam membuat blog karena saya suka sekali berbagi pengalaman baru sama teman-teman seangkatan terus supaya bisa lebih dalam hal menulis," ujar Silvester Helingew. "Saya mulai menulis blog sekitar awal Januari 2006. Entah kenapa saya merasa dalam hal menulis saya masih merasa banyak kurangnya," imbuh penggemar fotografi dan akrab dipanggil Vester ini. "Selain itu juga karena teman-teman saya banyak yang suka menulis blog. Jadi yah mungkin bisa dibilang juga ikut-ikutan gitu."

Bagi Luigi Mahesa Pralangga, "Motivasi membuat blog, awalnya muncul saat pemberitahuan bahwa saya resmi ditugaskan ke Liberia, Afrika Barat dimana anggapan bahwa kesulitan komunikasi dengan keluarga dan handai taulan di kampung sudah pasti menjadi hal yang nyata dan tantangan yang besar, jadi si Blog lah yang menjadi solusi hemat berbagi kisah dengan mereka, terutama keluarga, hingga mereka maklum dan yakin adanya kalau si kampret nyasar ini keadaannya sehat dan baik selama tugas."

bz!aktual Muh.Aan Mansyur, pengelola kafe buku "Biblioholic" di Makassar mengungkapkan motivasinya menulis blog kepada bz!: "Pertama mengenal blog 4 tahun lalu. Awalnya saya mengakses internet untuk cari bahan skripsi, tetapi malah ketemu blog. Iseng-isenglah saya membuat blog sendiri untuk karya-karya saya (puisi dan cerpen)--maksudnya untuk menjaga agar semua karya saya itu tidak hilang soalnya saya belum punya PC waktu itu," kata Aan yang sudah menulis sejumlah buku antologi puisi serta dalam waktu dekat novel karyanya Perempuan, Rumah Kenangan akan segera terbit.


Lelaki Ngeblog itu Seksi!

"Salut bagi lelaki yang ngeblog," ucap Yudhis menanggapi fenomena blogger lelaki. "Karena mereka," tambah lelaki kelahiran 5 Maret ini, "sudah mau membagi cerita, pengetahuan atau apa saja yang menurut mereka bisa berguna bagi yang membacanya. Bahkan tulisan yang negatif atau aneh-pun saya rasa berguna. Saya rasa dulu jarang seorang laki-laki mau berbagi cerita dengan sesama melalui tulisan. Tapi dengan adanya blog hal ini menjadi memungkinkan dan bahkan tidak memalukan."

"Lho apa anehnya lelaki ngeblog? Setiap orang yang bisa menulis dan menggunakan komputer plus internet kan bisa ngeblog. Bisa jadi sebelum ngeblog sebagian lelaki tak suka menulis catatan harian -- begitu pula saya," sergah Kere Kemplu yang menjuluki blognya Catatan Ringan Angin-Anginan ini. "Kayaknya," lanjut lelaki yang mengaku sebagai opas tua pada sebuah kantor partikelir di Jakarta ini, "beda buku harian dan blog adalah soal keterbukaan. Dalam buku harian, pemiliknya bisa lebih jujur dan tuntas karena yang baca dia sendiri. Dalam blog dia berkecenderungan membatasi diri karena orang lain ikut baca. Itulah sebabnya mereka, pria maupun wanita, yang tak punya kebiasaan berbuku harian bisa ngeblog -- dan bukan sebaliknya."


bz!aktual "Lelaki nge-blog, sebenernya nggak ada masalah. Cuma kalau cowok lalu nulis tentang pengalaman cinta rasanya garing," kata Togap yang berprofesi sebagai Supply Chain Profesional di sebuah perusahaan minyak/gas multinasional ini berseloroh.

Hampir sama dengan Togap, Aan justru menganggap lelaki yang ngeblog itu seksi. "Sejak kecil saya suka menulis catatan harian. Menulis catatan harian (termasuk nge-blog) adalah pekerjaan yang genderless," aku lelaki kelahiran Bone Sulawesi Selatan 14 Januari 1982.

"Mungkin ini adalah anggapan yang typikal buat masyarakat di Indonesia dimana (memang) kebiasaan itu didominasi kalangan wanita, namun di belahan dunia dan bagian negara lainya, adalah seimbang, hanya memang di Indonesia yang kurang memasyrakat," menurut Luigi yang penggemar travelling, Photography, Corresponding, Computer Game.

"Wajar dong kalau lelaki nge-blog," kata Dhani berkilah. "Seperti sebelumnya yang saya ungkapkan bahwa blog itu sebagai sarana curahan ide, hati, dan pengalaman serta media informasi bertukar pikiran. Maka baik perempuan atau lelaki bebas untuk menulis melalui blog. Menurut saya, banyak orang yang menggunakan sarana internet, khususnya blog, sebagai jendela untuk membuka wacana dan pikirannya serta memperoleh tambahan informasi. Sehingga mereka merasa tertarik untuk membuat blog, baik perempuan maupun lelaki. Anggapan diary untuk perempuan juga pernah menggelayuti pikiran saya, akan tetapi sudah mulai berubah sejak semasa kuliah. Ternyata diary bagus untuk melatih kita menulis dan sangat berguna bagi kehidupan kita. Namun saya baru menemukan media yang sesuai setelah menemukan dunia blog," tambah Dhani yang kini menjadi CPNS Departemen Keuangan ini.


Agar Menikmati dan Memahami

Blogger laki-laki yang diwawancarai oleh bz! kali ini juga mengusung misi khusus dalam blog mereka. Dhani misalnya yang mengkampanyekan gerakan bersepeda ke kantor berharap agar pembaca blognya tahu akan eksistensi organisasi Bike2Work di Indonesia, khususnya di Jakarta. "Pembaca blog saya," tambah lelaki yang memiliki hobi taekwondo, blogging, jogging dan bowling ini, "dapat tertarik akan tulisan berbagi pengalaman mengenai bersepeda ke kantor, maupun liburan dan olahraga dengan bersepeda ke gunung atau tempat wisata alam lainnya. Masa kecil kita penuh dengan keriaan bermain sepeda. Alangkah baiknya jika kita memulai lagi melihat ke sepeda lama kita, membersihkannya, membetulkannya dan mengendarainya walaupun hanya untuk ke warung atau kerumah tetangga kita. Dan harapan saya yang paling besar ialah agar pengunjung blog saya tertarik untuk mengendarai sepeda ke kantor. Meninggalkan mobilnya yang menyebabkan polusi, dan meminum BBM yang disubsidi oleh uang rakyat. Marilah memulai hidup sehat, hemat walaupun hanya seminggu sekali bersepeda kekantor, pasti bermanfaat."

bz!aktual "Saya sangat mengharapkan pembaca dari blog saya bisa menikmati sekaligus memberikan masukan-masukan (kritik) dari apa yang saya hasilkan dari karya-karya saya," demikian harapan sederhana dari Vester. Blog milik dari lelaki kelahiran Jakarta, 18 Desember 1983 ini didominasi karya-karya fotografi memukau.

Harapan serupa diungkap oleh Togap. Menurutnya, "Misi blog milisbeasiswa.com sama dengan misi milis beasiswa, yaitu untuk menyebarkan informasi beasiswa ke seluruh penduduk Indonesia. Harapannya semakin banyak orang Indonesia yg berkesempatan mendapat sekolah di luar negeri."

Sementara itu, Yudhis yang mengkampanyekan gerakan gelang merah solidaritas kebersamaan melalui Yayasan Tunas Cendekia sebagai bentuk kepedulian nasib pendidikan anak-anak di Indonesia, menitip harap bagi pengunjung blognya agar mereka bisa melihat dengan jelas bagaimana perkembangan kampanye ini. "Siapa tahu di antara pembaca ada yang bisa memberikan masukan, memberikan kritikan serta memberikan networking kepada kampanye ini agar semakin baik jalan dan penyalurannya," ujar Yudhis yang hingga tulisan ini ditulis telah menjual 66,195 Gelang Merah.

Lain halnya dengan Kere Kemplu saat ditanyakan harapan pada pengunjung blog, yang memuat observasi sosial, secara spontan menyahut, "Observasi sosial? Aha! Serius banget kedengarannya. Bukan, bukan. Saya bukan observer." Menurut Kere yang juga mengasuh blog Gombal Label dan blog Gombal Kartu ini, "Saya cuma berbagi apa yang saya lihat, dengar, alami, lalu membagikannya, supaya tak melulu jadi lamunan dalam perjalanan dan saat duduk di atas kloset. Harapan saya dari pembaca? Wah apa ya? Bingung saya. Gini aja deh: semoga mereka memahami maksud saya."

bz!aktual Sedangkan bagi Luigi yang bertugas sebagai Procurement officer United Nations Mission di Liberia, menjabarkan harapan pada para pembaca blognya: "Secara spesifik dan general banyak isinya mengulas pengalaman pribadi dan sebagai kacamata buat khalayak tentang apa yang saya lihat, rasakan dan pikir selama menjalani tugas sebagai staff member PBB dalam Misi di UNMIL. Dari sinilah saya ingin mengajak para pembaca blog agar memperluas cakrawala pandang, pikir dan hati bahwa kita tidak sendirian dan masing-masing individu mempunyai kewajiban untuk memainkan peranannya secara efektif, terhadap masyrakat, dan dalam hal ini apa yang kita bisa lakukan secara pribadi terhadap sumbangsih perdamaian dunia dan menjadikan hidup lebih bermakna dengan membantu orang lain."

