Artikel:

Full Time Blogger: Sebuah Profesi Pilihan?

ISTILAH "Full Time Blogger" menjadi bahan perbincangan ketika salah seorang blogger Indonesia, Budi Putra, per tanggal 1 Maret lalu menyatakan untuk menjadi blogger profesional dan memutuskan keluar dari profesi sebagai karyawan salah satu media terkemuka di Indonesia, TEMPO.

aktual "Full Time Blogger (FTB) adalah sebuah "pekerjaan" (jika memang bisa dikatakan sebagai pekerjaan) yang membutuhkan tekad dan keberanian untuk memulainya," demikian ungkap Cosa Aranda melalui email kepada redaksi bz!. Pria kelahiran Langsa, 16 Februari dengan tahun "dirahasiakan"dan masih berstatus mahasiswa S-1 di STIKOM Surabaya ini melanjutkan, "Berbeda dengan pekerjaan di dunia offline yang sedikit banyak lebih pasti, bekerja sebagai blogger di dunia maya tentunya banyak terpengaruh oleh berbagai faktor non-teknis dan di luar kontrol kita, sehingga tidak memiliki kepastian. Namun bukan berarti FTB tidak boleh dilirik. Sudah banyak orang-orang yang terbukti sukses menjalani sebagai FTB dan dapat menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi dari gaji CEO sekalipun."

Sementara itu, Benny Chandra, seorang blogger yang juga berdomisili di Surabaya berkomentar, "Bagi saya, full time blogger itu adalah blogger yang menjadikan menulis blog sebagai pekerjaan utamanya, dengan kata lain ia menggantungkan sumber penghasilan utamanya dari ngeblog, bukan yang lain. Ia adalah orang yang yakin dengan gaya khas dan kualitas tulisannya di blognya mampu membuatnya memperoleh penghasilan materi.Penghasilannya bisa dari iklan, donasi, atau membership fee (pengunjung harus membayar biaya keanggotaan agar dapat membaca tulisannya). Full time blogger tidak berarti jauh dari lingkungan perusahaan. Mereka yang bekerja di sebuah perusahaan sebagai blogger bisa juga disebut sebagai full time blogger.

"Menurut saya," lanjut lelaki kelahiran Gorontalo, 22 Juni 1976 ini, "idealnya Full time blogger harus dibedakan dengan mereka yang hanya sekedar memanfaatkan blog sebagai sarana penunjang pekerjaan utamanya. Misalnya, mereka yang menulis cerita non-fiksi dengan memanfaatkan piranti blog yang tujuan akhirnya adalah untuk diterbitkan menjadi sebuah buku atau novel. Full time blogger perlu pula dibedakan dengan mereka yang semata-mata hanya mengejar penghasilan dari iklan seperti Google AdSense tanpa memperhatikan kualitas tulisan mereka di blog. Full time blogger juga bukan mereka yang sekedar 'copy paste' tulisan orang lain. Begitu juga dengan mereka yang menawarkan keanggotaan semacam MLM via internet dengan memanfaatkan blog sebagai sarana publikasi. Yang seperti ini, menurut saya, bukanlah Full time blogger meskipun mungkin saja mereka hidup matinya dari pekerjaan seperti itu."

"Yang ada kebanyakan saat ini adalah mereka yang bekerja di sebuah perusahaan, atau memiliki profesi, kemudian melakukan aktivitas blogging, dengan tujuan masing-masing. Sebagian di antaranya berusaha mendapatkan income dari aktivitas ini dengan memasang AdSense," demikian ungkap Nukman Luthfie yang menjabat sebagai CEO Virtual Consulting dan PortalHR.com. Menurut Nukman, "Full time blogger adalah sebuah profesi baru. Di Indonesia baru ada satu orang yang mendedikasikan hidupnya hanya untuk blogging, mencari makan dari aktivitas blog. Sebagai profesi baru, tentu saja banyak tantangannya. Yang utama adalah: apakah profesi baru ini bisa membuat hidup lebih baik (lebih kaya secara financial maupun non-finansial). Dari sisi non-finansial, saya merasa bahwa mereka yang memutuskan untuk pindah haluan dari karyawan menjadi full time bloger, pasti mendapatkan sesuatu yang lebih. Kalau tidak, sudah pasti mereka tidak akan mau meninggalkan zona aman sebagai karyawan, yang bergaji tetap. Menjadi full time blogger berarti pindah kuadran dari karyawan menjadi self-empoyee. Mereka harus mencari pendapatan (income) sendiri dengan susah payah, yang sudah pasti naik turun. Sampai saat ini, saya belum melihat ada full time blogger Indonesia yang sukses secara financial. Kalau pun ada, jumlahnya belum banyak."

Ada tiga hal menurut Benny yang menjadi modal bagi seseorang untuk menjadi seorang full time blogger, yakni yang pertama, kemampuan menulis artikel yang menarik dan khas, cukup berbobot, dan memiliki unsur sentuhan pribadi, kedua adalah pengunjung setia dan ketiga, percaya diri. "Sepertinya di masa depan profesi full time blogger cukup menjanjikan dan bakal menjadi suatu profesi alternatif yang menarik di Indonesia. Namun untuk saat ini, menurut saya masih belum mudah menjadi Full time blogger di Indonesia. Apalagi bagi mereka yang murni berangkat dari sekedar ngeblog di waktu senggang dan pekerjaan semulanya tidak ada hubungan sama sekali dengan urusan penulisan. Saat ini, terutama di Indonesia, masih belum mudah menemukan zona aman dengan ngeblog seperti ketika masih berpekerjaan konvensional," tambah Benny yang berprofesi sebagai Fotografer, blogger, webhoster, journalist, radio co-host ini.

aktual Di lain pihak Nukman merinci 4 syarat utama yang perlu dimiliki oleh seorang Blogger Sepenuh Waktu (Full Time Blogger), yaitu, "Pertama, yang paling penting adalah memahami perubahan status. Jika sebelumnya berstatus karyawan, maka dengan menjadi full time blogger maka ia menjadi self-employee. Perubahan mental dan pikiran ini harus disadari sejak awal. Jika tidak, maka tidak akan bertahan lama sebagai full time blogger, dan kemungkinan besar kembali lagi menjadi karyawan dan aktivitas blogger hanya pengisi waktu luang. Kedua, jangan pernah langsung terjun menjadi full time blogger jika belum pernah membangun blog yang menarik, dengan trafik kunjungan yang tinggi, serta memancing banyak komentar. Kalau itu terjadi, artinya blog yang bersangkutan tidak menarik. Hal ini bisa disebabkan oleh banyak hal: bisa karena tulisannya (idenya) kurang menarik, atau memang ia tak bisa menulis sebaik yang diharapkan target pembacanya. Ketiga, menulis hal-hal yang khusus, yang berbeda dengan blog lain. Bukan sekadar mengutip dari blog sana-sini, atau bahkan menyontek. Kadang saya membaca blog yang isinya hanya copy paste tulisan orang lain hanya untuk mengharapkan trafik dan mendapatkan income dan ad sense. Blog semacam ini tidak akan berhasil. Keempat, tahu kepada siapa kita menulis. Dalam bahasa marketing, blogger harus tahu target audiencenya". Lebih lanjut pria kelahiran Semarang, 24 September 1964 dan merupakan sarjana Teknik Nuklir Universitas Gadjah Mada ini menandaskan, "Meski full time blogger merupakan profesi baru yang masih belum ada kepastian masa depannya, namun saya melihat, ke depan, profesi ini akan menjadi salah satu profesi yang menarik secara financial bagi mereka yang bisa memenuhi empat syarat di atas."

Pada kesempatan lain Cosa berkomentar, "Syarat utama seseorang dapat menjadi FTB adalah tekad dan keberanian. Sama halnya dengan mengerjakan bisnis-bisnis lainnya, untuk bisa sukses di dunia maya, dibutuhkan kerja keras dan usaha yang tidak sedikit. Itu pun di luar kegiatan self-branding, promosi, dan sebagainya. Dengan semakin ketatnya persaingan di dunia kerja, FTB bisa menjadi alternatif mencari nafkah. Sehingga, ya, bila punya tekad, keberanian,dan kerja keras, maka profesi ini cukup menjanjikan."

"Secara teknis (misalnya menulis, bercerita, dan persyaratan standar lainnya) saya duga bisa dipenuhi oleh banyak peblogger saat ini. Maka tantangan terbesar adalah masalah mental. Tidak gampang berubah mental dari karyawan yang biasa gajian menjadi self-empoyee yang mengharuskan kita mencari income kita," ujar Nukman ketika ditanyakan mengenai tantangan terbesar seorang Full Time Blogger saat ini.

Dengan pertanyaan serupa, Benny yang memiliki hobi Fotografi, nonton film, membaca ini, menuturkan jawaban nyaris serupa. "Tantangan terbesarnya adalah kepercayaan diri. Apakah yang bersangkutan punya raya percaya diri yang tinggi untuk memutuskan menjadi Full time blogger atau tidak? Apalagi jika sebelumnya, yang bersangkutan punya pekerjaan tetap dan berada di 'zona' nyaman."

Sementara itu Cosa Aranda melihat ada dua tantangan terbesar seorang Full Time Blogger. "Masih melekatnya keinginan untuk memperoleh segala sesuatunya secara instant dan anggapan bahwa mencari uang di internet itu semudah membalikkan telapak tangan. Keduanya mengakibatkan seorang FTB menjadi malas untuk berusaha dan cepat menyerah. Ujung-ujungnya, mereka menggunakan cara-cara yang kurang etis dan seringkali melanggar aturan yang ditetapkan.Yang seharusnya diingat, bekerja di dunia internet merupakan 'investasi jangka panjang'. Memang harus diakui ada yang berhasil dalam waktu singkat, namun secara keseluruhan, it takes time," demikian ujar lelaki yang mengaku jarang melakukan blogwalking ini.

aktual "Perkembangan blog di Indonesia cukup bagus karena seiring dengan waktu kita dapat melihat kualitas tulisan di blog yang semakin menarik dan dinamis, satu per satu blog-blog yang dulunya hadir karena hanya ikut-ikutan mulai tersaring. Mereka yang ada sekarang masih terbagi menjadi blogger yang memang butuh ngeblog, mereka yang ngeblog semata-mata untuk mengejar keuntungan dari Google Adsense, dan kombinasi keduanya," kata Benny yang kerap mampir di Planet Terasi (blog aggregator), Planet Wordpress (blog aggregator) dan Merdeka.or.id (blog aggregator) saat ditanyakan tanggapannya tentang perkembangan dunia blog di Indonesia. "Yang menarik," tambahnya lagi, "di antara mereka terselip sejumlah tokoh dan selebriti Indonesia yang sudah menyadari perlunya ngeblog. Sebut saja seperti Hermawan Kartajaya, Wimar Witoelar, Dewi Lestari, dan lain-lain. Harapan saya agar dunia blog Indonesia bisa semakin berkembang dengan baik dan dinamis. Blogger sendiri harus waspada dengan berbagai tawaran yang datang, jangan mau dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk kepentingan yang tidak jelas."

"Cukup baik," demikian Cosa mengomentari perkembangan dunia blog di Indonesia. "Apalagi dengan semakin banyaknya blog-blog yang memiliki 'kepribadian' sendiri serta makin bervariasinya topik yang diangkat di dalam blog-blog tersebut. "Harapan saya ke depan," kata pria yang hobi baca buku, denger musik, nonton film ini, "tentunya agar kondisi blogsfer Indonesia yang sekarang dapat lebih ditingkatkan lagi dan tidak ada lagi yang namanya blog-blog plagiat, rasis,dan sejenisnya."

"Blog akan menjadi teman baik bagi banyak pengguna Internet di Indonesia," ujar Nukman yang mengaku sering mengunjungi blog Perspektif.net, Virus Communications, blog Maverick, dan Pecas Ndahe ini. "Jumlah blogger Indonesia akan meningkat cepat. Bagi yang belum tertarik memiliki blog, saya duga akan senang membaca dan memberi komentar di blog. Yang menarik, blog bukan hanya menjadi tempat untuk ngrumpi, menulis apa saja tanpa tujuan, membangun jaringan social via Internet, tetapi juga sudah menjadi sarana untuk berbagi ilmu. Saya berharap, semakin banyak eksekutif perusahaan, pemerintah, politikus yang tergerak untuk membangun blog sebagai tempat pendidikan bagi publik. Bila kalangan ini serius di bidang ini, akan semakin menyemarakkan dunia blog. Harapan yang lain, para blogger menggunakan blog ini sebagai media untuk menebar kebaikan, bukan untuk menfitnah atau menjelek-jelekkan pihak lain," imbuh lelaki yang hobi baca buku, menulis, browsing internet, nonton film ini sekaligus menutup perbincangan dengan bz!. *** (Amril)

Posted on May 6, 2007 11:00 AM |

Komentar (7)

susah...susah....!
wah, kalo mo jadi full time blogger...hmmm
sa belum bisa kek nya, masih begelut di dunia kapitalistik...
kalo pun mau jadi enterpreuner, utk jadi full time blogger keknya pilihan yang sulit juga
:p
ada medical insurance coverage nya ndak, ada fasilitas dan tunjangan apa saja ya..? gmana caranya mendapatkan penghasilan? apakah penghasilan diperoleh dari 'usaha' lain; enterpreuner? atau cuman mengandalkan adsense, secara itu ndak bisa dipertahankan terus menerus?

----Budi Putra misalnya mengakui memasang adsense di blognya. Tapi dalam sebuah kesempatan wawancara beberapa waktu lalu, ia juga mengatakan bahwa adsense bukan satu-satunya cara. Masih banyak cara lain seperti memasang iklan, dibayar untuk ngeblog topik dengan tertentu atau biasa disebut pay per click, menjadi semacam konsultan untuk beragam perusahaan yang mulai melirik para blogger dan masih banyak lagi.
-----

heheh, begini lah kalo sudah masuk bingkai kapitalistik, ketika Tuhan telah bermanifestasi ke ruang kerja/kubikal, dan berfirman dalam bentuk assignment2 dari bos...

Tulisannya sangat menarik sekali, apalagi ditambah hasil interview langsung dengan problogger yang sudah exist.

**Sedikit kritik, font artikel di bz ini menurut saya terlalu kecil. Agak pusing bacanya untuk saya.

JaF:

Daeng Rusle, dari dalam kubikal saya yang nyaman dan damai (kecuali ada 'firman' dari bos) saya jadi merasa tersindir juga nih hehehe...

OOT: This is one of the best edition of bz! Salut buat timnya... :)

Memang susahnya bagi yang sudah masuk "zona nyaman" untuk keluar. Bener ya kalau mau meraih keberhasilan total mesti berani menanggung resiko kegagalan total.

Kalau ada job yang bisa dilakukan tanpa kita meninggalkan job utama kenapa enggak?

Tapi keseluruhan dari tulisan ini sip banget!

Memang benar seperti yang saya baca dari ulasan diatas, sekarang ini dunia blogging indonesia sedang berkembang menuju ke yang lebih pro dibandingkan ketika awal - awal blogging lagi nge-trend! Mungkin, kita bisa mengambil pilihan? alternatif, apakah itu sebagai FTB (Full Time Blogger), Blogger sebagai wahana pendukung pekerjaan ataupun mereka yang sekedar mencurahkan Hobby serta keisengan mereka diblogger!
Jadi tergantung pilihan kita masing - masing!

K`lo sekarang saya masih iseng - iseng ngeblog, tapi bukan Blog Iseng yach! ^^

Yang jelas berkat Blog Saya berkeinginan dapat menyampaikan informasi yang bermanfaat bagi banyak pihak. Kalaupun bisa jadi semacam promosi tentunya sangatlah baik:-)

kita pun harus benar - benar tahu dan sadar betul bagaimana karakteristik kita, jangan hanya ikut-ikutan demam blogger trus akhirnya mandeg tengah jalan

Tulis komentar anda

(Komentar akan melalui proses moderasi.)



 Lainnya: