Podcasting: Sudah Ada yang Mencoba?
oleh: JaF
Salah satu slogan yang selalu diusung bersama kelahiran blog adalah "Kini semua orang bisa memiliki suara di internet". Istilah 'semua orang' rasanya nyaris tanpa batasan apapun kecuali bahwa mereka harus memiliki akses ke internet. Hal yang bisa 'disuarakan' itupun nyaris tak berbatas dengan berbagai macam cara dan batasan itupun kini semakin lebur dengan sebuah teknologi yang memungkinkan semua orang bisa bersuara dalam artian sebenarnya.
Podcasting. Ini istilah yang relatif baru meskipun sebenarnya secara wujud ia bukan barang baru karena ia sebenarnya hanyalah file suara yang disimpan di sebuah server di internet dan bisa di download oleh siapa saja. Banyak orang yang sudah melakukan itu sejak lama. Namun sejumlah orang kreatif kemudian terpikirkan untuk menyertakan file xml ke dalam file mp3 tersebut sehingga seperti layaknya posting di blog ia bisa dilanggani dengan menggunakan pembaca rss seperti layaknya sebuah blog. Orang-orang dibalik keberhasilan produk Mp3 Player merek Ipod pun menyebutnya sebagai Podcasting yang kini sudah menjadi istilah yang umum.
Oke kita tidak akan bicara lebih jauh soal itu. Yang lebih penting kini adalah ketika kita semua orang bisa benar-benar bersuara, sudahkah ada yang memanfaatkan? Dari hasil penelusuran di internet, belum banyak layanan podcast asli Indonesia yang tersedia di internet. Harus diakui banyak kendala yang masih menjadi penghambat. Masalah koneksi internet misalnya adalah penghambat utama seperti yang diakui oleh Boy Avianto, yang banyak disebut-sebut sebagai orang pertama yang membuat podcasting dalam Bahasa Indonesia yang dikenal dengan nama apasajapodcast. Boy memulai podcasting itu ketika tengah bersekolah di Jerman. Ia melakukannya dengan cara sederhana yakni merekam suaranya melalui PDA lalu mengeditnya di internet. Sederhana memang, tapi diperlukan akses internet yang lumayan 'ngacir' untuk bisa mengunggah dan mengunduh file audio tersebut.
Tapi seiring dengan semakin maraknya akses broadband di Indonesia, podcasting bisa menjadi sesuatu yang wajib diantisipasi khususnya oleh mereka yang merasa perlu mengambil manfaat dari unsur suara atau audio dalam podcasting seperti para musisi, pendakwah sampai ke presiden. Presiden? Ya, nama Pak SBY sudah tercantum dalam beberapa direktori podcast di internet, salah satunya di podcast.net, meskipun sayangnya podcast yang bisa ditemui di situs presiden itu tidak pernah lagi di perbaharui.
Apa yang bisa di podcast? Itu mungkin pertanyaan berikutnya. Seperti halnya mencari ide untuk blogging, ini adalah masalah kreatifitas. Beragamnya pengembangan blog yang bisa kita lihat sehari-hari adalah contoh bagus untuk mengatakan bahwa hanyalah masalah waktu saja sebelum kita akan melihat berbagai bentuk program acara podcast di internet.
Karena sekarang kita sedang bicara tentang musik, ada dua contoh bagus yang bisa dimunculkan disini dan semoga bisa memicu ide dari para calon podcaster yang lain, termasuk para musisi yang pastinya terus melirik berbagai kemungkinan untuk mempromosikan kreasi mereka..
Ini adalah contoh bagaimana Podcasting bisa digarap dengan sangat serius bahkan dengan sponsor bak sebuah radio siaran saja. "New Music From Indonesia" menampilkan wawancara dengan macam-macam musisi Indonesia serta karyanya yang dikemas sedemikian rupa bak sebuah bagian dari acara radio siaran lengkap dengan pembawa acaranya yang sudah punya nama. Podcast ini dibuat dalam bahasa Inggris karena kelihatannya memang bertujuan untuk mempromosikan musik Indonesia kepada dunia. Namun orang Indonesia tentu tidak dilarang mendengarkan podcast ini, bahkan bisa jadi akan dibuat tercengang sekaligus bangga ketika menyadari bahwa banyak musisi Indonesia yang sangat patut bicara di pentas internasional. Beberapa bahkan mungkin belum pernah terdengar namanya karena memang mereka adalah musisi-musisi independen. Artis Dewi Lestari, Oppie Andaresta dan gitaris berjemari ajaib Balawan pernah hadir sebagai tamu di sana.
Tidak banyak yang tahu bahwa kelompok Mocca telah meluncurkan program podcastingnya dan bisa jadi mereka merupakan kelompok musik pertama yang punya layanan podcasting. Inilah cara mereka untuk semakin dekat dengan para fans karena materi podcast yang mereka garap sendiri ini adalah semacam "Behind The Scene". Disini personilnya bergantian cerita tentang kisah di balik dapur kegiatan Mocca. Di episode pertama misalnya Mocca bercerita tentang diri mereka sendiri dengan bahasa yang sangat personal, bahkan kemudian mereka menghadirkan penampilan ekslusif yang hanya bisa didengarkan di podcast tersebut. Tentu saja ini sangat berharga bagi para penggemar berat Mocca. Sayang seribu sayang lagi-lagi masalah klasik menghadang. Entah kenapa hingga tulisan ini muncul mereka hanya sempat meluncurkan dua edisi podcast. Sisanya melayang bersama tanda tanya para penggemarnya. Toh, secara umum apa yang dilakukan Mocca ini sangat menarik dan bisa jadi contoh bagus buat kelompok musik lainnya dalam hal menjangkau lebih banyak penggemar sekaligus promosi pastinya.
Itu baru dua contoh yang mungkin akan diikuti oleh berbagai podcast lain asal Indonesia sehingga semakin menambah kekayaan khazanah podcast di Indonesia. Ada yang berminat menambahkan?
Posted on September 6, 2006 7:15 AM | Permalink
