Artikel:

The Messenger: Dua Karakter yang Keren dan Gila!

bincang







Harga: Rp 20.000,-
Ukuran: 11 x 18 cm
Tebal: 192 halaman
Terbit: Maret 2007


Siapa sih yang tidak mengenal internet di jaman sekarang ini? Bahkan keponakan saya yang berusia 5 tahunpun sudah dapat mengakses situs Barbie favoritnya. Dari internet kita dapat memperoleh berbagai macam hal, dari mencari berita, berjualan dan belanja sampai mendapatkan teman baru atau bahkan mencari jodoh. Kegunaan internet yang terakhir dapat dilakukan dengan cara chatting melalui messenger. Chatting inilah yang menjadi inti cerita di buku yang memiliki cover berwarna hitam dilengkapi gambar seekor kucing putih dan monitor serta keyboardnya.

Cerita ini berawal dari sebuah chatting antara LelakiKelam dan Mpus_imut70. Kalau anda seperti saya yang sedikit beranggapan, "Yaaah, ini cerita chatting biasa antara seorang pria dan wanita yang memiliki ending kalau tidak bahagia pasti sedih." Nanti dulu, karena di lembar-lembar selanjutnya anda akan kaget seperti saya. Banyak hal di buku ini yang sangat jauh berbeda dari buku-buku lainnya.


Gaya Bahasa serta Permainan Kata

Siapa yang mengira kalau buku ini ditulis oleh 4 orang yang berbeda tempat tinggal yang lebih sering saling kontak melalui email dan chatting? Karena rangkaian kalimat-kalimat yang tertuang di sini bisa dibilang bervariasi tapi tetap di jalur yang sama. Campuran antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris kerap dipilih dalam chatting antara LelakiKelam dan Mpus_imut70, dua tokoh utama The Messenger (TM). Ditambah lagi dengan gaya bahasa yang sedikit nakal, keempat penulis ini sukses membawa pembacanya seperti terbang ke khayalan kita sendiri.

Mpus_imut70: Ngomongin yang lain aja. *buka kancing baju, gerah juga*.

Berani. Itu yang ada dalam benak saya saat membaca lembar demi lembar buku ini. Baik Jaf, Tuteh, Elsa, atau Uyet tidak terjebak dalam pemilihan kalimat yang selalu baku dan dalam jalurnya. Karena masih sedikit penulis Indonesia yang yang mau mencoba bermain dengan kata di luar yang biasanya, menurut saya mereka berempat sudah keluar dari jalur kenyamanan menulis.


2 Karakter Utama yang Misterius

Jujur saat saya mengawali membaca The Messenger ini, saya cukup dibuat bingung dengan cerita yang berloncatan dari kisah yang dibawakan dari kacamata karakter LelakiKelam ke kisah yang diceritakan dari sisi Mpus_imut70, sampai saya harus berulang membolak-balik lembar buku ini. Kalau saya boleh memilih dua kata untuk mendeskripsikan apa pendapat saya mengenai kedua karakter di sini, saya memilih kata: keren dan gila. Karena sepanjang saya membaca buku, baru kali ini saya menemukan satu (dua malah) karakter yang begitu twisted, confusing dan tidak dapat dideskripsikan.


Ending yang…

Saya sengaja tidak mengisi titik-titik di atas, karena saya akan membiarkan pembaca lainnya mengambil kesimpulan mereka sendiri bagaimana akhir cerita ini. Akhir cerita ini boleh dibilang open ending, membiarkan kita sebagai pembaca mereka-reka sendiri bagaimana akhir kisah ini. Tapi, buku ini bisa juga dibilang berakhir dengan menggantung (dengan kata lain: kurang jelas bagaimana sebenarnya para penulis ini ingin mengakhiri buku ini: sedih atau happy ending?).

The Messenger benar-benar mengubah cara berpikir saya selama ini mengenai dunia maya dan dunia per-chatting-an. Bisa dibilang TM tidak hanya menyuguhkan kisah percintaan yang penuh intrik misteri saja, melainkan juga menyimpan pesan yang tersembunyi dalam balutan kalimat-kalimat yang tak biasa. *** (Yaya)

PENGUMUMAN KUIS EDISI APRIL 2007
==============================

Jawaban yang benar:
1. c. Paris
2. b. bz!bincang

Pemenangnya:
Tria - elnino_ruang@yahoo.com

Selamat kepada pemenang. Hadiah akan dikirimkan segera. Terima kasih.

Posted on May 6, 2007 5:00 AM |

Komentar (1)

pertama kali lihat the messenger, saya agak skeptis. apa yang bisa saya dapat dari novel setipis ini... saya pikir novel ini kayak kacang goreng. habis baca udah..ngga ada kesan-kesan apa gitu yang bisa diserap.
eh, ternyata saya salah..the messenger amat menarik. alurnya cepat, dan langsung menenggelamkan pembacanya ke dalam cerita sejak awal bab. tidak membuang-buang waktu dengan basa basi ngga penting. langsung bikin penasaran saya sebagai pembaca padahal baru membuka halaman pertama.
selain itu ceritanya beda, unik dengan gaya bahasa yang pop (tidak dapat menemukan kata-kata yang tepat,hehehe). dan setelah membacanya saya langsung menghela nafas, puas (menurut saya, buku-buku yang bagus adalah buku yang bisa membuat saya menghela nafas setelah membacanya.heheheh... :p)
hampir lupa kalau itu ditulis oleh 4 orang yang berbeda. ga ada yang keluar dari jalur cerita, atau mencong-mencong ngga jelas. pokonya keren ^_^

puas deh pokonya, the messenger keren banget

Tulis komentar anda

(Komentar akan melalui proses moderasi.)



 Lainnya: