Sebuah Mimpi yang Jadi Nyata
Tepat tanggal 6 Februari 2007 tahun ini, usia majalah online bz!Blogfam memasuki usia 1 tahun. Jika dirunut sejarah awalnya berdiri, bz! tidak serta merta lahir di ranah cyber. Ada rentang proses yang cukup panjang menyertainya. Termasuk di antaranya diskusi panjang untuk merancang konsep terbaik majalah online Blogfam yang dapat mengakomodir berbagai segmen pembaca dan tidak terbatas pada anggota Blogfam belaka.
Adalah Labibah "Maknyak" Zain yang melontarkan ide e-zine (Majalah Online) pertama kali di ruang khusus admin dan moderator forum blogfam tanggal 28 November 2005. "Kira-kira memungkinkan gak ya secara teknis kita bikin situs Blogfam e-zine. Semacam majalah Online yang isinya gak jauh-jauh beda dari forumnya tapi untuk yang ezine ini dibentuk redaksi yang bertugas menyeleksi tulisan secara serius dan tulisan ini kita muat di Blogfam e-zine. Di update bulanan apa mingguan gitu. Kita bikin dari dunia ibu, dunia bapak, dunia remaja, dunia anak-anak, dunia blog dll. Bentuknya gak usah pake image macem-macem. Cukup sederhana saja biar mudah loadingnya, user friendly dan informatif," demikian isi posting Maknyak. Spontan dalam waktu singkat, posting tersebut mendapat tanggapan positif dari admin dan moderator blogfam. Berbagai saran dan usulan konsep berdatangan.
Untuk menindaklanjutinya, topik ini dibawa khusus dalam pembahasan lebih spesifik di "ruang bawah tanah" manajemen blogfam tanggal 9 Januari 2006. Elsa van der Veer--salah satu admin Blogfam--langsung dinobatkan sebagai Pemimpin Redaksi e-zine dibantu oleh Yana "Yna" Mintaraga dan Rane "Jaf" Hafied masing-masing sebagai Redaktur Pelaksana. Dan pembicaraan pun lebih mengerucut ke arah teknis dan redaksional. Format e-zine dirancang secara sistematis termasuk masalah rubrikasi artikel, desain dan pemasangan iklan.
Perekrutan Jabrik (Penanggung Jawab Rubrik) serta staff bagian iklan pun dimulai. Sejumlah nama yang dianggap potensial untuk duduk di jajaran redaksi mulai diundang masuk dan denyut-denyut awal bz! berdetak cepat. Ketika para Jabrik baru bergabung, pembicaraan mulai mengarah kepada nama, format serta periode penerbitan majalah e-zine ini.
Usulan nama pun berdatangan dari segala penjuru. Mulai dari www.majalah.blogfam.com, www.serba.blogfam.com, www.virtualita.blogfam.com, www.blogfam-magazine.com, www.kabar.blogfam.com, www.bz.blogfam.com, www.siar.blogfam.com, www.warta.blogfam.com, dan lain-lain. Setelah berdiskusi secara online melalui ruang redaksi yang sudah disediakan di forum, akhirnya terpilihlah nama bz! sebagai nama majalah online Blogfam. Nama ini diusulkan pertama kali oleh Yna yang menjabarkan makna huruf "b" dari bz melambangkan blog dan blogfam, "z" adalah kependekan dari "magazine"(majalah) dan tanda seru dibelakangnya melambangkan harapan agar bz! menjadi perhatian dari segenap pihak.
Berdasarkan usulan dari Amril, ditetapkan pula waktu penerbitan bz! adalah setiap tanggal 6 tiap bulan yang disesuaikan dengan momentum tanggal kelahiran Blogfam yang diperingati setiap tanggal 6 Desember. Setiap edisi bz! akan menampilkan tema-tema tertentu yang dibahas secara spesifik di Rubrik Tetap dan dilengkapi dengan serangkaian artikel khusus di Rubrik Artikel. Tidak hanya itu, bz! juga melibatkan warga "kelurahan" (istilah khusus untuk wilayah domisili anggota Blogfam) tertentu untuk menjadi kontributor artikel di bz!. Pada edisi bulan Oktober 2006 lalu Blogfam Kelurahan Makassar mendapat giliran mengisi seluruh artikel di bz!.