Luigi berharap dapat membuka khazanah mata hati pembaca bahwa siapapun bisa berbuat sesuatu dan mengurangi kebencian di antara sesama dan membantu, mendukung satu sama lain, terutama mereka yang berada di Afrika yang umumnya adalah korban kebencian, keserakahan, dan ketidak-tahuan. Pemberdayaan melalui ilmu adalah salah satu senjata dalam mengentaskan semua ini. Lebih jauh ia menambahkan, "Menjadi seorang pemelihara perdamaian, tidaklah selalu harus bergabung dalam sebuah misi PBB atau LSM asing dan atau menjadi tentara berseragam, dan lain sebagainya..melalui Blog inilah saya berharap bahwa kontribusi kecilpun mengarah ke sana dari tiap indivisu dapat membuat perubahan, kesadaraan akar-rumput (grass-root awareness) dalam mengupayakan perdamaian dunia bisa dilakukan tiap orang."

Yang menarik dari Nge-Blog

Ketika ditanyakan tentang pengalaman menarik yang didapat dari nge-blog, Togap mengenang, salah seorang rekan di Austria sampai rajin mengirim email kepadanya bahkan buku-buku belajar Bahasa Jerman.

Lain lagi dengan Aan. "Waktu saya marahan dengan pacar saya. Seorang yang merasa teman karib pacar saya itu ingin jadi pahlawan dengan memarah-marahi saya (dengan kata-kata yang sangat tidak sopan). Anehnya, waktu pacar saya melihat kata-kata itu di shoutbox blog saya, ia yang malah tersinggung... hehehe. Mulai sejak itu saya sering malas pake shoutbox," ungkap Sarjana Sastra Inggris UNHAS ini.

Sedangkan Dhani bertutur, "Ada beberapa rekan yang hobi bersepeda gunung dan Bike2Work ikut-ikutan bikin blog tentang perjalanan sepeda mereka. Ini gara-gara cerita-cerita perjalanan sepeda saya yang menginspirasikan teman-teman untuk mendokumentasikannya ke dalam blog." Di lain pihak, Vester mengaku belum ada pengalaman menarik selama ia nge-blog. "Maklum belum lama nulis blog, jadi penggemarnya belum banyak," tulisnya.

bz!aktual Yudhis sendiri sangat menghargai komentar-komentar yang masuk ke blognya. Setiap komentar yang masuk selalu memberikan suatu warna tersendiri bagi tulisan saya. Yang pasti masukan, kritikan, pujian atau cacian, mereka sudah memberikan perhatian pada kampanye solidaritas kebersamaan ini," katanya antusias.

"Pengalaman menarik? Banyak. Ada petugas warnet di luar kota yang langsung marah ketika saya kontak HP-nya (nomornya saya dapat dari blognya): "Yang sopan ya. Anda ini siapa kok nggak memperkenalkan diri, langsung manggil nama saya?" Saya jawab, "Saya Kere Kemplu dari Blogombal. Tuh saya lagi nangkring di atas becak di depan warnet Anda." Dia kaget, girang, dan segera keluar. Lalu kami begadang sampai pagi," kisah Kere Kemplu dengan kocak.

Diidolakan oleh pembaca wanita? Luigi yang lulusan Civil Engineering ISTN ini berbagi pengalaman, "Alhamdulillah, pengalaman seperti itu bisa dibilang ada beberapa dan mereka menjadikan saya sebagai orang yang berbunga dan beruntung, bahwa melalui tulisan dan kejujuran dalam kata mampu menyentuh perasaan seseorang/beberapa orang pada tingkat yang dalam dan emosional." Lelaki kelahiran Jakarta 29 April 1974 ini menambahkan, "Secara berkesinambungan, saya dekatkan keluarga saya dengan para sahabat-sahabat, di mana adalah penting bagi sebuah pershabatan agar dapat mengetahui/mengenal seseorang secara utuh/complete picture. Melalui pertemuan/gathering yang diadakan bertepatan dengan saat saya cuti mudik, berkunjunglah kita dan mengenal satu sama lain in person. Disitulah satu sama lain menjadi saling akrab dan menjadikan kita bukanlah lagi sebagai kawan namun telah menjadi saudara." *** (Amril/Sa)

Posted on June 6, 2006 6:33 AM |
 Lainnya: