Sebuah Langkah Awal: Dari Peluncuran Buku Teen World Ortu Kenapa Sih?
Blogfam bekerjasama dengan Penerbit Cinta akhirnya berhasil menerbitkan sebuah buku yang berisikan pengalaman sejumlah anggota dalam berhubungan dengan orang tua mereka.
Buku ini diluncurkan tanggal 1 Juli 2006 lalu setelah sebelumnya beberapa penulisnya juga diundang dalam sebuah program radio di Pesona FM. bz!Blogfam tentu saja menurunkan tim untuk meliput kegiatan tersebut. Mamat yang kebetulan menjadi host acara peluncuran buku menurunkan laporan lengkapnya. Sebagai pelengkap, disajikan juga laporan singkat dari wawancara dengan sejumlah penulis di Radio Pesona FM yang diselenggarakan sehari sebelumnya.
MP Book Point yang terletak di bilangan Cipete Jakarta Selatan, senja itu tampak agak berbeda. Dari halaman depan, toko buku yang dominan warna orange tersebut, beberapa aktivitas tampak terlihat. Standing banner besar menjadi salah satu penanda akan kegiatan yang ada.
Ya, senja itu, 1 Juli 2006, merupakan momen bersejarah, khususnya untuk komunitas blogger family www.blogfam.com, yang sejak 6 Desember 2003 telah eksis di dunia maya. Komunitas yang awalnya digawangi oleh Labibah 'maknyak' Zain dan beberapa rekan blogger lainnya, pada hari itu meluncurkan sebuah buku hasil kolaborasi dengan Penerbit Cinta (Lini penerbitan dari Mizan), yang berjudul Teen World: Ortu Kenapa Sih?
Blog, Blogger, dan Blogfam
Agenda pertama acara yang dihadiri oleh anggota komunitas Blogfam, media cetak dan elektronik, serta partisipan lainnya, Rara dan Gaby menjadi nara sumber yang mewakili Blogfam. Perbincangan hangat bergulir seputar blog, blogger, dan juga blogfam. Ternyata aktivitas blogging ini pada awalnya memang berfungsi sebagai sebuah "catatan harian" yang berfungsi untuk mendokumentasikan aktivitas yang dilakukan oleh seorang pengguna internet. Pada akhirnya terus berkembang lebih luas dan cakupannyapun juga meluas, karena tak hanya "catatan harian" tetapi juga lebih ke "personal identity and activities". Di blog, setiap orang memiliki kebebasan untuk mengekspresikan dan membagikan "sebagian" dari "hidupnya" di dunia maya, di dunia yang bisa diakses oleh siapapun.
Pertanyaan-pertanyaan banyak bermunculan dari sekitar 30 orang yang hadir pada sore itu. Yang pasti tanggapan positif dari hadirin menjadi salah satu parameter bahwa aktivitas blogging merupakan salah satu alternatif kegiatan yang baik. Dan tentunya Blogfam hadir sebagai salah satu komunitas blogger yang mampu menjadi wadah bagi orang yang ingin terjun di dunia blog.
Kolaborasi Blogfam dan Penerbit Cinta
Di agenda kedua, Benny Ramdhani dari penerbit Cinta dan Iwok (wakil penulis) tampil sebagai nara sumber. Dalam perbincangan ini banyak dikemukan tentang salah satu aktivitas dari Blogfam, yaitu menulis, khususnya cerpen. Sudah lama muncul pemikiran dari Blogfam untuk menyusun sebuah buku yang dibuat oleh anggota-anggotanya. Gayungpun bersambut ketika Penerbit Cinta, sebuah lini penerbit buku dari Penerbit Mizan menyatakan kesediaannya untuk mengakomodir keinginan tersebut. Dan dalam waktu yang tak lama, naskah-naskahpun dibuat oleh anggota Blogfam. Dari total 22 naskah yang masuk, akhirnya terpilih 15 naskah, dari 12 orang penulis yang akan dibukukan.
Ketika ditanya tentang alasan dijalinnya kerjasama dengan Blogfam, Benny menyatakan bahwa ia sudah lama mengamati komunitas Blogfam dan melihat adanya bakat-bakat terpendam dalam menulis yang sangat sayang bila hanya dinikmati oleh kalangan terbatas. Lalu tentang alasan dipilihnya genre remaja, Benny menambahkan bahwa masa remaja adalah masa yang krusial, masa di mana segala sesuatu mengalami transisi. Dalam hal ini, remaja menjadi subyek yang cenderung menghadapi masalah. Tak banyak remaja yang berhasil menghadapi masalah yang dihadapi, walaupun tak sedikit pula remaja yang berhasil menghadapinya dengan baik.
"Konflik antara remaja dengan berbagai hal, terutama dalam hubungannya dengan orang tua, merupakan konflik yang kerap terjadi. Demi mendapatkan sebuah jalan tengah terhadap masalah tersebut, maka buku inipun muncul," imbuh Benny.
Semua kisah dalam buku, yang kemudian diberi nama Teen World: Ortu Kenapa Sih? adalah kisah nyata dari para penulisnya. Semuanya disajikan secara lugas dan apa adanya. Perbedaan mendasar antara buku ini dengan buku sejenis yang marak muncul belakangan ini adalah, tidak adanya kesan menggurui, dan juga dimunculkannya tips dan trik terhadap setiap permasalahan yang terjadi. Intinya buku ini berbeda, dan memiliki modal yang cukup baik untuk bisa bersaing meraih pembaca.
Di sesi tanya jawab interaktif, para penulis mengemukakan alasan dibalik penulisan kisah-kisah mereka. Benang merah yang bisa diambil adalah para penulis ingin berbagi dengan semua orang tentang permasalahan yang terjadi dan juga berbagi cara penyelesaian untuk mengatasi konflik yang terjadi.
Acara ditutup penandatanganan poster buku oleh para penulis yang hadir, yang dibingkai dan diserahkan ke CINTA sebagai tanda peluncuran, dan tentu saja foto bersama. Tak lupa juga, makan bersama, makan lontong sayur di MP Book Point. Beberapa penulis dan wakil penerbit Cinta bergabung mengisi setelah acara peluncuran buku malam itu dengan karaoke-an bersama di Inul-Vista.
Sebuah awal, bukan akhir
Banyak harapan yang tersertakan melalui penerbiitan buku ini. Di satu sisi, buku ini diharapkan menjadi referensi yang baik bagi pembaca remaja, orang tua, atau bahkan orang yang bersentuhan langsung dengan remaja. Sementara di sisi lain, bakat-bakat terpendam yang dimiliki oleh anggota blogfam, paling tidak akan semakin terasah. Dan tidak tertutup kemungkinan akan hadir lagi buku-buku lain yang dapat menjadi alternatif bacaan yang baik, bagi seluruh pembaca.
Sebuah Awal dari Awal
Mengawali peluncuran buku tersebut, sehari sebelumnya Pesona FM mengundang sejumlah penulis untuk hadir dalam talk show. Dalam acara tersebut dijelaskan semua proses pembuatan buku ini, mulai dari hadirnya penawaran dari penerbit Cinta hingga ia mewujud menjadi buku yang kini sudah dapat dibeli di toko-toko buku. Dijelaskan pula tentang Blogfam dan bagaimana peran komunitas ini dalam menyatukan para blogger Indonesia dari seluruh dunia dan bagaimana mereka bisa menyatu menghasilkan sebuah karya yang nyata meskipun terpisah secara fisik.

Meskipun mengaku grogi namun Lili, Rara, Gaby dan Nunik berhasil tampil yakin dalam acara tersebut untuk mempromosikan dunia blogging, blogfam sebagai salah saut komunitas para blogger, dan juga blogging pada umumnya. Sebuah awal dari awal yang mampu menjadi pemanasan sebelum launching dilakukan keesokan harinya.
*** (mamat/JaF)
Posted on July 6, 2006 11:10 AM | Permalink
