Artikel:

Kupotret Losari di Sibuk Malam

kubiarkan malam menggiring inginku
ke pantai, dewanya ombak menepi
ladangnya penyupenyu berlari
kutiba di sana, gemerlap lampu kerlip
kunangkunang menarikan "tari padduppa" di bawah sorotnya
berbinar dari deretan PK lima
menyambutku, seakan menegur dalam bisik:
selamat datang, silakan masuk !!!
kuhempas ragaku terduduk.
Tak lama mi titi dan es teh menghampiriku.
Hmmmh... "nyamanna kauwe!!!"

hampir bersamaan dengan sesuap pertama
suara permisi pengamen muda yang siap berlagu dengan gita.
mendekap gitar tua yang ramai oleh tempelan stiker
mengenakan jeans butut sana sini sobek
jga kaos oblong dekil, mungkin tiga hari tak terganti.

"mengertilah.. perempuanku. Jalan masih teramat jauh. Mustahil berlabuh, bila dayung tak terkayuh. Maaf cintaku. Aku menggurui kamu. Maaf cintaku, aku nasehati kamu" (iwan fals – maaf cintaku)

masih berdendang sang pengamen dengan tembangnya.
Diiringi riuh gemuruh riak berkejaran
yang menanti bibir pantai akhir hempasan
seperti pengamen yang menunggu recehan dariku
yang segera kurogoh dari saku belakang
rok panjangku.

-ndy020406-

Posted on October 5, 2006 9:04 AM |

Tulis komentar anda

(Komentar akan melalui proses moderasi.)



 Lainnya: