Budi Putra: Blogging adalah Emerging Market
Budi Putra bukanlah nama yang asing di jagad blog Indonesia. Selain mengasuh sejumlah blog, menjadi kontributor tetap di CNet Asia, Budi juga menulis beberapa buku yang terkait dengan teknologi digital antara lain: Sejarah Masa Depan [The Future History] (Pustaka MM, 2000), Imperium Digital: Pusaran Budaya Abad 21 [The Digital Empire: A Turning Point of the 21st Century] (Pustaka MM-Cisco Systems, 2001), Planet Seluler: Ketika Teknologi Bergerak Mengubah Hidup Kita [The Planet of Cellular: How the Mobile Technology Changed Our Life] (Jakarta: Logicom Publications, June 2004), Planet Internet: Jaringan Pintar yang Mengubah Dunia [The Internet Planet: Smart Network that Changed the World] (Jakarta: Logicom Publications, December 2005), dan Planet Digital: Manuver CDMA di Indonesia [The Planet of Digital: CDMA Maneuver in Indonesia] (Jakarta: Logicom Publications, Agustus 2006). Tidak hanya itu, sejak tahun 1997 hingga 2006, Budi sempat beberapa kali menerima penghargaan sebagai Juara Lomba Penulisan yang diselenggarakan oleh sejumlah Perusahaan Telekomunikasi di Indonesia. Dalam beberapa kali kesempatan, Budi Putra juga menjadi narasumber pada beberapa acara talk-show di televisi terutama yang menyangkut mengenai dunia blogging.
Pria kelahiran Payakumbuh, 12 September 1972 ini semakin meroket ketika ia memutuskan menjadi penulis independen dan full-time blogger dengan meninggalkan profesi sebelumnya yang lumayan mapan sebagai jurnalis di Koran Tempo dan Content Manager di TempoInteraktif. Sebuah keputusan yang berani sekaligus kontraversial ketika kebanyakan orang masih memilih berada di zona "aman" sebagai karyawan di sebuah perusahaan dengan gaji tetap. Bagaimana sesungguhnya latar belakang dan motivasi Budi meneguhkan komitmen menjadi seorang blogger profesional sepenuh waktu dan bagaimana ia melihat prospek profesi ini dimasa depan?
Berikut petikan wawancara kami bersama Budi Putra :
Bisa diceritakan kapan dan bagaimana Anda mulai ngeblog?
Saya mulai ngeblog Maret 2001 di alamat http://thegadget.wordpress.com. Tapi itu belum-benar ngeblog sebab saya hanya memanfaatkan fasilitas gratisan di blog untuk menyimpan arsip-arsip tulisan saya secara online. Saya juga belum menyempatkan diri bertandang sambil meninggalkan komentar ke blog yang lain. Tapi saya hanya mengamati saja.
Saya mulai benar-benar aktif ngeblog baru sejak tiga tahun terakhir. Akhirnya saya mencoba "muncul ke permukaan" dan "menyapa" blogger dan pembaca blog lainnya. Membuat lebih dari satu blog, dan kemudian mengalihkannya ke layanan berbayar dengan menyewa hosting dan membeli domain sendiri. Tujuannya agar lebih mudah dikelola.
Menurut Anda, apa sih yang dimaksud dengan "Full Time Blogger"?
"Full-time blogger", menurut saya, adalah orang yang benar-benar telah memilih blogging sebagai profesinya. Profesi blogging ini paling tidak terkait dengan tiga hal: sebagai penerbit, penulis maupun konsultan blog. Jadi tidak bisa diartikan dengan cara menghitung berapa jam dia ngeblog atau berada di depan komputer dalam sehari :-)
Mohon dijelaskan apa latar belakang Anda memutuskan untuk menjadi "Full Time Blogger" dan meninggalkan karir anda sebagai jurnalis di TempoInteraktif?
Saya keluar dari Tempo karena satu hal: saya melihat blogging adalah emerging market. Jika banyak pihak yang belum yakin dengan blog, itu hanya karena blog ini usianya masih sangat muda. Bandingkan dengan media tradisional yang ilmunya sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu.
Blog adalah media baru, yang cepat atau lambat, akan menjadi bacaan alternatif bagi orang yang ingin sesuatu yang lebih cepat tersaji, tetapi isinya sesuai dengan selera mereka. Yang membuat blog itu menarik karena isinya sangat personal, dan yang personal itu lebih jujur dan tak punya kepentingan. Orang sudah bosan membaca head-line media-media utama yang terkesan hanya memaksakan seleranya sendiri. Sebagai contoh: Apa headline di koran-koran Indonesia pekan-pekan ini? Soal reshuffle kabinet, kan?
Nah, apakah sehari-hari di atas bis kota, di pinggir jalan, di pasar, di kantin, masyarakat membicarakan rencana pergantian kabinet? Tidak. Masyarakat itu punya problem-nya sendiri. Nah, blog sering menawarkan solusi dan pengalaman yang terkait dengan masalah sehari-hari ini. Blog itu memang dekat dengan suara publik yang luas, karena ia adalah publik itu sendiri.
Headline di digg.com atau del.icio.us misalnya, beda dengan headline the New York Times. Selama ini, media-media besar cenderung mengabaikan apa yang menjadi keinginan publik. Mereka hanya melihat masyarakat dari balik jendela news-room, sehingga panorama yang terlihat hanya sepotong-potong! Jadi saya ingin lebih mengkonsentrasikan diri mengembangkan blog sebagai media baru yang prospektif. Baik dengan mengelola dan meneruskan blog-blog saya yang sudah ada maupun mengembangkan sebuah bisnis yang masih terkait dengan publikasi blog.
Untuk itu, saya tidak mungkin melakukannya secara sambilan. Saya harus benar-benar punya waktu yang khusus untuk mengerjakannya. Selain itu, saya berharap keputusan saya ini bisa menjadi inspirasi buat blogger-blogger Indonesia untuk melakukan sesuatu -- entah apa. Kita memang harus melakukan manuver-manuver agar blogosfer Indonesia cepat berkembang. Pasalnya, di belahan dunia yang lain, blog sudah sangat berkembang. Kita bisa baca success story mereka. Ini artinya? Kita masih jadi penonton, penonton dan penonton. Saya ingin orang Indonesia juga jadi pemain di games yang baru ini.
Jika misalnya, saya, memutuskan menjadi "Full Time Blogger", tentunya saya berkeinginan untuk memperoleh penghasilan tetap untuk menghidupi diri dan keluarga saya selama melakoni profesi tersebut. Jika selama ini status saya sebagai karyawan kantor dan memperoleh gaji/imbalan tetap tiap akhir bulan, bagaimana seorang "Full Time Blogger" memperoleh penghasilan?
Ingat, core utama blogging itu adalah menulis. Dan blog adalah hanya media, sebuah media baru. Anda harus mengasah kemampuan Anda menulis. Jangan lupa, banyak sekali layanan paid-blogging yang berani bayar mahal blogger yang mampu menulis content bermutu. Jadi saya agak heran dan senyum-senyum sendiri membaca tanggapan sejumlah orang ketika saya mengumumkan berhenti dari Tempo dan menjadi full-time blogger. Umumnya mereka bilang: dapat uangnya dari Googdle Adsense ya?
Mengapa kualitas seorang blogger hanya disempitkan menjadi "pemburu" Google Adsense? Itu adalah cara berpikir yang hanya menganggap seorang blogger hanya mampu menjadi publisher saja, tapi tidak melihat ceruk yang lain, yakni menulis dan menjadi konsultan.
Jika Anda tidak menulis dalam bahasa Inggris, tidak punya sesuatu yang bisa dijual, tidak punya reputasi internasional, lupakan mimpi jadi kaya karena AdSense. Anda hanya akan membuang waktu percuma dan kecapean sendiri memeriksa statistik dollar di Google AdSense setiap hari. Jadi kalau pengen jadi full-time blogger, mulailah berpikir bagaimana menulis yang baik dan niche. Jangan terlena dengan romantisisme AdSence, Chitika, AdBrite dan lain sebagainya!
Bagaimana anda melihat prospek seseorang menjadi "Full Time Blogger" di Indonesia?
Prospeknya sangat bagus karena Indonesia memiliki populasi yang besar. Hal lain, karena akses Internet di negeri ini sudah mulai bagus, internet via 3G juga sudah mulai jalan. Satu-satunya kekurangan Indonesia adalah masih sedikitnya content bermutu di blog. Nah, ini adalah peluang yang besar, bukan?
Kira-kira apa yang menjadi hambatan terbesar bagi seorang blogger Indonesia untuk menjadi "Full Time Blogger" dan bagaimana menyiasatinya?
Hambatan terbesar karena keterampilan menulis yang masih pas-pasan. Ingat, seperti yang sudah saya singgung sebelum, blog hanyalah media baru. Ia sebenarnya mirip dengan koran atau majalah, hanya saja ini formatnya online. Lebih repot lagi, karena sifatnya, tulisan-tulisan di blog harus lebih padat, ringkas dan mengena. Anda bisa tanya kepada para penulis yang sudah terkenal sekarang, menulis kolom yang ringkas dan padat itu bukan pekerjaan yang gampang.
Mungkin Anda pernah melihat website dan artikel mengenai CBO atau Chief Blogging Officer (tepatnya di http://www.chiefbloggingofficer.com/aboutcbo.html ). Bagaimana pendapat Anda mengenai ini?
Saya sudah baca. Menurut saya itu bagus, sudah harus ada orang yang khusus menongkrongi blogging ini. Ini adalah ilmu yang baru yang masih sedikit orang paham dan menguasainya.
Bagaimana Anda melihat perkembangan dunia blog di Indonesia dan harapan anda ke depan?
Saya optimis blog di Indonesia berkembang dengan baik. Jika content-nya makin bagus, akurat dan kaya data, orang akan mengandalkan blog sebagai bacaan utamanya.
Bagaimana pendapat Anda tentang komunitas blogfam ( www.blogfam.com) dan majalah online kami ( www.bz.blogfam.com)?
Yang paling berharga di cyberspace dan blogosfer adalah komunitas. Nah, Anda dan teman-teman sudah memulainya dengan membentuk BlogFam. Setahu saya, BlogFam adalah satu-satunya komunitas di blogosfer Indonesia yang benar-benar jalan dan dinamis. Selamat! *** (Amril)

Komentar (4)
Niche.. Sekarang waktunya kita lebih terfokus pada Niche.. Jangan mau cuma jadi tukang doang... hehehe itu kata Budi pada saya dan Pak Indra suatu waktu...
Hidup Niche!!
@ May 8, 2007 16:47
Beberapa hari yang lalu sempet bertanya-tanya, apa ada blogger profesional dari Indonesia. Hm, ternyata bener ada ya. Salut nih buat pak Budi, dan makasih juga buat interpiunya :)
@ May 17, 2007 22:32
Wawancara yang bermanfaat sekali. Setidaknya, memberikan wacana yang bagus bagi blogger pemula (seperti saya) untuk serius blogging. Dan tentunya, belajar menulis dengan baik dan bermutu. Makasih Buat Bang Budi Putra dan Bang Amril, keep writing :-)
@ May 19, 2007 15:32
bagi pemula yang memilih blogger sebagai media untuk menumpahkan berbagai materi sangat cock sekali karena pengoperasian nya yang mudah sekali,,,,, Selamat buat para Blogger Profesional Indonesia.....dan Maju Terusss!!!!!
@ May 30, 2008 23:35