Dari Lomba 17-an
Pengantar Redaksi :
Sesuai tradisi blogfam, setiap bulan Agustus diadakan lomba-lomba unik virtual dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia. Tahun ini, digelar tiga jenis lomba yakni Lomba Resensi Buku "Ortu Kenapa Sih" (buku hasil kerjasama Blogfam dan Penerbit Cinta), Lomba Foto dan Lomba Entry Blog. Lomba yang diselenggarakan mulai tanggal 1 Agustus 2006 dan berakhir tanggal 28 Agustus 2006. Hasilnya diumumkan di sini.
Berikut kami tampilkan karya Juara Pertama dari masing-masing kategori lomba. DIRGAHAYU INDONESIAKU
Juara Pertama Lomba Resensi Buku
oleh YUNISRI dengan judul ORTU KENAPA SIH?
Judul : Teen World : Ortu Kenapa sih?
Penulis : 12 Anggota Blogfam
Editor : Benny Rhamdani
Penerbit : Penerbit Cinta, Bandung
Cetakan : I, Juni 2006
Isi : 156 hlm
Harga : Rp. 25.000,-
Buku "Ortu Kenapa Sih?" (OKS) ini bisa menjadi terobosan baru dibidang psikologi remaja di Indonesia. Upaya Blogfam dan Penerbit Cinta untuk menyajikan bacaan edukatif yang ringan dan sederhana namun mengandung pesan, patut dihargai.
Yang membuat beda buku yang dilaunching di MP Book Point, 1 Juli 2006 yang lalu ini adalah kemasannya dalam menyampaikan pesan. Cerita yang didasarkan pada pengalaman nyata dari para penulisnya dibiarkan mengalir apa adanya. Sisipan tips & triks juga memberi nilai 'tambah' dibandingkan buku sejenis. Gaya bahasanya ngepop khas remaja, sehingga mudah dicerna.
Walau tak utuh memotret realitas aktual kehidupan remaja, seperti narkoba, seks bebas, putus sekolah, tawuran atau kasus bunuh diri, misalnya. Namun lewat kumpulan cerita pendek non fiksi ini, pembaca seakan diajak menginstropeksi diri dan belajar menjadi orang yang lebih 'asertif' atau mampu membawa diri dalam situasi apapun tanpa harus menyakiti orang lain.
Krisis Identitas
Buku ini dibagi kedalam 4 bab, yang diistilahkan dengan ‘ronde’ dan setiap bab berisi tema sehari-hari yang umumnya dialami para remaja, seperti "Hobi vs Ortu", "Pilihan vs Nyokap", "Kenapa Bokap?" dan "Berakhir Indah". Masing-masing bab berisi 4 cerita , kecuali bab terakhir hanya 3 cerita sehingga seluruhnya berjumlah 15 cerita.
Semua tema itu bermuara pada persoalan klasik remaja yaitu: krisis identitas. Krisis ini membingungkan remaja untuk berperilaku. Mereka serba tanggung. Dibilang dewasa tidak, dikategorikan kanak-kanak juga bukan.
Dalam proses pencarian jati diri, remaja terdorong untuk berperilaku bukan sebagai dirinya sendiri. Mereka lebih 'enjoy' berpenampilan dan bergaya hidup persis penyanyi idolanya atau orang-orang yang justru berkarakter beda dengan dirinya. ("Fanz Fanatiz": Ryu Tri , "Saatnya Menjadi Diriku": Be Samyono).
Kebingungan semakin bertambah ketika ortu yang seyogyanya menjadi panutan justru bertindak tidak sesuai dengan gambaran idealnya , menikah diam-diam dengan wanita lain, misalnya ("Sepotong Maaf" - Ryu Tri). Dan juga terhadap sikap ortu yang 'ambivalen' atau mendua dalam “Me vs Rokok” (Iwok), dimana sang bokap yang perokok justu melarang anak-anaknya untuk tidak merokok.
Berhadapan dengan ortu, sebenarnya para remaja mendambakan pengakuan bahwa mereka itu penting dan dewasa. Dalam arti, hak mereka untuk berbeda pendapat ingin didengarkan serta diberi keleluasaan selayaknya orang dewasa.
'Kekuasaan' ortu yang berlebihan terhadap anaknya justru menghambat kebutuhan si anak untuk mandiri, sehingga ujung-ujungnya mereka mencari pelarian dengan caranya sendiri. ("Impian Ancur": Nunik Utami Ambarsari, "Ransel Pilihan Ibu": Eben Ezer Siadari atau "Rumah: Tempat Terindah": Prakoso Bhairawa Putera)
Untuk mengatasi benturan-benturan tersebut, tidak ada jalan lain selain menjadikan relasi anak-ortu sebagai hubungan sahabat. Dengan bersahabat, anak dan ortu bisa bebas curhat, sehingga kebekuan komunikasi bisa diminimalkan. Komponen lain semisal kesabaran, toleransi dan tentu saja doa mutlak diperlukan dalam hubungan ini.
Jika titik temu sudah tercapai dan kesadaran bahwa tidak ada manusia yang sempurna, ditanamkan di hati anak dan ortu, maka hubungan akan menjadi harmonis. Demikian sebagaimana dirasakan oleh Eben Ezer Siadari dalam "Ransel Pilihan Ibu", di mana Eben dan ibunya saling menyadari kesalahan. Disusul dengan kesadaran dari ayah Ryu Tri yang akhirnya 'kembali' kepelukan keluarga berkat kesabaran dan doa sang anak.
Hal serupa tergambar pula dalam cerita-cerita lainnya yang berakhir dengan kesimpulan: ortu, bagaimanapun juga pasti sayang pada anaknya.
Akhir Yang Manis
Tanpa mengurangi penghargaan terhadap proses kreatif 12 penulisnya, penerbit dan blogfam, bagi sebagian pembaca, bisa jadi pengalaman yang dibeberkan dibuku ini terkesan terlalu 'manis' alias kurang 'greget', sebab mayoritas persoalan yang dibahas sangat 'elementer' dengan solusi yang terdengar 'abstrak' , sehingga bobot perenungannya kurang maksimal. Namun kita dapat memaklumi, toh dibalik pemaparan yang 'terlalu manis' itu, terdapat 'mutiara' tersembunyi yang bisa dijadikan pembelajaran.
Selain itu , buku yang bermaksud ringan ini, sayangnya tidak didukung oleh ilustrasi yang menarik dan full color pada setiap ceritanya, sehingga karakter remaja belum terwakili dan terkesan monoton. Termasuk pula , kesalahan pengetikan angka dibagian bab terakhir (hal.5) dan juga tidak dipasangnya foto para penulisnya.
Namun, secara keseluruhan, kumpulan cerita non fiksi bergenre chicken soup ini telah menunjukkan ‘kekuatan’ nya sebagai bacaan yang mampu menggugah semangat dalam mewujudkan generasi muda yang tidak saja cerdas tapi juga asertif.
Juara Pertama Lomba Entry
oleh FERI GUNAWAN dengan judul "Republog Indonesia"
Hari itu suasana tampak ramai. Beberapa orang terlihat sedang sibuk mempersiapkan ruangan yang akan dipergunakan sebagai ruang pertemuan. Tampak di meja-meja berderet rapi botol minuman mineral bermerk Bloqua. Ya, hari ini presiden pertama Republog Indonesia akan memimpin rapat koordinasi dengan para menterinya yang masih kinyis-kinyis. Para menteri tampak asyik saling ngobrol sembari menunggu kedatangan Bapak Presiden. Pergunjingan mereka akhirnya terhenti setelah orang yang ditunggu-tunggu ternyata telah dengan gagahnya-dengan kumis bujur sangkar- berdiri di depan mereka.
Rapat segera dimulai.
Saudara-saudaraku, seblog dan setanah air, hari ini kita akan melakuken sejumlah agenda yang mana akan sangat penting artinya bagi tonggak awal perjalanan blog kita dalam kurun waktu lima tahun ke depan
Para (saudara) menteri tampak antusias mendengarkan prolog dari pimpinan yang sangat dihormatinya itu.
Hormat-menghormati dan rasa saling menghargai haruslah kita junjung tinggi dalam upaya kita menjalankan apa yang telah diamanahkan oleh rakyat Republog Indonesia. Berbagai upaya harus kita tempuh dalam mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan sentausa.
Menteri-menteri itu sudah hafal dengan cara presiden memanggil mereka: Saudara!
Saudara-saudara ku semua, langkah yang harus kita ambil di awal kepemimpinan saya kali ini adalah dengan meningkatkan kualitas pendidikan blog kita. Kita semua tahu bahwa pendidikan blog merupakan hal yang sangat penting supaya kita tidak tertinggal dengan bangsa blog lain. Jadi buat Menteri PBB (Pendidikan Berbasis Blog), Saudara Sudrajat, harap segera merumuskan kurikulum yang tepat dan akurat bagi pengembangan dunia pendidikan blog kita saat ini.
Menteri yang dimaksud tampak menganggukkan kepalanya.
Selain itu, di tiap-tiap sekolah dan kampus harus disediakan komputer yang terkoneksi dengan internet sehingga murid dan mahasiswa kita dapat dengan mudah dan murah alias gratis, dalam mengakses berbagai blog yang semakin makmur dan menjamur. Tidak hanya itu, kurikulum yang ada juga harus dapat langsung diaplikasikan sehingga siswa dapat meracik blog yang apik,ciamik dan menarik.
Menteri itu (PBB) dengan sigap mencatatnya.
Termasuk dalam pemperdayaan wanita. Wanita tidak boleh ketinggalan dengan pria. Emansipasi wanita harus kita tegakkan.
Sri Mulyadi tampak mengiyakan. Bu Sri merupakan tokoh pemberdayaan blog wanita yang sangat terkenal. Dedikasi beliau telah diakui para blogger di seluruh jagat ini. Beliau pernah terpilih sebagai Miss Blog 2003. Karena prestasi dan kemampuan beliau itulah ia terpilih sebagai Menteri Pemberdayaan Blog Wanita.
Salah satunya dengan memberdayakan wanita untuk menciptakan resep-resep blog baru yang dapat memperkaya khasanah blog di tanah air kita ini. Seperti resep Blog Asam Manis Saus Pedas itu lho....
Blog Asam Manis Saus Pedas. Mmhhhh nikmatnya...
Tidak hanya itu. Seluruh lini kehidupan berbangsa dan bernegara tetap harus diperhatiken. Perekonomian blog, pertahanan dan keamanan blog, hak dan kebebasan dalam berblog ria, sosial budaya dunia blog dan sebagainya harus menjadi prioritas kita. Semuanya terangkum dalam RAPBN (Rancangan Anggaran Pembelajaran Blog Negara) kita yang sebentar lagi akan kita susun bersama. Jangan sampai rakyat kita dibuat pusing akibat pola dan sistem pemerintahan kita yang kacau balau.
Para (saudara) menteri semakin antusias.
Akhirnya, saya ucapken selamat berjuang dan bekerja buat saudara-saudara menteri. Kita bersama-sama bahu-membahu membangun masyarakat yang makmur dan melek teknologi informasi demi kejayaan dan keharuman Republog Indonesia. Hidup Republog Indonesia! Merdeka!!!
Seketika tepuk tangan memenuhi seisi ruangan. Mereka bertekad untuk memajukan Republog Indonesia dengan segenap daya dan upaya.
Oh, Republog Indonesia!
Juara Pertama Lomba Foto
oleh Rizkapb dengan judul Ada apa di bawah kolong jembatan layang?

