Bencana: Oh, Indonesiaku!
Bencana dan duka sepertinya belum enggan beranjak dari bumi pertiwi. Berbagai berita duka masih saja melanda dan begitu dekat dengan telinga kita. Jeritan, tangisan, sedu sedan, dan derita seolah menjadi bagian dari kehidupan yang kita lihat dan dengar setiap hari. Melalui berita di surat kabar, tayangan di televisi, informasi di radio, atau bahkan dengan mata dan telinga sendiri, bencana ini hadir dan selalu menyisakan tanya: "Ada apa dengan Indonesiaku, Indonesia Kita?"
Seorang teman yang berkewarganegaraan asing pernah bertanya: "Ada apa sih dengan negaramu? Setelah Bom Bali dan rentetan kasus pengeboman di berbagai daerah di Indonesia, Tsunami yang melanda Aceh, Gempa Bumi di Yogya, Luapan lumpur LAPINDO, bencana lain pun datang secara beruntun. Belum habis pembicaraan yang satu, bencana yang lain sudah menarik perhatian dan perbincangan baru."
Bencana dan musibah dalam dunia transportasi Indonesia pun kembali menjadi sorotan. Setelah musibah pesawat Adam Air yang menghilang tidak diketahui rimbanya di peraian Sulawesi, dan kapal laut Levina-I yang tenggelam, sekarang giliran maskapai kebanggaan kita Garuda Indonesia yang mengalami musibah naas.
Dalam rasa duka yang menyelimuti kita semua, Amriltgobel mengangkat topik ini di forum suka dan duka di topik Duka Cita Untuk Korban Garuda GA-200 yang Terbakar: "Indonesia nampaknya begitu akrab dengan musibah transportasi. Pasca tenggelamnya kapal Senopati Nusantara, hilangnya pesawat Adam Air dan terbakarnya kapal Levina-1, kini kita dikejutkan lagi oleh musibah yang tak kalah mengerikan. Pesawat Garuda GA 200 jenis Boeing 737-300 yang berangkat dari Bandara Soekarno Hatta-Jakarta pukul 06.00 (6 Maret 2007) terbakar hebat sesaat setelah mendarat di Bandara Adisucipto Yogyakarta pagi ini. Sebagian besar penumpangnya terbakar habis bersama pesawat ini (belum jelas bagaimana kabar terakhir jumlah penumpang yang tewas). Pagi ini saya dapat telepon dari istri saya, katanya ia lihat di televisi pesawat naas itu tinggal ekornya doang. Saya dan keluarga mengucapkan turut berduka cita atas musibah transportasi di Indonesia untuk kesekian kalinya ini."
Informasi ini segera dilengkapi oleh Clodi: "katanya sekitar 76 berhasil selamat, tapi banyak yang luka-luka (luka bakar) dan sisanya 57 orang belum jelas nasibnya... God, please help! total penumpang 133 orang. Bagi yang ingin mengecek keluarga penumpang pesawat garuda yg mengalami kecelakaan pagi ini di yogya bisa menghubungi HOTLINE GARUDA di telp : 021-2312193 atau 021-2311801 ext 7205...... (tolong disebarluaskan .. karena banyak yg membutuhkan). Thanks." Good job Clodi, karena pasti banyak orang yang membutuhkan.
Ungkapan duka dan bela sungkawa pun berdatangan dari anggota Blogfam sebagai rasa simpati. Seperti yang disampaikan Cacingkepanasan: "Aduh, apa kita udah banyak banget berdosa, atau kita lagi di uji, belum beres korban gempa, udah ada lagi kecelakaan pesawat."
Atau Vi3: "haduh.. bencana lagi... kapan sih berakhirnya? Vi3 turut berduka cita untuk keluarga yang menjadi korban."
Etna: "turut berduka cita, semoga pemerintah makin terlatih untuk gerak cepat menangani permasalahan rakyatnya. Innalillahi wa inna ilaihi raji'un."
Tenshi: "ya ampuuun beruntun seperti ini. jadi serem kalau mau bepergian. duh, turut berduka cita. semoga nggak terjadi lagi..."
Wiet: "turut berduka bagi keluarga korban. Kami di UGM masih mencari 2 dosen kami (termasuk Prof. Kusnadi Hardjasumantri-mantan rektor) yang sampai saat ini belum diketemukan. Mohon doanya."
Ryu: "turut berduka untuk semua bencana yang lagi-lagi melanda negeri tercinta."
Ternyata musibah yang melanda maskapai paling tersohor dan menjadi unggulan di Indonesia ini menyisakan banyak pertanyaan. Kok bisa sih maskapai sekelas Garuda mengalami musibah seperti ini? Bagi Syafrina, hal ini jelas saja mengejutkan, karena: "Aku rada shock juga, karena kemaren, setelah Adam Air, sempet berpikiran: Ogah naek airline lain, hanya mau pake Garuda. Tapi ndilalah, Garuda pun tak luput dari bencana. Memang semua sudah digariskan dari DIA. Tapi sebagai manusia, kelalaian prosedur apa yang sudah terjadi? Lalai dalam proses maintenance, manipulasi data atau apa ya?"
Deen juga berpikiran yang sama: "Padahal banyak yang bilang kalo Garuda satu-satunya transportasi udara yang aman. Yaahh … who knows. Hari ini Tuhan nunjukin laen. Sedih dan turut berduka."
Seperti halnya keheranan Simplyju: "Turut berduka, kaget bangun tidur nonton TV ada berita tentang pesawat terbakar di Indonesia. Pas liat lha ada lambang garuda...duh ternyata garuda ga jaminan juga... semoga keluarga para korban tabah."
Sementara Lilsista26 mempertanyakan juga: "Sedih sekali saya mendengar ini. Ini Garuda Indonesia, gituh loh.. yang baru kali ini terdengar kabar musibah bencananya.. Turut berduka cita sedalam-dalamnya untuk keluarga yang sedang dilanda musibah semoga di tabahkan."
Musibah memang tidak bisa ditebak kapan datangnya dan dimana terjadinya. Semuanya bisa terjadi atas kehendak-Nya. Seperti yang disampaikan oleh Ceko bahwa: "Nggak ada hal yang lebih masuk akal lagi selain karena Kuasa-Nya."
"Huhuhu sedih. Indonesia sering disebut-sebut dengan semua yang berkaitan dengan kecelakaan, natural disasters, dan global warming. Indonesiaku, cepet sembuh," pinta Tataa, seperti halnya harapan kita semua.
Apakah ini ujian dari-Nya kepada kita, bangsa Indonesia? Hanya doa yang mungkin harus kita panjatkan agar kita selalu diberikan keselamatan. Seperti doa yang dipanjatkan oleh Ichenzr: "Oh Tuhan, ampuni kami yang banyak bergelimangan dosa ini. kasihanilah kami, sayangilah kami. Cukuplah derita, musibah yang telah menghabiskan air mata bangsa ini. Berikanlah keselamatan dan perlindungan kepada kami semua."
Amin. *** (Iwok)
