Danau Matano, The Next World Heritage
Mungkin sebahagian orang di Indonesia kurang mengenal atau mendengar nama Danau Matano, yang merupakan danau terdalam di Asia Tenggara dan terdalam ke-8 di dunia (600mtr depth).
Di Sulawesi Selatan sendiri, danau Tempe (Wajo) dan danau Towuti (Malili) lebih sering diperbincangkan. Namun, bagi masyarakat Sorowako umumnya, dan PT International Nickel Indonesia khususnya, perusahaan penambangan nikel terbesar dunia yang area pertambangannya meliputi Sorowako, danau Matano merupakan sumber energi dan penghidupan yang sangat vital, sehingga ketergantungan terhadap danau Matano ini sangat tinggi. Danau Matano sendiri terletak di distrik Sorowako - Nuha, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, berbatasan langsung dengan Tapulemo (Sulawesi Tenggara) dan Sulawesi Tengah.
Danau Matano, yang berarti mata air dalam bahasa Dongi, bahasa asli Sorowako, terbentuk dari ribuan mata air yang muncul akibat gerakan tektonik; lipatan dan patahan kerak bumi yang terjadi di sekitar daerah litosfir yang membutuhkan waktu lama untuk terisi oleh air dan membentuk danau sekitar 4 juta tahun yang lalu. Di area Sorowako, juga terbentuk dua danau lainnya, danau Mahalona (kedalaman 60mtr) dan danau Towuti (kedalaman 200mtr). Air yang mengalir dari Danau Matano dialirkan melalui sungai Larona ke Danau Mahalona kemudian ke Danau Towuti dan selanjutnya menuju muara melalui sungai Malili dan berakhir di Laut Bone. Sungai inilah yang menjadi penggerak dua PLTA milik PT Inco Tbk, yaitu PLTA Larona dan PLTA Balambano. Bahkan tidak lama lagi Inco juga akan membangun PLTA yang ketiga yang sumber energinya berasal dari Danau Matano, yaitu PLTA Karebbe.
Dengan panorama indah yang dikelilingi oleh pegunungan Verbec, danau Matano ini sangat layak dijadikan tujuan wisata. Pasir pantainya yang putih, dengan ombak yang ramah namun masih memungkinkan untuk berolahraga air semisal renang, layar, ski air, kano dan menyelam. Kecerahan air yang mencapai 23meter sangat menggoda untuk olahraga snorkling dan diving, apalagi ikan-ikan yang hidup di danau ini merupakan ikan yang sangat khas dan tidak dijumpai di daerah lain.
Beberapa event lokal dan nasional pernah diselenggarakan disana, sebutlah lomba perahu dayung tahunan, Sunday market, year end party PT INCO, sampai kompetisi renang nasional PRSI menyeberangi danau Matano. Di daerah Sorowako ini, ada tiga pantai yang kerap dikunjungi masyarakat dan karyawan PT INCO yakni pantai Old Camp, pantai Idee (Pontada) dan pantai Kupu-kupu (Salonsa). Di sisi danau lainnya, desa Nuha, Tapulemo dan desa Matano, juga memanfaatkan danau Matano sebagaimana masyarakat Sorowako.
Danau Matano tak hanya terkenal karena panorama alamnya yang mempesona. Di sana juga ternyata menyimpan banyak keunikan. Dari letak dan komposisi kimianya yang khas hingga kekayaan fauna endemik yang hanya dapat ditemukan pada danau tersebut. Dan yang paling membanggakan pula, dari penelitian yang telah dilakukan, ditemukan tidak terjadi perubahan signifikan terhadap ekosistem danau sejak 1930-an hingga saat ini. Bahkan karena kekhasannya, beberapa ilmuan menilai danau di Sorowako, terutama Danau Matano patut diusulkan menjadi 'world heritage'. Bagi PT Inco, hasil kajian dari para ahli lingkungan tentu sangat menggembirakan. Fakta ini sekaligus membantah tudingan banyak pihak bahwa danau yang digunakan PT Inco sebagai PLTA telah tercemar limbah PT Inco.
Danau Matano bersifat isotermal, yang berarti beda suhu antara permukaan dan dasar danau kurang dari dua derajat celsius. Kecerahan air 23 m, padahal banyak danau lain di Indonesia hanya beberapa meter bahkan dm saja. Sifat khas lain di jumpai di dekat Desa Matano dimana beberapa mata air muncul dari dasar danau. Lalu pada kedalaman 200-300 m dapat dijumpai kolam ikan dengan indikasi aliran gravitasi di dasar danau. Jenis flora dan fauna yang hidup di Danau Matano bersifat endemic yang masih terjaga dengan baik. Secara awam, flora dan fauna endemik adalah mahluk hidup yang hanya ditemui di suatu tempat dan tidak bisa ditemukan di tempat yang lain. *** (Ruslee)
(juga dimuat di www.panyingkul.com citizen journalism makassar)
Diolah dari berbagai sumber:
1. Catatan pribadi, selama bekerja di PT INCO (2004-2006)
2. Internasional Symposium the Ecology and Limnology of The Malili Lakes – LIPI, 20-22 Maret 2006 di Hotel Salak, Bogor-Jawa Barat. Atas izin pihak Govrel PT INCO
3. Wikipedia
4. Blog Jalasutera, Weblog pribadi milik Pujiono (melalui konfirmasi)

Komentar (21)
Wah.. jadi inget masa kecil ku
salam ku untuk Pak Arnol guruku sukses mi ko rindu betul ka'...tapi jangan kotori danauku oleh asap limbah nekel..piss yowww
@ February 20, 2007 21:45
hiks....hiks...hiks...
Jadi rindu nih...dah 5 taon g' p'nah balik...
Saya juga salam ma P'Arnold guru olahraganya SLTP YPS....ma Pa' Basri sama2 guru olahragaku waktu SMP dsna.. beliau b'dua yg ajarin sy renang....
Please... jaga kelestarian Danau Matano...Coz itu yg m'buat Sorowako berbeda dengan kota yg lainnn.....
@ April 30, 2007 19:10
malili sangat baik dijadikan sebagai tempat pariwisata tetapi pemda kurang memperhatikan semua itu jadi saya harap malili dapat berkembang seperti bali
@ May 10, 2007 00:16
saya salah satu putra daerah namun saya sekarang suda bekerja di Riau sumatra karena di soroako lebih memilih mendatangkan atau menerima tenaga kerja dari luar. saya rindu ingin pulang tetapi tak ada yang bisa menjanjikan pekerjaan di daerah sendiri.
@ May 19, 2007 15:06
hidup luwu timur...sebagai putra pariwisata saya sangat antusias dengan keberadaan objek pariwisata di Luwu..potensinya sangat besar..kita jangan berdiam diri mari bangkit bersama membangun luwu timur jaya berdiri teggak di ufuk timur bumi batara guru...tabeanggu lowo2..salam putra nuha 2004
@ June 5, 2007 16:25
wah luwu timur memang keren,meskipun belum terlalu terkenal tapi bangga ji k' jadi anak lutim he he he
@ June 11, 2007 10:19
mengapa daerah sekitar malili to soroako lambat perkembangannya dibandingkan beberapa daerah lain yang boleh dikata hampir setara kondisi alam dan perekonomiannya. ya... adanya PT INCO yang kurang bersosialisasi pada penduduk setempat. coba saja lihat laju pertumbuhan sekitar daerah ini bagaikan kura-kura hijau dan hampir seperti katak di tempurung. brothers $ sistes...saya yakin tanpa PT INCO daerah tersebut mungkin akan lebih maju. namun apalah dikata semua telah terjadi...satu-satunya harapan adalah kemajuan pemekaran kabupaten hingga menjadi Luwu Timur hingga dapat membuat wilayah ini menuju sentra pemerintahan daerah sekitarnya yg mana akan memicu peningkatan sistem perekonomian masyarakat setempat.
Pemikiran kedepan saya adalah meninjau daerah kawasan malili pantai menjadi tempat pariwisata yang banyak dikunjungi serta terkenal! ya .. kenapa tidak....kita khan sdh banyak generasi yg mampu dan mempunyai pemikir-pemikir yg bisa diandalkan. kita semua yakin bahwa pemerintah daerah tidak semata tergantung pada perusahaan tambang tersebut dan mereka pasti dapat melihat ke depan kearah mana Daerah ini akan dibawa?.. apakah akan sama dengan dulu2x atau coba melihat kedaerah2x lain yang bisa maju tanpa adanya perusahaan tambang dan menerapkannya.
@ June 24, 2007 10:18
saya mau tanya, bagaimana cara melamar pekerjaan di PT.Inco? karena sekarang saya sedang menyusun skripsi, dan saya ingin mengetahui persyaratannya apa saja sehingga saya bisa persiapkan dengan matang . Trimakasih.
@ July 18, 2007 17:16
salam kenal
ttg sorowako lagi:
ww.sorowakoku.wordpress.com
@ July 19, 2007 08:36
Kangen ma suasana Soroako n temen-temenku SMU YPS khusus angkatan 98, semua dah sukses ya Amin. Kapan yah bisa reunian...gapapa kalau yang dah punya Baby hayuuu ajak ya, yang pada kerja dijakarta kumpull donk, Soroako tetap the Best temen-temen kerjaku pada excite denger cerita tentang SOROAKO n DANAU MATANO wah sekalian jadi tim sukses n duta pariwisata nih.....Thx
@ July 31, 2007 13:51
Membangun daerah di luar Sorowako memang perlu commitment dari bbrp stakeholder yang ada. Tidak bisa dipungkiri dimana ada gula disitu ada semut.
Buat yang kangen sorowako, mampir ke sini : www.sorowako.net banyak foto dan gambar tentang sorowako.
@ August 5, 2007 19:15
Kepada Bp. Yaniesbe, Terimakasih atas infonya untuk saya boleh mengetahuai banyak hal tentang sorowako lewat www.sorowako.net semoga sukses ya pak.
@ October 29, 2007 11:51
salam buat anak2 sorowako yang diluar sana hehehheh
selamat merindukan kota kerajaan
@ November 3, 2007 15:37
duhh....kangen banget ama soroako...
tempat aku lahir, ampe gede....
tempat belajar berenang, tempat sekolah ...
tempat hiking,...
sudah hampir 10 tahun ga balik, ..
kangen bgt..pgn ngumpul2 lg dngn bahasa sana...
kangen sama guru2 SMP YPS....
halo pak suryo..pa kabar masih ngajar Piano?
gbu beautiful landmarkable i ever had
@ November 20, 2007 20:16
Hikst... Sorowako t4 kelahiranku.. sala juga buat guru TK, SD, SMP, SMA,
See uuu....
@ December 15, 2007 00:01
Saya kecil dan dibesarkan di sana, TK, SD, SMP YPS, is my life, sekarang saya bekerja di Jakarta, entah kapan saya bisa ke sana lagi, salam untuk guru-guru di sana, Pak Basri, Pak Yudho, dll.
@ January 5, 2008 12:47
Indahnya alamku........
Sekarang Saatnya Kita Menjaga......
STOP EKSPLOITASI!!!!!!!!
STOP INCO!!!!!!!!!
INGAT....GLOBAL WARMING?????
@ January 21, 2008 13:28
Mohon Infonya donk kalo mau ke Danau Matano Nginepnya d mana yah???
@ May 4, 2008 15:07
Bagi yang pernah belajar di Soroawako, ucapan salam dan terima kasihnya kepada guru gurunya, terkhusus ke Pak Arnol dan Pak Basri akan saya teruskan.
@ May 7, 2008 13:48
slm buat tmn2 yg ad di smk n 1 malili dan di angkona
n jgn lp buat tmn2 untuk menjaga kelestarian danau matano disana tersimpan banyak memori tentang teman2 dulu sewaktu masih di malili
@ September 2, 2008 13:59
kangen skali ma soroako.....
smoga soroajo bisa lebih baek lagi. amin
@ October 5, 2008 03:12