Artikel:

Perayaan Natal di Berbagai Negara

Hari Natal dirayakan secara besar-besaran di Amerika Serikat, maupun negara-negara barat lainnya. Orang-orang atheis pun merayakannya dengan bersemangat seperti umat Kristen.

bz!PlesirMeskipun banyak dari mereka yang memandang Hari Natal sebagai saat untuk memusatkan perhatian pada peristiwa kelahiran Yesus Kristus, tetapi hampir setiap orang menganggapnya sebagai musim untuk banyak berbelanja. Tidaklah mengherankan kalau Hari Natal juga merupakan hal yang sangat menghebohkan di Asia. Diskon besar-besaran di toko-toko, promosi untuk berbelanja dengan sebutan "Christmas Sale", "End of Year Sale", dan lain-lain.

Natal dan Pohon Natal

Hari Natal sangat identik dengan pemasangan pohon natal. Pohon natal yang dimaksudkan di sini, merupakan pohon cemara dengan berbagai macam hiasan natal yang dipasang di pohon tersebut. Dan kemudian di ujung pohon natal tersebut dipasangkan sebuah bintang yang besar, dianggap sebagai bintang Bethlehem, bintang yang bersinar terang saat kelahiran Yesus Kristus. Tradisi pohon Natal ini, berasal dari negara barat sebab Natal di negara barat identik dengan pohon cemara yang mempunyai tumpukan salju baik pada dahan, maupun terbentang di bawah pohonnya. Dan pohon cemara di musim dingin, merupakan satu-satunya pohon yang selalu hijau daunnya, karena tidak meranggas di saat musim dingin.

bz!PlesirKemudian tradisi ini diikuti oleh banyak orang, hingga sampai sekarang di mana ada perayaan Natal, pasti ada pohon Natal. Pohon Natal bukanlah suatu keharusan di gereja maupun dirumah sebab ini hanya merupakan simbol agar kehidupan rohani kita selalu bertumbuh dan menjadi saksi yang indah bagi orang lain "evergreen". Pohon Natal (cemara) ini juga melambangkan "hidup kekal", sebab pada umumnya di musim salju hampir semua pohon rontok daunnya, kecuali pohon cemara selalu hijau daunnya.

Perbedaan Perayaan Natal

Cuaca tropis di Asia selalu panas, sangat panas. Berenang di udara terbuka pada Hari Natal menyenangkan, tetapi agak kurang tepat. Di Singapura, mereka menamakan event untuk kedua bulan terakhir di akhir tahun ini sebagai "Christmas in the Tropics". Perayaan Natal di sini terasa berbeda, dengan menikmati udara tropis dan berbagai macam dekorasi, musik dan warna berada di mana-mana. Singapura mendadak menjadi Taman Natal yang indah, dihias dengan daun keemasan, burung surgawi yang berwarna-warni dan lampu-lampu hias yang mempesona. Untuk menambah meriahnya suasana perayaan, setiap jendela toko dan pusat perbelanjaan dihias dengan sangat menarik dan waktu belanja Natal pun diperpanjang hingga tengah malam.

Di Amerika, pada hari Natal mestinya dingin, sangat dingin, dan salju turun di mana-mana, seperti di Korea. Namun, gagasan mengenai salju melebihi kenyataan, dan karena itu lagu yang dinyanyikan Bing Crosby "I'm Dreaming of a White Christmas" merupakan salah satu rekaman lagu terlaris di Amerika.

bz!PlesirAda satu hal yang terlihat kontras. Meskipun perayaan hari Natal itu merupakan peristiwa keagamaan di Amerika, namun tidak demikian halnya di Asia. Di beberapa negara Asia, hanya sekitar seperdua-belas penduduk di sana yang beragama Kristen. Karena Hari Natal demikian penting bagi pemeluk agama Kristen untuk menguatkan kepercayaan mereka, merayakannya sebagai golongan minoritas memberikan arti khusus pada peristiwa itu. Misalnya, sebuah keluarga di Singapura menghadiri upacara misa tengah malam menjelang Hari Natal, dan kemudian menyanyikan lagu-lagu Natal dalam Bahasa Mandarin kira-kira pada pukul tiga pagi setiap tahun.

Satu hal lagi yang membedakan perayaan Natal di barat dan di Asia, perayaan Natal di Amerika tidak mencerminkan kebiasaan zaman kolonial seperti di banyak daerah Asia. Menurut tradisi Inggris, banyak warga masyarakat Kristen Singapura dan Sri Lanka saling memberikan hadiah Natal, pada tanggal 26 Desember, yang dikenal sebagai "Boxing Day". Dengan demikian memberikan banyak waktu bagi gereja dan keluarga untuk merayakan Natal.

Persamaan Perayaan Natal

Di sebagian besar negara Asia, perayaan Natal telah menjadi bagian dari kegiatan pada akhir tahun, demikian pula di Amerika. Di Jepang, banyak orang memasang pohon-pohon Natal, toko-toko serba-ada memainkan lagu-lagu Natal, dan banyak orang saling memberikan hadiah Natal. "Masyarakat Jepang cenderung mengubah berbagai hal dari luar negeri menjadi sesuatu yang khas Jepang," demikian tulis seorang wartawan Jepang.

Thailand juga merayakan Hari Natal secara terbuka, meskipun 95 persen penduduknya beragama Budha. "Kami merayakan Hari Natal", kata seorang Thailand, "karena rakyat Thailand ingin bergembira dan masyarakat kami terbuka, dan bertoleransi terhadap agama-agama lain."

Cina mengakui Hari Natal "dengan semangat yang semakin besar" kata seorang pengamat. Masyarakat Kristiani telah bertambah jutaan dalam 20 tahun ini. Cina juga beruntung dengan menjadi negara produsen terbesar di dunia dengan paling banyak memproduksi mainan anak-anak untuk Natal. Ekspor produk Cina untuk Perayaan Hari Natal dalam tahun 2003 bernilai 1,5 milyar dolar.

Satu sebab mengapa Hari Natal demikian besar dampaknya di seluruh dunia, adalah karena lambangnya tetap sama, meskipun masing-masing budaya di dunia mempunyai cara-cara sendiri yang unik untuk menyatakan perasaan mereka pada Hari Natal.*** (rara)

Diambil dari berbagai sumber.


Posted on December 6, 2006 12:01 AM |

Tulis komentar anda

(Komentar akan melalui proses moderasi.)



 Lainnya: