Artikel:

SMS (Short Message Service)

SMS adalah kependekan dari Short Message Service. Teknologi ini memungkinkan kita sekarang untuk dapat bertukar pesan pendek antar sesama pemakai telpon seluler. Teknologi ini pertama kali muncul di Eropa sekitar tahun 1992. SMS saat itu sudah merupakan standar layanan dari teknologi komunikasi wireless/seluler yang kita kenal sebagai GSM (Global System for Mobile Communications). Namun seiring dengan perkembangannya, SMS kini mulai diporting juga untuk menjadi layanan CDMA dan. Standar teknologi SMS sendiri awalnya dikembangkan oleh ETSI (European Telecommunications Standards Institute), namun saat ini tanggung jawab pengembangan standar SMS tersebut dipegang oleh 3GPP (Third Generation Partnership Project).

Nah, seperti namanya yaitu Short Message Service (layanan pesan singkat), data yang mampu ditangani oleh SMS sangat sedikit. Satu SMS maksimal hanya dapat terdiri dari 140 byte data (sekitar 1120 bit). Jadi satu SMS dapat terdiri dari:
1. 160 karakter dengan encoding 7bit (biasanya ini karakter Latin seperti alfabet inggris yang kita pakai sekarang ini)
2. 70 karakter unicode UCS2 (misal karakter Cina, Jepang, Korea, Thailand dan sejenisnya. Pokoknya yang bukan huruf normal)

Selain berikirim pesan teks biasa, SMS juga bisa digunakan untuk mengirimkan data biner. Nah, data jenis inilah yang memungkinkan kita untuk saling berkirim ringtone, gambar, operator logo, wallpaper, vcard serta konfigurasi online untuk ponsel kita yang dikenal sebagai OTA (Over The Air). Misalnya konfigurasi MMS, WAP dan sejenisnya.

Salah satu keunggulan utama dari SMS ini adalah dukungan 100%nya terhadap semua ponsel berbasis GSM. Beda dengan teknologi lain seperti WAP, Mobile Java, Push-to-Talk yang hanya didukung oleh tipe-tipe ponsel tertentu saja.

Nah kembali ke laptop :P
Maksudnya kembali ke soal kemampuan standar SMS ini yang hanya 140 bytes/160 karakter seperti yang dibahas di atas. Mungkin banyak di antara kalian yang bingung, katanya maksimal cuman 160 karakter tapi kenyataanya kok bisa dipakai untuk mengirimkan surat cinta yang jelas lebih dari 160 huruf? Hehehe, tunggu dulu. Kita akan membahasnya.

Yah memang lama kelamaan kepuasan pengguna akan teknologi SMS ini berbuah pertanyaan. Pertanyaan yang timbul dari rasa “rakus” kali yah :P Kok cuman 160 karakter? Tidak bisa lebih? Nah, untuk merubah total standar SMS yang ada tentu akibatnya akan sangat merugikan, baik dari produsen ponsel, SMSC hingga operator karena costnya akan sangat besar.
Misalnya saja, standar SMS diganti total sehingga memungkinkan kita langsung dapat mengirimkan 1000 karakter sekali pencet tombol send. Wah, produsen perangkat ponsel tentu akan gerah karena barang produksi mereka yang lama akan ga laku sama sekali karena sudah tidak kompatibel dan mereka harus keluar biaya besar untuk produksi tipe baru yang benar-benar beda. Hal yang sama terjadi pada produsen SMSC dan juga operator seluler. Oleh karena itu, dikembangkanlah sebuah extention dari standar SMS yang sudah ada yang memungkinkan kita dapat berkirim pesan panjang seperti sekarang ini.

Nah, extention ini biasanya dikenal sebagai Concatenated SMS Messages atau Long SMS Messages. Sebenarnya ini hanya sebuah trik kecil saja. Sebuah Concatenated SMS Messages dapat terdiri atas lebih dari 160 karakter Inggris.

Perhatikan gambar di bawah ini dulu yah. Saya berencana akan mengirimkan sebuah teks yang terdiri dari sekitar 310 karakter.

kronika

Nah, bagian gambar yang dihighlight di atas menunjukkan kita sedang berada pada blok SMS yang pertama. Masih utuh 160 karakter belum terpakai. Kemudian perhatikan kembali gambar di bawah ini.

kronika

Gambar di atas kita udah berada pada blok SMS yang ke-3 dan masih sisa 148. Kemudian isi teks di atas akan saya kirimkan. Saya mendapat notifikasi seperti pada gambar di bawah ini.

kronika

Nah, kok jadi 3 message yang akan terkirim?


Di sinilah trik dari long message tersebut. Jadi cara kerja long message adalah sebagai berikut: Ponsel pengirim akan memecah pesan panjang yang akan dikirimkan menjadi beberapa segment kecil. Segmen-segmen tersebut kemudian dikirimkan satu persatu sebagai sebuah pesan SMS. Saat segmen-segmen SMS tadi diterima, ponsel penerima akan menggabungkan kembali segmen-segmen itu menjadi sebuah SMS yang utuh.

Nah beda dengan SMS biasa, hanya tipe-tipe ponsel tertentu yang mampu melakukannya. Tapi seiring dengan perkembangan teknologi hingga 2007, sepertinya ponsel-ponsel keluaran tahun 2000an sudah mendukung long sms ini. Hanya ponsel-ponsel jadul ajah yang tidak. Contohnya Nokia 8110, ponsel pertama saya :D SMS 310 karakter itu akan diterima sebagai 3 SMS yang berbeda, bukan satu SMS utuh.

Setiap segmen sebenarnya mempunyai struktur data sendiri, namun sementara tidak dibahas di artikel ini dulu yah.

Kembali ke laptop :P
Fitur pengembangan dari SMS selanjutnya adalah EMS (Enhanced Messaging Service). Kelemahan SMS selain hanya 160 karakter dia juga tidak bisa digunakan untuk mengirimkan rich-content semacam ringtone, gambar, operator logo. Nah untuk menjawab kebutuhan itu EMS dibuat. Tidak hanya itu, dengan EMS kita juga dapat mengatur format teks yang akan kita kirimkan, misalnya teksnya ditebalkan atau dicetak miring, ukuran font. Spesifikasi teknis dapat dilihat di 3GPP Technical Specification 23.040, "Technical realization of Short Message Service (SMS)".

Nah sekarang kita tahu, SMS sudah berevolusi. Mulai dari hanya mampu mengirim 160 karakter abjad Inggris hingga mengirimkan ringtone. Tidak dipungkiri layanan SMS di Indonesia sendiri melonjak tajam di awal abad ke-20 ini. Selain penggunaannya yang sangat mudah, bisnis SMS kini didukung dengan adanya layanan premium yang dikembangkan oleh pihak operator bersama content provider. (bz!kronika February 2007: "SMS Premium, Behind The Scene".

Secara garis besar, layanan SMS ini dikelompokkan menjadi dua. Yang pertama adalah SMS Person-to-Person atau P-to-P. Ini pengiriman SMS biasa dari satu ponsel ke ponsel lainnya. Kemudian yang kedua adalah SMS Application. SMS di sini tidak dikirimkan ke orang, tapi ke sebuah aplikasi.

Contohnya adalah:

1. Info on Demand (IOD)
Misalnya SMS untuk meminta berita, gosip, info kuliah, jadwal kereta, cuaca dan sejenisnya.

2. Download Content
Request untuk download ringtone, wallpaper, operator logo

3. Alert Monitoring
Sebuah sistem monitor akan mengirimkan SMS jika terjadi perubahan data terhadap obyek yang dipantaunya. Misalnya, pemakaian resource komputer, suhu, ketinggian air, perubahan saldo rekening, pergerakan saham dan lain sebagainya

4. Marketing Promo
Namanya juga promo, sistem akan mengirimkan SMS masal (broadcast) ke banyak nomor sekaligus dengan isi teks yang sama. Yah contohlah SMS Presiden tentang narkoba dipertengahan 2005 kemarin =)

5. Polling
Yah contohnya banyak, mulai polling kontes dangdut sampe calon presiden.

6. Perceraian
Beneran loh. Di Malaysia orang bisa bercerai cukup via SMS dan itu dilegalkan oleh pemerintah. Buset deh.

Masih banyak hal yang bisa dikembangkan dari SMS, tidak hanya terpaku pada contoh-contoh di atas. Kemudahan SMS membuatnya menjadi layanan primadona bagi pelanggan seluler. Dan otomatis, teknologi sebelumnya seakan menghadapi vonis mati. Sejak hadirnya SMS, teknologi pager bisa dibilang harus angkat kaki dari muka dunia =) Yah, korban evolusi dan revolusi teknologi.

Perlu diketahui, hingga tahun 2005 kemarin bisnis messaging ini menduduki masih menjadi yang teratas penyumbang pendapatan terbesar di Asia Pasifik untuk layanan data. Mengutip dari ZDNet Asia, pada tahun 2005 bisnis messaging –SMS bersama dengan MMS- menyumbangkan 41.2% pendapatan mobile data services. Nilainya mencapai US$36.7 juta.

Untuk wilayah Asia Tenggara sendiri, tingkat penggunaan SMS di Filipina adalah yang paling besar diantara negara-negara yang lain. Bahkan karena besarnya itu pula, SMS digunakan untuk menggalang massa melakukan demonstrasi masal tahun 2001. Peristiwa ini dikenal sebagai Edsa Dos (EDSA II) untuk menggulingkan presiden yang berkuasa di Filipina saat itu, Joseph Estrada.

SMS pun juga banyak digunakan untuk hal-hal buruk. Mulai dari penipuan hadiah, gosip/fitnah hingga teror ancaman bom lah. Yah, baik atau buruk pemanfaatan teknologi kembali berpulang pada si penggunanya. SMS pun kini juga bukan monopoli pengguna ponsel lagi. Telpon rumahpun sekarang sudah ada yang mempunyai kemampuan untuk mengirimkan SMS.

Nah sampai di sini dulu, kita jumpa dilain kesempatan. Merdeka!
Hehehehe, Si Unyil banget yah. Artikel berikutnya saya akan coba mengulas tentang SMS Center (SMSC). ***(Kidy)

Posted on March 6, 2007 4:00 AM |

Komentar (2)

rio:

tolomg dong di kirim artikelnya ke email.thansk

Digma:

Mas mau tanya, dimana saya bisa membuat jasa content provider menggunakan sms?

kalau sempat reply ke email saya ya mas.

thx a lot
digma

 Lainnya: