Film-film Indonesia 2006
Tahun 2006 tampaknya menjadi tahun kebangkitan film Indonesia, walaupun mungkin masih jauh untuk dikatakan sebagai tuan rumah di negeri sendiri. Para sineas mulai berlomba untuk menciptakan sebuah karya yang ingin dipertontonkan ke khalayak ramai. Mulai dari film dengan tema misteri (yang masih menjadi tema yang banyak diminati), percintaan, drama, hingga komedi, mewarnai perfilman Indonesia. Lebih dari 20 judul film yang muncul di layar bioskop tanah air, yang tak hanya dibintangi oleh pemain “senior” tetapi juga “junior” dan bahkan pendatang baru.
Perbincangan Hangat
Beberapa film yang menjadi perbincangan di masyarakat, di antaranya adalah:
- Berbagi Suami

Film karya Nia Dinata ini mengetengahkan tema yang umum tetapi cenderung tabu untuk dibicarakan, poligami. Suatu tindakan yang memiliki korelasi langsung dan tidak langsung dengan pola berpikir dan juga sudut pandang dari aspek sosial maupun religi. Film yang bercerita tentang 3 wanita dari latar belakang kebudayaan yang berbeda tetapi memiliki satu kesamaan, yaitu memiliki suami yang melakukan poligami. Film ini mengundang banyak opini dan juga rasa penasaran bagi para masyarakat, sehingga tak mengherankan bila film ini cukup lama diputar. (Cast : Jajang C Noor, El Manik, Ria Irawan, Ira Maya Sopha, Tio Pakusadewo, Shanty, Monique).
- Heart

Film yang memiliki kemiripan dengan tema film-film tahun 1980-an, cinta segitiga, disutradarai oleh Hanny Saputra. Persoalan klasik antara persahabatan dan percintaan. Diramu menjadi sebuah melodrama yang tak jarang mengundang air mata penonton. Kekuatan dari film ini banyak ditunjang oleh original soundtrack yang digawangi oleh Melly dan Anto Hoed. Simak saja lagu 'My Heart', 'Pencinta Wanita' atau 'Sampai Menutup Mata', yang sampai hari ini masih sering terdengar di media audio. Fenomena ini mengingatkan saya terhadap film The Bodyguard yang dibintangi oleh Kevin Costner dan Whitney Houston. (Cast : Nirina Zubir, Irwansyah, Acha Septriasa).
- Denias, Senandung di Atas Awan

Film yang menceritakan tentang perjuangan seorang anak suku pedalaman di Papua, Denias, untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Lika-liku untuk memperoleh pendidikan sangat jelas terlihat di film ini. Segala problematika yang merefleksikan masalah dunia pendidikan disajikan dengan gamblang di bawah komado John De Rantau selaku sutradara. Keindahan Papua yang menjadi setting film inipun tergambar sangat indah. (Cast : Albert Fakdawer, Ari Sihasale, Marcella Zalianty, dan Nia Zulkarnaen).
- Mendadak Dangdut

Dari judulnya saja, masyarakat sudah bisa menebak isi film ini. Ya, sentuhan kehidupan orang yang berkecimpung di dunia musik dangdut di kampung, disajikan secara runtut disini. Perpindahan aliran musik Patricia dari slow rock menjadi dangdut, dengan terpaksa, menjadi tema sentral yang melengkapi ide tentang penyalahgunaan narkoba dan juga usaha aparat kepolisian dalam mengejar pelaku kejahatan psikotropika. Lagu Jablay yang menjadi soundtrack di film ini turut membantu kesuksesan film yang disutradarai oleh Rudy Soedjarwo ini. (Cast : Titi Kamal, Kinaryosih, Dwi Sasono).
Film dan Festival Film Indonesia
Film Indonesia tidak akan terlepas dari Festival Film Indonesia, yang tahun 2006 diselenggarakan pada tanggal 21 Desember lalu. Kejutan banyak terjadi pada penyelenggaraan tahun ini. Berbagai polemik, serta pro dan kontra hingga hari ini masih menjadi wacana hangat. Terlepas dari itu semua, berikut hasil dari Festival Film Indonesia (FFI) 2006 :
• Film Terbaik : Ekskul
• Sutradara Terbaik : Nayato Fio Nuala (Ekskul)
• Pemeran Utama Wanita Terbaik : Nirina Zubir (Heart)
• Pemeran Utama Pria Terbaik : Albert Fakdawer (Denias, Senandung di atas awan)
• Pemeran Pendukung Pria Terbaik : El Manik (Berbagi Suami)
• Pemeran Pendukung Wanita Terbaik : Kinaryosih (Mendadak Dangdut)
• Penulis Skenario adaptasi cerita terbaik : Garin Nugroho dan Armanto (Opera Jawa)
• Penulis Skenario Cerita Asli Terbaik : Jerimiah Nyangoen, Masree Ruliat, Monty Tiwa, dan John De Rantau (Denias. Senandung di atas awan).
• Penata Musik Terbaik : Rahayu Supanggah (Opera Jawa)
• Film Dokumenter Terbaik : Gerimis, Kenangan Dari Sahabat Terlupakan
• Film Cerita Pendek Terbaik : Harap Tenang, Ada Ujian
• Penata Artistik Terbaik : Wencislaus (Berbagi Suami)
• Editor Terbaik : Aziz Natandra (Ekskul)
• Penata Suara Terbaik : Badiel Revaldo (Ekskul)
• Sinematografi Terbaik : Yudi Datau (Denias, Senandung di Atas Awan)
• Penghargaan Khusus Dewan Juri Film Pendek : Metu Getih (Sutradara Heru Catur Wibowo) dan Tobong (Sutradara Wicaksono Wisnu Legowo).
• Kritik Film Terbaik : Berbagi Suami, Pertanyaan Dua Sisi, penulis Eric Sasono
• Penghargaan Khusus Lifetime Achievement : Mochtar Soemodimedjo, MA
• Penghargaan Khusus Njoo Han Siang : PT SinemArt Indonesia.
*** (Mamat)
Posted on January 9, 2007 5:00 AM | Permalink

Komentar (8)
buat film yang keren dong.jangan nyontek terus.malu dong
@ February 22, 2007 15:40
ekskul emang kereen... dan gw rasa cuma ost na aja yg sama. tpii at all sich kereen banget!! salluuuut dehh,., apalagi ma ramon yang keren banget.
love cha!!!!
@ February 23, 2007 23:05
apakah cinta akan tumbuh begitu saja.dan hilang begitu saja karna cinta,bisa membuwAT kita akan sealu ingat padanya,kenapa semua film di tanah air mengisahkan tentang cinta.
@ March 2, 2007 15:05
Kenapa sekarang banyak Rumah Produksi yang membikin film-film bertemakan tentang hantu-hantu, padahalkan kita sekarang sudah masuk dunia modern, masa' masih percaya sama hantu, ha ha ha. Seharusnya Rumah Produksi membikin film yang bertemakan pendidikan. Biar anak2 muda biar pandai, he he he.
@ March 10, 2007 07:18
indonesia jangan bikin film horror terus donk!!! bosen tau......sekali kali bikin film2 yg action kaya mission impossible ama tomb raider... lagian juga film horrornye sama sama aje ama film horror yg sebelumya...
@ October 15, 2007 21:31
kalau saya boleh kasih saran, cobalah kalian para sutradara/produser membuat film yang bermutu yang berguna untuk masa depan anak cucu kita. jangan film yang bertemakan setan ataupun cinta anak "SD" karena itu tidak mendidik. jangan kita hanya memikirkan film yang bisa menjadikan banyak uang tapi kita pikirkan mutu dan kualitasnya, sebab dan akibatnya. ok... semoga saran saya diterima. terima kasih.
@ November 7, 2007 14:48
Blogmagazine, minta info dunk bout casting rudi soedjarwo di sby..tempat castingny dmn y :)
e-mailqw mayang_riyadi@yahoo.co.id
thx thx
@ January 15, 2008 20:19
hem... aku tetep gak tertarik sama banyaknya film indonesia yang bermunculan. tapi aku hargai usaha para sineas yang udah dengan gigih(mungkin) buat ngehasilin film yang bremutu. soal beberapa film yang dikupas di atas, aku tertarik sama berbagi suami. aku suka penggarapan dan ceritanya. hehehe... dan aku enggak mau dipoligami. okh! maju terus pelm indonesia yang sering bikin aku geleng2 kepala. haduh...
@ March 9, 2008 15:53