Tepat tanggal 6 Februari 2006, edisi perdana bz! tampil ke ranah cyber. Dalam edisi perdana tersebut Maknyak memberikan kata pengantar yang salah satu isinya yakni: "Dengan lahirnya blogfam magazine yang disingkat bz! ini, dapat menularkan virus-virus positif -ngeblog- kepada masyarakat luas agar mereka mengerti dunia blog dan turut menyuarakan hati nurani serta ide mereka lewat blog sehingga suara-suara masyarakat dari berbagai kalangan dan profesi yang tergabung dalam forum Blogfam dapat dibaca oleh semua pengunjung dan pada perkembangan selanjutnya, mudah-mudahan, Indonesia kita dapat dibangun sesuai dengan nurani."
Pada momen berbahagia ulang tahun pertama ini, kami akan menampilkan orang-orang yang berada di "balik layar" bz!.
Elsa "Sa" van der Veer - Pemimpin Redaksi, Belanda
Sarjana Pendidikan IKIP Jakarta (sekarang UNJ) yang bermukim di Hoofddorp- Belanda ini bergabung di bz! sejak edisi perdana. " Saya suka mencoba hal yang baru. Menulis bukan kemampuan terbaik saya, tapi karena itulah saya membuat blog. Sekedar membuktikan diri sendiri bahwa saya bisa mencoba sesuatu yang sama sekali baru. Begitu juga dengan bergabung di bz!," ungkap wanita yang saat ini bekerja sebagai tenaga kerja temp. di bank pemerintah Belanda, Amsterdam.
Sa --demikian nick name di Blogfam-- lalu menyatakan, kesukaran terbesar saat mengejar deadline adalah waktu luang untuk konsentrasi penuh di akhir penerbitan. Kombinasi beberapa urusan offline biasanya menjadi kesukaran online terbesar. "Tapi syukurlah dunia maya ini masih diisi dengan aliran kata maklum." Perbedaan waktu online diakui olehnya juga merupakan satu kendala. "Waktu luang saya yang sore-malam hari adalah waktu tidur pulas tim redaksi yang kebanyakan di bertempat tinggal di Indonesia.. hehe," candanya.
Sa lalu menambahkan kemudahan yang ia temui, "Saya salut banget dengan ikatan batin dan semangat yang ada antara tim redaksi dan bz!. Kalau tidak ada mereka, apalah arti seorang pemimpin redaksi. Apalah arti bz!. Isi artikel menjadi pandangan kedua saya ketika menerima artikel yg masuk. Semangat tim redaksi yang dengan suka rela memberikan perhatian setiap bulannya, di tengah kesibukan harian yang saya yakin jauh lebih penting, sudah menjadi arti yang amat sangat banget bagi bz!." Sa berangan-angan dapat berkumpul di satu tempat satu waktu dengan tim redaksi secara offline, kopdar dan membicarakan secara bersama-sama pengembangan bz!. "Apa daya, tempat tinggal kami tersebar di berbagai belahan dunia," ujar Sa yang juga merupakan salah satu admin Blogfam ini.
Sebagai pemimpin redaksi, tugas Sa tiap bulan adalah 'mengatur lalu lintas' dengan rincian; awal: membuka diskusi penampilan tema, di pertengahan: memonitor pengumpulan artikel dan akhir: meng-klik publish edisi bulanan. Sa lalu mengungkapkan edisi yang paling menarik baginya adalah edisi yang pertama. "Pengalaman pertama selalu memberikan kesan yang tersimpan lama walaupun bentuknya saat itu tidak teratur seperti sekarang. Tapi itulah kami, seperti bayi yang baru saja lahir. Penuh dengan ketidakmampuan di sana sini," katanya.
