Artikel:

Theo ... who?

Sebelum final Piala Dunia 2006 dimulai, Inggris masih ribut dengan cedera metatarsal yang menimpa Wayne Rooney serta kasak-kusuk siapa pengganti pelatih mereka saat itu, Sven-Goran Eriksson. Setelah 4 Agustus 2005 FA memutuskan untuk memilih Steve McLaren sebagai pengganti, sepertinya tinggal siapa saja yang akan dibawa Eriksson ke Jerman yang tengah menjadi penantian.

Dan kembali publik Inggris dibuat terkejut dengan susunan 23 pemain yang dibuat Eriksson. Berikut adalah susunan pemain Inggris di Piala Dunia 2006 Jerman:
Goalkeeper: Paul Robinson (Tottenham), David James (Manchester City), Robert Green (Norwich) yang kemudian digantikan oleh Scott Carson karena cedera saat latihan.
Defender: Gary Neville & Rio Ferdinand (Manchester United), Ashley Cole & Sol Campbell (Arsenal), Jamie Carragher (Liverpool), John Terry & Wayne Bridge (Chelsea)
Midfielder: David Beckham (Real Madrid), Frank Lampard & Joe Cole (Chelsea), Steven Gerrard (Liverpool), Owen Hargreaves (Bayern Munich), Stewart Downing (Middlesbrough), Jermaine Jenas - Michael Carrick - Aaron Lennon (Tottenham)
Striker: Wayne Rooney (Manchester United), Michael Owen (Newcastle), Peter Crouch (Liverpool), Theo Walcott (Arsenal)

bz!blogaraga Pemain-pemain senior dalam susunan tersebut adalah David James, Sol Cambell, Gary Neville dan David Beckham yang sudah diambang 30. Selebihnya adalah anak-anak muda yang sedang berada dalam usia emasnya. Orang-orang tentu sudah maklum saat trio Tottenham terpilih. Penampilan mereka bertiga di Premier League musim ini sangat stabil. Bahkan Aaron Lennon termasuk fenomenal. Selain Wayne Rooney, Aaron Lennon adalah pemain muda paling bersinar musim ini. Nah di barisan penyerang, Eriksson menempatkan nama baru. Theo Walcott.
Theo... who??!!

Belum banyak orang yang mengenal anak muda ini, apalagi mereka yang hanya menonton pertandingan klub-klub di Premier League saja. Maklum saja, dia memang belum pernah tampil di pertandingan profesional. Siapakah sebenarnya anak muda yang mampu menggeser jatah yang sepertinya “lebih pantas” untuk mesin gol Premier League seperti Defoe, Darrent Bent atau Marlon Harewood? Sven-Goran Eriksson sendiri kembali dikecam habis-habisan oleh media Inggris yang memang super usil karena berjudi dengan membawa “anak bau kencur” dibandingkan pemain berpengalaman ke Jerman.

Theodore Walcott, lahir di London 16 Maret 1989. Karir profesionalnya di sepakbola dimulai dari Southampton tahun 2004. Klub yang juga menjadi awal karir legenda Inggris, Alan Shearer. Selama musim 2004-2005, Theo menjadi bintang youth team Southampton saat mereka mencapai final FAYouth Cup 2005 melawan Ipswich Town. The Saints kalah 3-2 secara agregat. Selebihnya dia lebih banyak bermain untuk tim cadangan. Sayang tahun 2004-2005 Southampton terdegradasi bersama Norwich City dan Crystal Palace. Hal ini membuat Theo tidak punya kesempatan bermain di Premier League.

bz!blogaraga Di Southampton, Theo awalnya bermain sebagai winger. Namun Harry Redknapp lebih suka menempatkannya di tengah. Redknapp rupanya ingin menjadikannya sebagai striker murni, seperti yang dia lakukan pada Jermain Defoe sewaktu di West Ham. Debut di tim utama dilakoni pada umur 16 tahun 143 hari dengan menjadi pemain pengganti saat Southampton bertemu Wolves di Football League Championship (divisi 2-nya Liga Inggris). Sedangkan penampilan penuhnya di tim utama terjadi pada Oktober 2005 dengan mencetak gol pertamanya di tim senior saat melawan Leeds United. 4 hari kemudian dia kembali mencetak gol saat melawan Millwall dan Stoke City seminggu kemudian. Penampilannya yang spektakuler di lower division bersama Southampton membuat namanya masuk menjadi kandidat penerima BBC Sports Personality of the Year untuk kategori Young personality. Sayang pemenangnya disabet sprinter Harry Aikines-Aryeetey. Sebagai catatan, Rooney meraih penghargaan ini tahun 2002. Sementara pembalap F1 Jenson Button di tahun 2000.

Kecepatan dan tekniknya yang bagus dalam mengolah bola langsung menjadi sorotan media Inggris. Theo Walcott kemudian disebut-sebut sebagai talenta muda sepakbola Inggris yang fenomenal setelah Wayne Rooney. Tak heran jika klub-klub besar Liga Primer langsung membidiknya. Di antaranya adalah Tottenham Hotspur, Arsenal, Chelsea, Liverpool dan Manchester United. Chelsea sendiri sudah menawar Walcott senilai 2juta pound saat dia masih berumur 15 tahun. Namun akhir Januari 2006, Southampton menerima tawaran 5juta pound dari Arsenal dan merelakan talenta muda terbaik didikan mereka setelah Matt Le Tessier untuk pindah ke Highbury. Harga Walcott sendiri dapat naik menjadi 12juta pound tergantung penampilannya di Arsenal dan di timnas nanti.

bz!blogaraga Walcott sendiri fans-nya Liverpool. Namun pindah ke Arsenal menurut saya adalah pilihan yang sangat tepat (walau secara pribadi saya berharap dia ke MU, sayang setan merah ga mengajukan tawaran serius). Di Chelsea dia hanya akan menjadi pemain yang tersia-siakan seperti halnya Carlton Cole, Glen Johnson, Forsell dan masih seabrek lainnya. Arsene Wenger kini telah menjadi Sir Alex di era 90an. Pemain-pemain muda didikannya baik dari akademi Arsenal sendiri ataupun dari pembelian diluar Liga Inggris terbukti menjadi senjata ampuh The Gunners bangkit dari keterpurukan. Walcott diproyeksikan untuk berduet dengan van Persie, sementara Henry mungkin akan lebih mundur untuk mengisi posisi Dennis Bergkamp yang telah pensiun.

Debut bersama Arsenal dimulai 4 Februari 2006. Saat itu dia hanya menjadi cadangan dan tidak diturunkan saat melawan Birmingham. Dia kembali tidak dimainkan saat Arsenal bertemu Real Madrid di leg kedua perempat final Piala Champions. 28 Februari 2006, Walcott masuk ke dalam timnas U-19 Inggris dalam pertandingan persahabatan melawan Slovakia. Dia mencetak satu gol melalui titik penalti. Sebelumnya, Walcott telah tampil sebanyak 14 kali bersama timnas U-17 dan mencetak 5 gol.

30 Mei 2006, Theo Walcott memecahkan rekor dengan menjadi pemain termuda Inggris yang bermain untuk timnas senior dengan umur 17 tahun 75 hari. Dia tampil menjadi pengganti saat Inggris mengalahkan Hongaria 3-1 di Old Trafford. Sungguh sayang, kita belum dapat melihat penampilannya karena hingga saya menulis artikel ini dia belum juga dimainkan. Seperti Ronaldo saat Piala Dunia Amerika 94. Pasca Rooney “pulih”, 100% urusan menyerang seakan dibebankan ke pundaknya tanpa ada tandem yang sepadan di depan. Pantas saja dari 5 gol Inggris hingga perempat final, hanya 1 yang dibuat oleh strikernya. Sisanya kontribusi Gerrard dan Beckham.
Owen out, Crouch hanya tunggu bola, sudah saatnya Rooney duet dengan Walcott.

Sumber:
Fifa World Cup Yahoo, The FA: Squad Announcement, 442, The FA: Walcott, Video Google, Meta Cafe, Wikipedia

Image: asenalmania, arsedup, pinkfootball

Posted on July 6, 2006 10:55 AM |
 Lainnya: