Sop Buntut
Tradisi Natal dalam keluarga kami biasanya makan malam bersama keluarga besar setelah misa malam Natal, kebetulan rumah orang tua kami hanya beberapa ratus meter jaraknya dari gereja. Hidangan yang paling ditunggu-tunggu adalah sup buntut. Selalu hadir dalam menu malam Natal.
Setelah kami, anak-anaknya sudah berumah tangga sendiri, beliau menurunkan resepnya kepada kami. Sangat simpel sekali, tidak menggunakan bumbu macam-macam, kalau menurut ibu saya rasa dari dagingnya sendiri sudah enak, jadi tanpa banyak bumbu pun sudah dipastikan akan enak hasilnya.
Khusus menyambut Ulang Tahun Blogfam yang ke 3 dan juga hari Natal dan Tahun Baru, saya mau berbagi resep Sup Buntut andalan ibu saya itu.

Bahan:
1.5 kg buntut sapi yg sudah dipotong2
4 bh bawang putih (yg agak besar ukurannya), memarkan
1 bh tomat yg agak besar, potong menjadi 4 bagian
1 btg daun bawang, iris lebar2 ( 3cm)
1 tangkai daun seledri, utuh diikat
200 gr baby carrot l, potong 2 cm
200 gr kentang, potong kotak (bisa juga kentang bulat2 kecil)
air untuk merebus daging, kira2 2 lt
bumbu kaldu sapi
margarin untuk menumis
garam secukupnya
Cara membuat:
- Rebus buntut sapi sampai empuk, sambil sedikit2 dihilangkan lemak yang mengapung di atas air kaldu. Kalau menggunakan pressure cooker, cukup 10 menit saja supaya daging tidak hancur
- Siapkan pan kecil, tumis bawang putih menggunakan margarin
- Masukkan kentang dan wortel. Kalau kuah berkurang bisa ditambah lagi dengan air matang.
- Masukkan bawang putih yg ditumis ke dalam kuah daging (tanpa menyertakan minyak tumisan)
- Setelah daging dan sayuran empuk, masukkan seledri, tomat dan daun bawang, garam sedikit dan bubuhkan dengan bumbu kaldu rasa sapi.
- Kalau sudah enak angkat, siap dihidangkan.
Selamat ulang tahun yang ke 3 untuk Blogfam, semoga tetap eksis dan semakin meningkat prestasi-prestasi yang dicapai. Tak lupa saya juga mengucapkan Selamat Hari Natal dan Tahun Baru 2007. Semoga Damai Natal beserta kita semua.
salam,
Ika