Arti bz! baginya sama dengan jam weker bulanan. "bz! mengingatkan adanya angka 6 di setiap bulan, setiap edisi dengan aneka cerita, baik yang menyangkut isi artikel, cerita di ruang redaksi, maupun nuansa pembagian waktu luang untuk onlen dari kehidupan sehari-hari," tuturnya menutup perbincangan.
Amril Taufiq Gobel - Redaktur Pelaksana Rubrik Tetap, Jakarta
Lelaki kelahiran Makassar 9 April 1970 yang baru saja meluncurkan buku blog sang anak, Rizky, ini mengaku motivasinya bergabung dengan bz! adalah dalam rangka menyalurkan hasrat birahi. Lho??. "Maksudnya, hasrat birahi menulis!" tambahnya berseloroh. Amriltgobel--demikian nicknamenya di Blogfam--sudah memiliki pengalaman menulis dan mengelola penerbitan selama masih menjadi mahasiswa 15 tahun silam. "Dengan bergabung di bz! sekaligus pula melampiaskan rindu menulis saya di media," ujar Amril yang sebelumnya pernah menjadi Redaktur Pelaksana Penerbitan Kampus "Identitas" Universitas Hasanuddin 1992-1993 dan Pendiri/Pemimpin Redaksi Surat Kabar Mahasiswa "Channel 9" Fak.Teknik Unhas 1993-1994.
"Selain itu," tambah alumni Teknik Mesin Unhas yang sekarang bekerja sebagai koordinator logistik di salah satu kontraktor pengeboran minyak dan gas bumi ini," saya bermaksud untuk memberikan kontribusi terbaik buat Blogfam, sebuah komunitas maya yang hangat, yang telah memberi saya ruang begitu besar untuk berekspresi dan berbagi."
Sebagai redaktur pelaksana menggantikan Rane "Jaf" Hafied, tugas Amril antara lain: Menyiapkan materi untuk Rubrik Tetap (bz!aktual, bz!tamu, bz!jumpa dan bz!suara). Persiapan tersebut termasuk menghubungi dan melakukan wawancara pada responden, merangkumnya dalam artikel serta mempersiapkan materi pendukung berupa foto, capture web, link website terkait, dll.
Amril lalu mengungkapkan kesulitan yang dirasakan selama menjadi Redaktur Pelaksana bz!, "Kadang-kadang responden yang dihubungi tidak segera memberikan konfirmasi kesediaan untuk diwawancarai. Ini menyulitkan sekali dan di saat tenggat mendekat, kami mesti mempersiapkan responden alternatif secara cepat. Ada juga responden sudah memberikan konfirmasi untuk diwawancarai namun jawaban atas pertanyaan yang dikirimkan (biasanya via email agar tidak mengganggu aktivitas responden yang bersangkutan) telat tiba di saat deadline. Saya mesti pontang-panting merangkumnya. Tapi gak apa-apalah ini sudah menjadi sebuah romantika yang kerap saya alami sejak masih aktif jadi jurnalis mahasiswa tempo hari," tutur ayah dua anak ini. "Untunglah," lanjutnya lagi, "rekan-rekan redaksi bz! memberikan dukungan yang sangat berarti sehingga segalanya bisa jadi lebih mudah."
Komunikasi secara online antar redaksi bagi Amril bukanlah kesulitan. Bahkan keunikan tersendiri. "Apalagi kru bz! kebanyakan tidak berada dalam satu lokasi yang sama. Komunikasi online dapat dijadikan pilihan yang sangat strategis untuk koordinasi soal penerbitan. Kendala teknis mungkin terjadi adalah koneksi internet (khususnya di Indonesia di mana mayoritas pekerja bz! berada) yang lelet dan kadang byar-pet dan juga perbedaan waktu dengan pengelola bz! lainnya di belahan dunia lain. Namun saya kira hal ini masih bisa disiasati dengan koordinasi via fasilitas lain misalnya SMS lewat handphone," kata Amril yang mengaku edisi favoritnya adalah edisi Agustus 2006 karena pembahasannya aktual, mendalam dan komprehensif.
Mengakhiri perbincangan Amril yang di awal bz! berdiri menjadi Jabrik bz!kreasi dan saat ini juga menjabat sebagai salah satu moderator blogfam, mengungkapkan arti bz! baginya, "Sebuah media berekspresi dan berbagi sekaligus sebuah ruang belajar yang memberikan pencerahan batin dan aktualisasi diri," kata penggemar pisang goreng ini.
Yana "Yna" Mintaraga - Redaktur Pelaksana Rubrik Artikel, Serang/Banten
"Saya gabung dengan bz! karena ditunjuk langsung! hehe.. Mungkin waktu pembicaraan awal bahwa Blogfam ingin membuat majalah online, saya terlihat sangat antusias menyambutnya. Maksudnya 'mupeng' banget hihi.. " canda ibu rumah tangga muda yang energik ini. Yna--demikian nicknamenya di Blogfam--mengaku saat diangkat sebagai Redaktur Pelaksana Rubrik Artikel menjadi minder dan gelisah. "Tapi dengan kerja tim bz! yang solid, hingga bz! berusia 1 tahun ini, alhamdulillah saya bisa menjalankan tugas itu. Tentu saja masih banyak kekurangannya, dan saya harus terus banyak belajar dan berbuat lebih baik lagi," kata Yna yang merupakan alumni D-1 Manajemen Informatika dan sesekali mendapatkan proyek mengerjakan desain web ini.
"Sebagai redaktur pelaksana khusus rubrik artikel, maka tugas saya adalah memastikan setiap bz! terbit, maka artikel-artikel itu lengkap terisi sesuai dengan tema per-edisi," ujar Yna menjelaskan tugas yang diembannya. "Kesukaran terbesar saat mengejar deadline adalah internet yg ngadat hehe.. Kalau telatnya jabrik mengirim artikel atau nara sumber yang telat reply atau juga bentroknya pekerjaan menulis dan mengedit artikel bz! dengan tugas nyata saya sebagai ibu rumah tangga juga web designer, syukurnya masih bisa ditanggulangi. Yang artinya bisa mohon kesabaran ibu pemred karena saya bakal telat juga kirim artikelnya ke beliau. Bisa aja menjelang kejar tayang bz!, saya baru ngirim artikelnya," ungkap wanita berusia 32 tahun dan bakal melahirkan anak pertamanya sekitar pertengahan tahun ini.
Bagi Yna, komunikasi online bukanlah hambatan. "Selain via email atau forum Blogfam tempat dewan redaksi rapat, saya bisa kontak tim redaksi via sms atau telepon langsung. Yang penting internetnya (sekali lagi) ngga ngadat," katanya. Lebih lanjut Yna menambahkan, "Komunikasi offline dengan ketemuan langsung, kalau sebulan sekali sama aja gak efektif. Mungkin dari segi teknis, seperti tampilan bz!, yang menurut saya akan menjadi lebih baik jika ada pertemuan offline. Karena membicarakan masalah teknis dan menggambarkan suatu bentuk atau tampilan secara langsung akan lebih leluasa dibandingkan dengan teks (narasi). Ini karena teknisi dan designer juga bisa langsung menunjukkan hasil tanpa menunggu tim redaksi online semuanya."
Setiap edisi ada sisi menariknya, namun menurut Yna yang juga merupakan salah satu jajaran moderator Blogfam, "Di antara 11 edisi bz! yang sudah terbit tentu saja saya sangat terkesan dengan edisi pertama atau perdana. Itulah awal mulanya tim redaksi bekerja sama dengan semangat tinggi tentunya. Menunjukkan pada dunia kehadiran media bz! Sensasinya beda!"
Bagi Yna bz! adalah 'dream come true'. "Salah satu mimpi saya yang jadi kenyataan, bahwa saya bisa menyalurkan hobi menulis dan bekerja sama dengan orang-orang hebat (berkomitmen, senang bekerja, kreatif) dalam sebuah media informasi berupa majalah online. Di bz! saya banyak belajar segala hal, baik mendapatkan informasi, bekerja sama dalam tim, sosialisasi, komunikasi dan lainnya. Dan hebatnya itu bisa saya dapatkan dan lakukan tanpa meninggalkan tugas real atau keseharian saya. Kalau boleh promosi, bz! adalah media informasi yang oke banget untuk semua anggota blogfam khususnya dan blogger Indonesia umumnya untuk dapetin segala informasi perkembangan dunia blog dan blogfam, " tutur Yna mengakhiri perbincangan.
Gozali "Alarix" - Teknisi bz! dan Blogfam, Surabaya
Lelaki muda yang mengaku sebagai Mahasiswa abadi tingkat Abadi sekali di sebuah Perguruan Tinggi di Surabaya ini mengaku direkrut sebagai teknisi di bz! secara otomatis karena kebetulan juga ia merupakan teknisi di forum Blogfam. "Sebagai teknisi, tugas saya setiap bulan saya biasanya nunggu komando dari Pemred bz! (Mbak Sa). Kita janjian kapan online bareng buat mencetak bz!. Di awal penerbitan pernah kami online sampai pagi, sekarang sih cuma 2 - 3 jam selesai. Mudah- mudahan nanti lebih efektif lagi," ujar Alarix yang kadang-kadang menulis untuk rubrik bz!kronika ini mengungkapkan tugas-tugasnya sebagai teknisi di bz!.
Alarix tidak menemukan hambatan yang cukup berat sebagai teknisi. "Hambatannya cuma masalah waktu," katanya. Ia lalu menambahkan, "Zona waktu yang beda 5 - 6 jam antara Indonesia dan Belanda (tempat Pemred bermukim), membuat kami kadang susah janjian untuk online bareng mencetak bz!, di samping juga banyak kesibukan lain di dunia nyata."
"Pertemuan secara offline membicarakan bz! dapat dimungkinkan. Namun, kalau berbicara teknis saya kira tidak terlalu jauh berbeda dengan online," ucap Alarix yang secara bergurau mengaku sangat menyukai edisi bz! yang ada tulisannya, mengungkapkan pendapat mengenai pertemuan secara offline antar pengelola bz!. Saat ditanyakan arti bz! Alarix menjawab, "bz! adalah tempat saya bersosialisasi melalui dunia maya, meskipun saya lebih banyak tidak ingin dikenal."
La Rane "JaF"Hafied - Mantan Redaktur Pelaksana Rubrik Tetap (February-September 2006), Singapura
Lelaki yang saat ini bekerja sebagai jurnalis di radio RSI Singapore ini bergabung di bz! sejak awal berdiri. "Seru juga sama-sama ngerancang konsep bz! dengan sesama calon redaksi waktu itu dan mewujudkannya menjadi nyata hingga seperti sekarang. Pengalaman yang luar biasa menyenangkan terutama karena teman-teman redaksi sangat antusias dengan 'proyek' bz!. Antusiasme inilah yang hingga kini masih menjadi motor utamasebuah proyek kolaborasi sebesar bz!" kata JaF--demikian nicknamenya di Blogfam--mengenang. Ketika ditanyakan motivasinya bergabung di bz!, alumni S-1 Fakultas Komunikasi UI ini menjawab singkat, "Karena membuat sebuah media di internet sudah lama menjadi idaman saya."
Sejak Oktober 2006, karena aktivitasnya dikantor kian meningkat dan menuntut konsentrasi penuh, JaF akhirnya mengundurkan diri sebagai Redaktur Pelaksana Rubrik Tetap di bz! dan posisinya digantikan oleh Amril. Lelaki berusia 36 tahun itu lalu mengungkapkan suka dukanya selama menjadi redaktur pelaksana di bz!. "Kesukaran utama adalah menyeimbangkan antara kegiatan di bz! yang sangat menarik dengan kegiatan di dunia nyata. Ini terutama semakin membuat panik kalau sudah dekat dengan deadline. Kemudahan buat saya adalah karena bidang pekerjaan yang memang di seputar dunia jurnalistik sehingga sebenarnya sudah terbiasa membuat liputan dan menulis artikel," ucap ayah satu orang putri ini.
Bagi JaF, komunikasi online bukanlah hambatan berarti karena selain onlen, katanya, "Kita
biasa saling komunikasi dengan sms untuk membahas penerbitan. Saya sih berharap suatu saat kita bisa kumpul secara 'nyata' alias kopdar rutin untuk saling evaluasi dan komunikasi."
Mengenai edisi bz! yang paling 'nyangkut di hati', JaF yang juga adalah salah satu jajaran moderator di Blogfam menyatakan, "Edisi yang paling berkesan yang saya kerjakan adalah ketika mewawancarai Roy Suryo yang sangat terkenal di beberapa kalangan blogger. Buat saya ide menghadirkan Roy Suryo adalah kesempatan untuk mencari tahu apa sebenarnya yang melatari 'permasalahan' antara sejumlah blogger dengan Roy Suryo. Roy pun dengan besar hati menerima permintaan wawancara saya,yang dilakukan via telepon. Saya juga terkesan pada edisi ulang tahun blogfam dan mudah-mudahan edisi ultah bz! ini."
Sama seperti YNa, bagi JaF, "bz! adalah sebuah obsesi dan mimpi yang jadi nyata. Ia adalah ajang berkarya nyata dari para blogger yang selama ini sering dianggap tidak punya kemampuan atau narsis atau tukang curhat semata. bz! adalah juga sumbangan nyata dari Blogfam kepada dunia blogging di Indonesia, sekaligus juga sarana untuk mengajak lebih
banyak lagi blogger untuk bergabung ke sebuah komunitas terbesar para blogger Indonesia hingga kini: blogfam".
Kehadiran bz! tiap bulan juga didukung oleh para moderator dan admin lainnya. Ada maknyak yang menjadi penasehat, ada vi3 dan itha yang duduk di bagian iklan. Kriwul yang menjadi anggota pendukung aktif di Blogfam juga ikut membantu bagian iklan. bz! juga tidak akan melupakan kontribusi dari Anita yang telah membantu mempersiapkan banner dan logo setiap bulannya.
*** (amril)

Komentar (3)
pengen deh jadi redaksi pelaksananya bz! soalnya kayaknya keren banget gitu bisa jadi redaktur pelaksana.
ada tawaran jadi redakrur gak?
atau hanya bisa ngirim tulisan aja, cara ngirim tulisan?
jawab ke januaribiroe@plasa.com
@ February 27, 2007 19:09
Saya beberapa kali melihat website bz. Sangat menarik. Dapatkah saya menyumbang opini untuk artikel? Bagaimana mekanismenya? Mohon infonya. Atas perhatiannya saya haturkan terima kasih.
@ August 19, 2007 15:24
Terima kasih sudah menyempatkan baca-baca di sini.
Untuk mengirim artikel, saat ini kami masih memberikan prioritas kepada para blogger baik anggota blogfam ataupun bukan anggota blogfam.
Opini yang ada di bagian:
- bz!suara
disesuaikan dengan tema yang ada tiap bulan
- >a href="http://bz.blogfam.com/bzkreasi/" target="_blank">bz!kreasi
bebas, tidak terikat dengan tema bulanan
Kirimkan artikel Anda ke redaksi@blogfam.com
@ August 20, 2007 02:02