Artikel:

Si Parasit Lajang: Ayu Utami Telah Merdeka

bz!bincangLugas, tidak bertele-tele, singkat, padat, jelas. Rumpunan kata-kata itu segera terangkum, saat halaman 180 selesai dibaca. Ya, Ayu Utami, si penulis karya fenomenal ‘Saman dan Larung’ benar-benar menampilkan sosok yang apa adanya melalui karya ketiganya, Si Parasit Lajang.

35 cerita tentang Ayu dan sekelilingnya (baik yang dekat maupun yang “dekat”) tersaji. Ayu lugas bercerita tentang apapun (termasuk pribadinya), mulai dari Ibunya, teman-temannya, trotoar, pembantu, lidah, hingga THT (maaf, Telinga Hidung, Tetek). Apa yang Ayu sajikan sangat dekat dengan kehidupan kita.

Ayu membagi 3 kategori cerita di bukunya ini, Kehidupan, Seks Jender dan Kapitalisme, serta Politik dan Negara. Entah kenapa dibagi demikian, biar Ayu saja yang mempertimbangkannya.

Di “Surat Dari Jelangkung” Ayu menampilkan fenomena mistis yang marak di masyarakat kita belakangan ini. Pada “Agama” Ayu benar-benar bebas mengemukakan pendapatnya tentang agama dari sudut pandangnya (dan juga temannya). Tema ini seakan menjadi hal yang biasa dan lumrah, bukan lagi subyek yang forbidden dan tabu. Perbendaharaan saya mengenai agama bertambah, ketika puisi menjadi salah satu “agama” bagi seseorang.

Pengetahuan Ayu memang sangat luas. Metode autourine alis meminum air seni sendiri, yang belakangan menjadi penyembuhan alternatif (walaupun secara pribadi saya tidak akan melakukannya, apapun yang terjadi) yang cukup sering dilakukan, menjadi bahasan di “Sudahkah Anda Minum Pipis Sendiri“. Awalnya saya jijik begitu melihat judulnya, tapi keterjijikan saya berubah begitu membaca isi dari ceritanya.

Saya mengulum senyum simpul (yang biasanya akan diartikan oleh yang melihatnya dengan senyum ‘birahi’) saat membaca ‘Rocco Siffredi’. Betapa seorang Ayu (yang adalah seorang perempuan), memiliki deretan pengetahuan tentang film porno (blue film) yang lebih banyak dari saya (seharusnya ini tidak menjadi masalah, karena film porno bukan hanya dominasi kaum Adam). Tapi saya mungkin agak kolot yang menganggap bahwa laki-laki adalah penikmat utama dari film-film bergenre seperti itu.

Ayu membahas seks secara vulgar (tapi elegan). Blak-blakan tetapi tidak jorok. Mendasar tetapi berpendidikan. Oalah, perpaduan yang sangat kontras.

Di bagian terakhir “Politik dan Negara” Ayu menyajikan tema-tema (yang dulu, menurut saya) masih teramat tabu untuk dibicarakan, karena menyangkut tatanan historis sebuah bangsa, yang bernama Indonesia yang telah (terlanjur) didoktrin bahwa faham tersebut salah dan harus dipersalahkan, yaitu PKI. Bagaimana kemudian Ayu bisa mentransformasi tema itu menjadi bahan pembicaraan yang “ringan” adalah salah satu “kepandaiannya”.

Ayu juga bercerita tentang Rusa di Monas, yang ternyata bukan hanya sebagai “hewan” tetapi menjadi simbol sebuah kekuasaan, kekuatan, dan patriarki (duh, saya tertular bahasanya Ayu).

Di bagian paling akhir, Ayu “menyisipkan” epilog yang saya yakin harus dibaca, terutama oleh orang-orang yang pada usia “seharusnya” sudah berkeluarga (atau menikah) tetapi “memutuskan” untuk “tidak” (atau “belum”) berkeluarga.
Ayu Utami telah “berhasil” (maaf, sekali lagi, menurut saya) mengungkapkan apa yang ingin diungkapkan, menulis apa yang ingin ditulis, bertutur tentang apa yang ingin dituturkan. Tidak ada tembok tirani, patriarki, forbidden, atau norma yang menjadi pembatas.

Judul : Si Parasit Lajang
Penulis : Ayu Utami
Penerbit: Gagas Media
Tebal : 180 halaman

Berikut pertanyaan untuk KUIS bz! Bincang berhadiah 1 (satu) buku Parasit Lajang:

1. Selain "Si Parasit Lajang", Ayu Utami juga pernah menulis :

a. Saman dan Samin
b. Saman dan Larung
c. Samin dan Larung
d. Larung dan Karung

2. Siapakah pengarang "Si Parasit Lajang"

a. Djenar Maesa Ayu
b. Ayu Utami
c. Tamara Geraldine
d. Fira Basuki

Kirimkan jawaban anda melalui email ke: redaksi@blogfam.com selambat-lambatnya tanggal 1 September 2006. Mereka yang beruntung akan mendapatkan 1 buah buku Si Parasit Lajang untuk 1 orang pemenang. Alamat pengiriman hanya untuk wilayah Indonesia saja

Pemenang akan diumumkan pada majalah bz! edisi September

(Mamat)

Posted on August 6, 2006 12:25 AM |
 Lainnya: