Artikel:

Blog Kolaborasi: Sebuah Upaya Berbagi dan Memelihara Kerinduan

BLOG Kolaborasi atau blog yang diasuh oleh beberapa kontributor menjadi sebuah fenomena tersendiri di blogosphere. Ada beragam tema diusung oleh Blog Kolaborasi yang secara spesifik menunjukkan topik bahasan yang dibahas di blog tersebut. Berbagai motivasipun melatari kelahiran blog kolaborasi tersebut.

aktual Simaklah ungkapan Suryatmaning Hani mengenai Blog ASI yang diasuhnya bersama Meutia Chaerani, "Blog ini pertama kali digagas oleh Rani yang juga adalah seorang ibu yang sangat peduli pada masalah-masalah yang berkaitan dengan ASI. Rani dan saya sering sumbang pendapat ttg ASI di milis-milis yang kami ikuti, utamanya milis-milis di Singapura. Waktu blognya baru saja dibuat, saya diajak berperan sebagai penulis/ penerjemah artikel. Jadi demikianlah, karena memang kami berdua sangat tertarik untuk meng-ASI-kan teman-teman yang belum kenal ASI dan mengingatkan kembali teman-teman yang sudah lupa sama ASI, maka sedikit demi sedikit jadilah blog ASI seperti sekarang ini. Sengaja kami pakai bahasa Indonesia supaya memperkaya khasanah pengetahuan tentang ASI dalam bahasa Indonesia. Lagipula, acuan tentang ASI dalam bahasa Inggris sudah sangat banyak."

Ungkapan senada juga dipaparkan oleh Riny Handriaty Pratomo mengenai latar belakang kelahiran blog kolaborasi Dapur Bersama atau Daber. "Seringnya ngobrol dan chatting antar kontributor Dapur Bersama waktu itu (Eka, Ophi, Deasy dan foundernya sendiri, Ria), seperti hal tukar-tukaran resep dan bikin blog dapur akhirnya mencetuskan niat bikin blog dapur yang nantinya bisa diasuh oleh beberapa orang (termasuk Ria sendiri). Akhirnya jadilah blog Daber yang dengan formasi 4 orang dulu waktu itu. Makin ke depan, Ria mulai mengajak beberapa orang temannya lagi (termasuk saya) untuk gabung menjadi koki Daber, yang diawali chatting juga dan iseng-iseng ngobrol tentang olahan resep masing-masing di dapur. Hingga formatnya sekarang menjadi 8 orang kontributor. Untuk urusan template dan setting tetap dipegang oleh founder sendiri (Ria)," ucap wanita yang akrab dipanggil Rien dan tinggal di Sangatta Kalimantan Timur ini melalui email.

Sementara itu, Etna Lesly Ramadhani , salah seorang pengasuh blog kolaborasi Ranah Minang, mengungkapkan alasan dan latar belakang mendirikan blog kolaborasi tersebut, "Ada dua hal yang orang akan ingat pada Ranah Minangkabau; makanan khas (kuliner) dan lokasi wisatanya. Sebagai perantauan Minang yang pernah tinggal di kampuang halaman (semasa kuliah, 1998-2003) selalu ada rasa rindu untuk kembali ke sana. Dalam berbagai kesempatan berbicara soal Minangkabau, ternyata tidak hanya urang Minang asli yang punya apresiasi yang sama akan kampung halamannya, tetapi juga banyak orang luar Minang yang memiliki kesan mendalam, bahkan tidak jarang mereka langsung menyatakan keinginannya untuk (kembali) mengunjungi daerah-daerah wisata di Sumatra Barat.

aktual Suatu ketika, kerinduan akan kampung halaman begitu merasuk di hati hingga -pada awal Desember tahun lalu, saya menuangkannya dalam sebuah tulisan di blog. Di sana saya paparkan keindahan ranah Minang, antara lain obyek wisatanya (antara lain: kota wisata Bukittinggi yang kadang disebut Paris van Sumatra, Lembah Harau yang sering disebut sebagai Green Canyon-nya Indonesia, tempat surfing para bule di Mentawai, keindahan Danau Singkarak, Puncak TriArga (Gunung Merapi-Singgalang-Tandikat) lokasi rafting di Danau Maninjau, hingga tempat-tempat jajan yang terkenal (di kota Padang, Bukittinggi, hingga Padangpanjang). Karena keterbatasan halaman, maka tidak semunya bisa saya informasikan di blog. Tidak disangka, respon (komentar) dari pembaca begitu antusias! Beberapa orang bahkan langsung memberi tambahan informasi mengenai lokasi-lokasi lain di Sumatra Barat yang belum sempat saya sebutkan. Tidak sedikit yang bahkan protes berat karena dianggapnya saya lupa untuk menuliskan lokasi-lokasi lain. Yang surprise, banyak dari mereka yang berkomentar tersebut justru bukan berasal dari Minangkabau! Tapi mereka tahu persis apa-apa saja kuliner khas dan dimana tempat-tempat wisata yang bagus di Sumatra Barat. Semua respon tersebut sangat menyenangkan dan menggugah diri saya," kata wanita yang akrab dipanggil Etna ini melalui email. "Berangkat dari respon yang sangat bagus tersebut, lanjutnya lagi, "saya yang tadinya memang berniat melanjutkan cerita mengenai ranah Minang, (di blog saya) akhirnya punya ide untuk menuangkannya dalam sebuah blog bertema yang khusus mengenai Minangkabau. Ide inilah yang kemudian saya diskusikan dengan Maryulismax. Max, yang juga seorang jurnalis pada harian lokal di kota Padang langsung menyatakan kesediaan untuk ikut serta mengelola blog itu. Di internet sebetulnya cukup banyak situs yang memberikan informasi mengenai Minangkabau, tapi belum ada satu pun yang berupa blog, dan terutama khusus mengulas Minangkabau. Mengingat semakin berkembangnya dunia blogging di internet, tentunya keberadaan blog Go-RanahMinang dapat menjadi alternatif media informasi yang mudah diakses siapapun. Alhamdulillah, terhitung 2 bulan sejak dipasang, hit counter menunjukkan bahwa blog ini sudah dikunjungi lebih dari 330 kali. Padahal kegiatan promosi blog ini belumlah dilakukan secara optimal. Sebagaimana tertulis pada headernya, blog Go-RanahMinang ini dipersembahkan untuk memperkenalkan Ranah Minang tercinta. 'Memperkenalkan' di sini diwujudkan dengan postingan-postingan informatif dengan format feature. Sejauh ini, alhamdulillah respon yang masuk sangat positif, baik untuk postingan artikel maupun keberadaan blog spesial ini. Tidak hanya dukungan dari blogger asal Minang, tetapi banyak juga blogger dan pengunjung yang bukan urang Minang menyatakan dukungannya pada blog Go-RanahMinang. Bahkan beberapa pengunjung juga langsung mengutarakan keinginannya untuk menjadi kontributor blog ini. Kami sangat berterima kasih pada semua pihak yang memberikan respon positif tersebut."

Lebih Praktis untuk Berbagi

aktual Dalam email terpisah, Ria Wijayanti Pardijatmo sang founder blog Dapur Bersama yang kini berdomisili di Kairo-Mesir memberikan alasan utama blog Daber dikelola oleh beberapa kontributor adalah, "Biar gampang berbagi resep tanpa harus bertanya-tanya lewat email atau chatting. Jadi kalau pengen resep baru, tinggal buka blog Dapur bersama, tanpa nowel-nowel di email atau chatting. Dan alasan utama dari para kontributor sendiri (termasuk saya) karena hanya ingin berbagi resep lewat dunia maya tapi masih males untuk mengelola dan mempunyai blog dapur sendiri."

"Karena pengetahuan tentang ASI adalah unik sekali. Cerita dari ibu menyusui satu ke ibu menyusui yang lain bisa sangat berbeda walaupun tujuannya sama, yaitu memberikan air susu ibu untuk sang bayi. Itu sebabnya blog ASI perlu diisi bersama-sama supaya ada gambaran tentang 'ada banyak cara menuju ASI'.Tentu saja dalam segi praktis, dengan adanya beberapa penulis/ penerjemah akan jadi mudah bila salah satu berhalangan menulis," demikian kata Hany yang berdomisili di Singapura ini, mengungkapkan alasan mengapa Blog ASI dikelola secara keroyokan.

"Ada dua alasan," kata Etna yang menyandang gelar Sarjana Hukum Universitas Andalas Padang ini, ketika ditanyakan pertanyaan serupa, "Pertama, sederhana saja, sebagai perantauan (saya kini tinggal di Jakarta) tentulah akan banyak kendala bila saya sendiri yang mem-feature-kan apa-apa yang ada di Sumatra Barat. Terutama untuk mendapatkan foto dan informasi peristiwa terkini, demikian juga dalam hal pengetahuan soal seluk beluk ranah Minang. Mengundang kontributor, atau sebenarnya siapa saja yang bersedia menyumbangkan tulisannya soal ranah minang, tentu akan sangat membantu. Postingan peristiwa budaya Urang Padang Baralek Gadang misalnya, ditulis oleh Max karena beliau memiliki data yang cukup lengkap.

Alasan kedua, saya sering sekali melihat banyak postingan blogger yang berupa artikel khusus tentang Minangkabau (terutama soal kuliner dan wisata). Saya ingin mengumpulkan postingan-postingan informatif tersebut dalam blog Go-RanahMinang ini (tentu saja seizin blogger tersebut). Jadi saya lihat di sini sebetulnya banyak orang yang punya apresiasi tinggi akan Minangkabau. Apresiasi seperti itulah yang ingin ditampung oleh blog Go-RanaMinang, baik mereka (penulisnya) menjadi kontributor maupun sekedar 'menitip' artikel. Hal yang menggembirakan adalah salah seorang kontributor Go-RanahMinang baru menghubungi saya, dan dia mengabarkan bahwa blog ini dalam waktu dekat akan memiliki domain sendiri!
Proses menuju ke sana sedang berlangsung, dan saat ini Go-RanahMinang juga sedang menunggu persetujuan proposal dari depkominfo. Nantinya, web go-ranahminang ini (tetap berbentuk blog) juga memiliki forum yang lebih baik dari yang sekarang.


Penyakit Malas dan Menyiasati Kesibukan

Mengenai hambatan dalam mengelola blog ASI, Hany mengungkapkan,"Hal yang menjadi perhatian utama adalah bagaimana mempertahankan kesinambungan tulisan yang muncul di blog ASI. Halangan bisa bermacam-macam, biasanya berupa prioritas saja. Contohnya: Ada hal-hal lain selain mengisi blog ASI yang perlu perhatian lebih, atau kebetulan Rani dan saya sedang bepergian dalam waktu yang lama pada saat hampir bersamaan, sakit, dan sebagainya".

Sementara itu Etna mengungkapkan sejauh ini kami belum menemukan kesulitan yang berarti. Bahan-bahan artikel (tulisan dan foto) tersedia cukup banyak, baik yang sudah ada maupun yang sedang dalam proses. "Hambatan utama lebih banyak di bagian teknis dan promosi.
Karena masih baru, promosi blog ini masih belum optimal. Selain itu karena kami punya kesibukan lain, kami juga masih terkendala waktu dan tenaga untuk mengelola terutama Komunitas Blogger Urang Minang, sebuah komunitas yang berafiliasi pada blog Go-RanahMinang. Hal teknis lainnya juga ada. Kami kan masih memakai layanan web tools yang serba gratis, tentu saja fiturnya punya banyak keterbatasan. Cita-cita kami, kelak blog Go-RanahMinang dapat berkembang dan memiliki domain dan forum tersendiri yang dikelola dengan sistem manajemen yang baik. Cara menyiasati hambatan-hambatan tadi, kami terus berusaha berpromosi, salah satunya lewat forum blogfam.com; promosi lain dengan meminta blogger asal Minangkabau memasang banner community (yang memiliki jaringan langsung ke blog Go-RanahMinang) di blog masing-masing; dan tentu saja yang terpenting adalah dengan menyajikan artikel-artikel menarik yang selalu di-update secara rutin,"imbuh Etna yang memiliki hobi menulis, rafting dan hiking ini.

Di lain pihak secara kompak, para kontributor Daber serentak menjawab hambatan utama pengelolaan blog kolaborasi mereka adalah penyakit M atau Malesss…mengisi resep ke blog Daber! "Malah salah satu kontributornya tidak menemukan resep dan foto yang matching", kata Ria yang konon berprofesi sebagai Manajer Rumah Tangga ini. "Dan memang," tambahnya lagi, "sempat Daber vakum lama, karena kendala kesibukan masing-masing kontributor. Ini suka disiasati foundernya untuk ngajak kontributor lain (yang tidak punya blog dapur) untuk gabung jadi biar lebih fresh. Menurut saya pribadi kendalanya mungkin hanya perasaan tidak enak ketika rajin posting resep, tapi kontributor lain mandeg karena banyak kesibukan. Enggan dituduh monopoli Daber. Takutnya lagi Daber bisa dihibahkan untuk yang rajin posting resep. Hahaha..


Tampilan Menarik dan Gak Neko-Neko

"Kekuatan blog ada pada isi blog tersebut. Selain membuat tampilan template yang menarik, kami juga berusaha untuk menyajikan artikel-artikel dan foto yang berupa feature Minangkabau. Kesemua artikel disajikan dengan bahasa Indonesia (bukan bahasa Minang) dengan gaya penulisan yang ringan, populer, tapi tetap "berkelas". Dengan begitu banyaknya potensi wisata dan budaya yang tersimpan di Ranah Minang, kami tidak perlu khawatir akan kehabisan bahan untuk ditulis. Selain itu, foto-foto yang bagus, selain dapat menjadi pendukung isi tulisan, tentu saja juga akan menjadi daya tarik tersendiri," demikian kiat Etna menarik pengunjung ke blog kolaborasinya. Ia lalu menambahkan,"Promosi juga berperan penting untuk menarik minat pengunjung. Selain promosi dengan mengusahakan pemasangan banner blog Go-RanahMinang di kalangan blogger, kami juga punya rencana untuk mengadakan event-event baik di internet maupun di "darat". Semuanya butuh proses. Tapi yang terpenting adalah --kembali pada fungsi blog sebagai media informasi, maka kami lebih menekankan pada kualitas isi artikel dan tentu saja secara rutin melakukan update".

Lain halnya dengan Blog Daber. "Kami tidak punya kiat apa-apa," kata Rien dan Ria saat ditanyakan kiat menarik pengunjung untuk blognya. "Karena niat awalnya hanya ingin berbagi resep tanpa harus repot menjawab pertanyaan teman-teman lain melalui email ataupun chatting. Dan jujur, kami merasa tidak mempunyai peminat yang banyak. Kalaupun ada yang konstan berkunjung ke Daber, hanya dikarenakan resep-resep kami yang memang resep sehari-hari, ga neko-neko, gampang, dan… enak!!(enak menurut dapur kami masing-masing!!). Jujur, kebanyakan yang datang keblog Daber menginginkan resep yang super duper gampang baik dalam hal bahan dan cara pengolahan. Resep-2 kami juga kadang adalah resep modifikasi dari resep teman-teman yang ada," ujar mereka kompak.

"Menarik minat pengunjung mungkin belum terlalu tepat menggambarkan apa yang kami lakukan.Saya yakin kami membuat blog ASI ini tadinya bukan untuk 'menarik minat pengunjung'. Blog ASI dibuat untuk lebih mengarahkan perhatian kami ke hal-hal berbau ASI saja. Tadinya saya merasa sungkan menulis banyak hal tentang pengalaman saya ber-ASI di tempat lain. Begini gambarannya: Mungkin kalau saya tulis terus-menerus tentang ASI di milis yang saya ikuti, teman-teman saya akan mati bosan membacanya dan bukannya makin tertarik pada ASI, bisa-bisa malah sebel sama saya. Hehehe... Jadi, saya senang sekali menulis di blog ASI karena saya cukup menulis salah satu hal tentang ASI sekali saja di blog ASI. Nah, nanti kalau ada yang bertanya ttg hal tersebut, akan saya rujuk ke artikel terkait.
Pengunjung blog ASI yang makin banyak kemungkinan besar karena 'keajaiban link' dan keberhasilan mesin pencari kata yang akhirnya mengarah ke blog ASI," kata Hany yang juga merupakan alumni Teknik Sipil FT-UI ini.


Aktivitas Offline

Mengenai aktivitas offline, baik blog Daber maupun ASI mengaku belum memiliki rencana apa-apa. "Belum terpikir sama sekali, baik dari foundernya ataupun para kontributornya. Karena wilayah masih-masih kontributor DaBer juga sangat belum memungkinkan untuk mewujudkan kata-kata 'kopdar'. Tapi untuk Inti dari blog Dapur Bersama ini hanya ingin berbagi resep antar teman dan menguatkan tali silaturahim pertemanan itu sendiri. Makanya motto DaBer sendiri adalah berbagi resep, jalin persahabatan.Jadi semoga tanpa melalui proses Kopdar pun insha Allah, mudah-mudahan tali pertemanan dan silaturahim antar kontributor DaBer dan para peminat Daber tetap terjaga dan harmonis," kata Ria. Hal serupa diungkapkan oleh Hany. "Belum ada kegiatan semacam kopdar. Kegiatan online hanya terbatas diskusi masalah-masalah menyusui yang dihadapi para pembaca blog ASI terutama lewat e-mail," katanya.

Sementara Etna mengungkapkan sejumlah rencana untuk kegiatan offline go-ranahminang. "Beberapa hari setelah blog go-ranahminang diluncurkan, kami juga membuat sebuah sebuah forum komunitas bernama Komunitas Blogger Urang Minang. Community ini bertujuan untuk mahimpun nan taserak. Maksudnya, mengingat fakta bahwa cukup banyak orang Minang yang punya blog, tapi seringkali tidak terdeteksi keberadaan blog dan jati diri sebagai urang Minangnya. Maka komunitas ini diharapkan akan menjadi ajang silaturami dunia maya sesama urang awak, sekaligus mengukuhkan identitas keminangannya. Di forum tersebut misalnya, anggota yang tinggal dari berbagai belahan dunia dapat mengobrol bersama menggunakan bahasa kampuang halaman; maupun bertukar informasi tentang hal lain. Jadi forum komunitas ini fungsinya sebatas media silaturahmi para pemilik blog asal Minangkabau, agar mereka saling kenal satu sama lainnya.
Tapi sebelumnya, patut ditegaskan, keberadaan blog dan juga forum ini bukanlah bentuk dari sikap primordialisme sempit yang hanya mengedepankan semangat kedaerahan. Sebaliknya, blog dengan tagline Go! Minangkabau, GO!!! ini lahir semata karena rasa peduli pada kemajuan pariwisata Indonesia umumnya, dan khususnya kemajuan dari potensi-potensi pariwisata yang ada di ranah Minang, rencananya, pada saat anggota komunitas ini mencapai jumlah tertentu, akan dibuat event seperti kopi darat atau lainnya. Saat ini kami masih sebatas mengobrol di forum atau di Y!m. Tapi pengelola blog Go-RanahMinang akan mengusahakan untuk bisa berperan dalam event lain. Saya baca di sebuah milis komunitas, ada rencana pulang basamo bagi urang awak di seluruh dunia pada medio 2008. Tidak tertutup kemungkinan blog Go-RanahMinang akan ikut berpartisipasi untuk mensukseskan rencana itu," ujar wanita yang berprofesi di bidang Hukum/Legal dan Penulis Free-Lance ini menutup perbincangan. *** (amril).

Posted on March 6, 2007 11:00 AM |

Komentar (2)

Zawa:

Yuuhuuu... saya pertama :D
Dapet hadiah harusnya... ;;)

emang keren hehee.. banyak banget pengguna blog yang akhirnya betah di blog keroyokan...

 Lainnya: