Memotret Saat Tamasya
Tips & Trik Bagi pemula
Beberapa hari lalu saya menjumpai seorang rekan di sebuah tempat bersantai di salah satu mall. Tak hanya cendera mata tapi juga cerita menarik saya peroleh saat itu, buah dari perjalanan rekan saya keliling Singapore, Malaysia dan Thailand untuk beberapa hari. Cerita-cerita serunya mengalir mengingatkan saya untuk menagih buah tangan yang selalu saya minta pada setiap teman saya yang berlibur ke suatu tempat. Apalagi kalau bukan foto-foto! Seketika muka rekan saya berubah kecewa dan jengkel. "Kacau!" ucapnya singkat.
Semua setuju banyak hal yang bisa kita kenang dan ceritakan melalui penuturan sebuah foto. Wajar bila momen-momen tertentu akan berkurang maknanya tanpa kehadirannya. Terlebih saat berada pada momen tamasya ke suatu tempat yang jauh ataupun mungkin tak bisa kita kunjungi kembali untuk kedua kali. Sungguh menjengkelkan di situasi seperti ini bila kamera kita tidak bisa mengabadikan moment hanya karena hal kecil seperti memory card sudah penuh atau battery-nya low batt misalnya.
Untuk itulah jauh hari sebelumnya ada baiknya mempersiapkan peralatan dokumentasi kita, utamanya kamera dan segala perlengkapannya sebelum pergi. Supaya lebih menarik lagi ada baiknya kita belajar dasar-dasar teknik memotret hingga photo yang dihasilkan tidak saja mempunyai nilai historis namun juga makna artistik. Berikut beberapa panduan memotret saat tamasya yang bisa dijadikan catatan kecil saat momen itu tiba.
Peralatan
a. Kamera
Berbagai macam pilihan kamera bisa kita bawa dan gunakan. Mulai dari kamera pocket, amatir ataupun professional baik yang digital maupun analog. Bahkan kamera handphone-pun memungkinkan kita bawa. Pastikan kinerja kamera tersebut masih bagus untuk digunakan. Selain itu atas pertimbangan hasil yang akan didapat dan kemungkinan banyaknya bawaan yang akan Anda bawa, pastikan membawa kamera yang tepat. Kamera pocket tentunya akan praktis untuk diselipkan di antara bawaan daripada kamera professional. Namun bila dipertimbangkan kualitas menghadapi medan, kamera professional akan menjadi pilihan.
b. Battery
Meskipun kecil namun battery bukanlah hal yang sepele. Meski demikian tak sedikit orang yang lupa untuk memperhatikannya. Sebagian kamera mempunyai battery lithium yang sesuai dengan tipe kameranya dan sebagian lagi memakai battery tipe AA. astikan Anda mengecek ketersediaan power di battery kamera untuk mencukupi kebutuhan Anda nantinya. Estimasi berapa banyak jepretan yang bisa diambil oleh battery dalam keadaan penuh sehingga Anda bisa perkirakan perlu tidaknya membawa battery cadangan. Seringkali orang lupa bahwa tempat yang disinggahi kadang tidak ada yang menjual battery yang setipe, tidak ada tempat untuk men-charge battery atau malah lupa sama sekali bahwa men-charge battery itu mememerlukan waktu yang lama hingga akan banyak membuang waktu.
c. Memory Card
Bila Anda menggunakan kamera digital, estimasi berapa banyak kebutuhan Anda dalam memotret selama perjalanan dengan setting image quality dan besaran dimensi yang Anda inginkan. Sehingga Anda akan tahu berapa besar memory card yang Anda butuhkan. Ini untuk menghemat waktu Anda untuk mencari tempat guna mentransfer memory card Anda ke CD karena penuh dan juga menghemat bawaan Anda seperti laptop atau memory storage.
d. Tas Kamera
Ada baiknya Anda memakai tas kamera khusus untuk kamera agar aman. Gunakan tas yang sesuai dengan besaran kamera dan peralatan lain yang Anda bawa hingga tidak membebani dan menyusahkan Anda selama perjalanan. Tas kamera ada bermacam bentuk di antaranya selempang, sling dan ransel. Tas selempang akan efektif bila bawaan Anda kecil dan tak berat. Tas sling lebih fleksibel untuk dibawa dan mudah untuk menaruh dan mengambil kamera saat akan digunakan. Sementara tas ransel akan berguna saat membawa beban berat karena beban akan dibagi merata di pundak, namun karena membawanya di punggung harus ekstra hati-hati karena kontrol pengawasan kita akan berkurang. Cobalah untuk berfikir membawa bawaan kita satu tas hingga praktis tak mengganggu aktivitas selama perjalanan.
e. Peralatan pelengkap
Peralatan pelengkap tidak hanya terbatas pada lensa tambahan, memory storage, external flash, tripot saja, namun juga peralatan penunjang yang tidak boleh Anda lupakan untuk dibawa seperti kabel charger untuk battery, tissue pembersih lensa, silica gel, kuas pembersih, card reader, buku manual kamera atau peralatan lain yang Anda rasa penting untuk diikut sertakan.
Teknik
a. Teknik Memotret Pada dasarnya teknik memotret adalah teknik menggabungkan atau memadukan unsur pencahayaan, unsur kecepatan rana dan bukaan diafragma pada kamera. Pada kamera semi professional maupun professional unsur kecepatan rana dan bukaan diagfragma bisa diatur menurut kebutuhan kita. Namun bila kita hanya mempunyai kamera pocket kita bisa mengaturnya lewat menu instantnya seperti menu panorama (untuk memotret pemandangan), menu portrait (untuk memotret objek/profil), menu night (untuk memotret malam), menu makro (untuk memotret obyek sangat dekat, menu kecepatan tinggi (untuk memotret obyek bergerak) dan menu-menu instant lain yang tersedia. Aturlah menu-menu yang ada dengan kebutuhan dan cobalah bereksperimen diluar menu full otomatis untuk mendapatkan hasil yang beda.
b. Pencahayaan
Saat memotret di luar ruang cahaya matahari adalah sumber cahaya yang luar biasa besar pengaruhnya. Sehingga kita harus pandai mengatur dan memanfaatkan jatuhnya cahaya pada obyek yang kita potret. Beberapa tips yang bisa diterapkan saat memotret siang hari:
- Gunakan elemen yang bersifat memantulkan cahaya seperti pakaian yang cerah, tembok putih, mobil yang berkilau untuk menghilangkan kekontrasan bayangan pada obyek.
- Cahaya matahari yang penuh akan bagus untuk memotret pemandangan secara detail namun untuk memotret profil akan menimbulkan bayangan yang kuat pada dagu atau hidung yang sangat mengganggu. Untuk itu perlu dibantu dengan adanya lampu kilat fill in. Atau cobalah untuk menunda pemotretan barang sebentar hingga cahaya sedikit tertutup awan dan memberi efek lembut dan tersebar.
- Manfaatkan waktu terbaik dalam pemotretan yang jatuh antara pukul 06.00-10.00 atau pukul 14.00-17.00.
- Gunakan siluet jatuhnya bayangan pada bagian tertentu dari obyek untuk mendapatkan efek yang berdimensi dan artistik.
- Efek cahaya dari depan akan membentuk photo yang merata dan datar, efek dari samping akan memberikan efek kedalaman dan dramatis sementara efek dari belakang akan membentuk siluet yang dramatis.
- Cahaya matahari di waktu pagi akan memberikan efek kuning, matahari terbenam akan membiaskan warna coklat dan warna bening akan didapat saat matahari tepat menunjukkan pukul 12 siang.

c. Komposisi
Komposisi adalah bagaimana menempatkan obyek photo pada bidang pemotretan sehingga menghasilkan point of view. Obyek secara keseluruhan akan disatukan melalui point of view tersebut. Wajar bila komposisi akan menentukan artistic tidaknya sebuah photo. Komposisi banyak berkenaan dengan rasa sehingga selalulah mencoba mengasah kepekaan untuk mendapatkan komposisi yang maksimal. Selain itu cobalah untuk mensiasati dengan mengatur sudut pemotretan yang tepat dan unik. Beberapa unsur komposisi diantaranya:
- Pola: Pola/pengulangan merupakan unsur yang indah untuk dilihat. Jajaran pilar, deretan lampu jalan, anak sekolah berbaris, deretan pot bunga dan lainnya merupakan obyek yang menarik untuk diabadikan. Hasil terbaik bila komposisi pola dan obyek selaras atau malah kontras. Bukan saling bertabrakan.
- Garis: obyek yang membentuk garis bisa di ekspose seperti pagar, jalan, pohon, horizon dan lainnya. Garis bisa berupa garis diagonal, vertical, horizontal bahkan lengkung. Letakkanlah elemen garis ini di sepertiga bidang pemotretan.
- Warna: Warna akan memperkaya dan menghidupkan photo. Padu padankan warna yang senada atau kontras dalam jepretan Anda untuk menghasilkan hasil yang maksimal. Pelajarilah karakter warna untuk memberi makna pada komposisi yang Anda buat.
Kesiapan
Dalam perjalanan seringkali obyek dan ekspresi yang bagus datang begitu tiba-tiba dan cepat sekali hilangnya. Kita tidak bisa kembali mengulang ataupun mendapatkan moment itu saat kita tidak siap. Untuk itu beberapa tips berikut bisa jadi acuan:
- Persiapkan semua perlengkapan memotret dalam keadaan “siaga” selama perjalanan ke tempat-tempat menarik sehingga Anda bisa mengcover semua moment menarik di tempat tersebut.
- Jangan sayang untuk menjepret obyek selama perjalanan beberapa kali untuk mendapatkan hasil maksimal. Carilah sudut-sudut pemotretan yang tak biasa untuk mendapatkan hasil yang beda.
- Gunakanlah bantuan tripot mini dan timer agar gambar Anda bisa masuk ke dalam photo tanpa perlu bersusah payah meminta bantuan orang lain yang belum tentu mampu memotret sebaik Anda.
- Tak ada photo yang terbuang. Jadi cobalah memaksimalkan photo-photo reject hasil perjalanan Anda dengan photoshop siapa tahu akan mendapatkan kembali photo-photo unik.
- Jangan lupa menyimpan hasil jepretan Anda pada folder-folder yang tersusun rapi supaya memudahkan Anda untuk memilih dan memilah bila akan mendevelopnya nanti.
Dengan perencanaan dan persiapan matang dalam hal dokumentasi untuk perjalanan tamasya Anda, saya yakin tak akan ada kata “kacau” seperti ungkapan rekan saya di atas. Saya pun akan bersenang hati menitipkan pesan oleh-oleh photo bila Anda pulang nanti.
Salam jepret!
*** (Sam)
Posted on January 9, 2007 1:00 AM | Permalink

Komentar (3)
wah photonya bagus banget, dah
@ May 18, 2007 16:54
hmm kalo saya....m tanya2 soal photoshop boleh ga?
thx
@ June 7, 2007 21:03
Sip bgt tuh. Gw dpt ilmu lg deh. Mas minta teknik2 memotret donk, krim ke email sy. Thx
@ February 5, 2008 16:27