Blog Sebagai "Portfolio" Sang Penulis
Aktivitas ngeblog bagi sementara orang masih dianggap sebagai kegiatan curhat online di media internet. Tak ubahnya sama dengan mengisi sebuah buku diary. Tetapi, justru aktifitas ini membawa sang penulis blog bisa menjadi seorang penulis buku. Tidak percaya? Coba simak penuturan Lili Lengkana, "Yang melatar belakangi kenapa saya membuat blog adalah, gara-garanya waktu itu ada teman yg mempromosikan blognya lewat jalur email. Lalu saya klik dan baca-baca. Buku harian di blognya bisa dikonsumsi publik tanpa ada sensor dan kesannya jujur sekali. Nah, sejak saat itu saya ikutan membuat blog. Saya pikir-pikir, hal ini saya lakukan mengingat masa sekolah dulu saya sering sekali menulis buku harian kegiatan atau cerita saya sehari-hari. Namun semenjak menikah..waaah hampir terlupakan semua hal yang bisa saya tulis. Akhirnya saya memutuskan utk memulai lagi membuat buku harian lewat blog.
Saya putuskan untuk menulis segala hal tentang keluarga saya pada blog tersebut. Lalu suatu hari saya masuk ke sebuah forum komunitas blog, apalagi kalau bukan Blogfam. Nah, di sanalah saya mencoba menorehkan hobi menulis saya pada salah satu threadnya yaitu Galeri Kreasi. Tidak disangka-sangka keikutsertaan saya yang cukup aktif pada galeri ini membuahkan buku keroyokan yang di motori oleh Blogfam dan Penulis Cinta. 12 Penulis terpilih Blogfam membuat karya buku yg berjudul Ortu Kenapa Sih? Tadinya saya kurang PD (Percaya Diri, red) dengan hasil corat coret saya, ternyata saya bisa juga. Alhamdulillah pada akhirnya bisa juga menghasilkan buku yang kedua. Bersama penulis handal kelahiran Blogfam juga yaitu Kang Iwok Abqary, saya dan Kang Iwok menulis buku tips & trick utk remaja yg berjudul The Magical Sweet 17th yang juga diterbitkan oleh Penerbit Cinta. Ternyata yang tadinya iseng menulis di Blog, lalu bergabung dengan forum komunitas blog, malahan saya mendapatkan bonus jadi penulis pemula. Secara sadar saya katakan bahwa menulis di blog bisa sebagai sarana latihan utk memulai menulis kembali," tutur Lili yang lahir di Jakarta 1 Januari 1974 dan berdomisili di Tanjung Barat Jakarta Selatan ini.
Lain lagi pengalaman Beby Haryanti Dewi Maulana. Wanita kelahiran Aceh, 7 February 1974 ini menuturkan, "Waktu itu saya masih tinggal di Jerman. Sebagai pengobat rindu untuk keluarga, saya rutin menuliskan cerita-cerita tentang anak saya dan mengirim foto-foto via email.
Lama-lama repot juga, karena saya harus menulis email pada beberapa orang. Belum lagi jika ada teman-teman yang mengirim email untuk menanyakan kabar dan meminta diceritakan tentang keadaan saya dan keluarga. Bosan rasanya, harus menulis cerita dan meng-upload foto yang sama sampai berulangkali. Sampai kemudian ada seorang teman yang menyarankan saya membuat blog. Masalah sayapun teratasi. Sekarang saya tinggal memberi link blog saya pada keluarga dan teman-teman supaya mereka dapat dengan mudah bisa membaca dan melihat foto-foto. Bahkan tak jarang isi blog saya diprint untuk dibawa pulang ke rumah. Belakangan, saya membuat blog khusus untuk memajang buku-buku karya saya."
"Pengaruh blog pada kemampuan menulis saya jelas besar sekali. Bisa dikatakan, karena aktivitas blogginglah, kemudian saya bisa jadi penulis. Tanpa saya sadari, ketika saya menulis di blog dan membaca tulisan di blog orang lain, ternyata saya telah berlatih menulis. Dari tulisan orang lain saya belajar bagaimana menyusun kata-kata, mengawali dan mengakhiri tulisan, bahkan penempatan tanda baca tidak luput dari pengamatan saya. Lewat blog pula, saya bisa berkenalan dengan para penulis, yang sering membagi ilmunya dan memberi info tentang peluang menulis di blog mereka. Alhamdulillah, dalam tempo yang relatif singkat (1,5 tahun dari sejak pertama membuat blog) saya sudah menulis beberapa buku dan satu ide cerita sinetron," lanjut Beby yang menelorkan buku keroyokan pertamanya berjudul "Galz Please Don't Cry" yang diterbitkan oleh Penerbit Lingkar Pena tahun silam dan saat ini berdomisili di Canberra, Australia.
"Saya pertama bikin blog itu 2005 di Friendster, tapi gara-gara FS itu susah untuk diakses, maka pindah ke http://prithakhalida.blogdrive.com sampe sekarang,"ujar Pritha Khalida yang baru saja meluncurkan buku terbarunya "Prith@mori" (Gradien,2007) ini. "Yang jelas," lanjut wanita kelahiran Bandung 7 April 1983 ini, "blog yang saya bikin itu terinspirasi dari bukunya 'Kambing Jantan'. Waktu itu mikirnya, gile nih orang...bisa-bisa aja cerita tentang keidupan pribadinya, trus dibukuin...Gue juga mau aahhh....Yah, emang dasarnya saya narsis juga siih. Kalo ditanya pengaruhnya secara kualitas, nggak gitu jelas sih. Soalnya gak pernah ngebanding-bandingin sebelum dan sesudah ngeblog. Cuma kalo dari kuantitas, jadi meningkat tinggiii banget. Penyebabnya, nggak lain dan nggak bukan karena di blog banyak banget temen-temen penulis yang menginspirasi sekaligus jadi 'kompor' yang selalu bikin iri."

"Saya membuat blog pertama di Blog Boleh.com untuk mendukung mimpi saya a writer wannabe sejak kuliah! Sekaligus menyalurkan kram otak saat bekerja di kontraktor yang kerjanya padat banget. Alhamdulillah, sejak nge-blog saya makin semangat, karena saya memposting sesuatu, bakalan rame dikomentarin oleh teman-teman sesama blogger Boleh. Mereka juga menyemangati saya dan rasanya, sejak nge-blog menulis jadi makin mudah dan ide lebih kinclong hehe, mungkin karena latihan nulis terus ya di blog..ala bisa karena biasa," ucap Dewi Rieka Kustiantari atau akrab dipanggil Dedew yang saat ini berdomisili di Ungaran, Semarang ini.
"Awalnya, saya membuat blog karena diajak teman baik saya, Jonriah Ukur," demikian ungkap Rini Nurul Badariah, kepada bz!. "Istilah blog sendiri,"lanjut wanita kelahiran Sukabumi, 5 Februari 1977 dan sudah menghasilkan 9 judul buku ini, "sudah saya ketahui sejak masih aktif di MWmag tahun 2001. Setelah melihat-lihat blog yang sudah ada, saya tertarik untuk menjadikan blog sebagai situs pribadi yang menggantikan homepage lama saya di geocities. Ini saya pandang perlu karena saya membutuhkan media maya yang mudah diupdate. Selain itu, blog adalah aspek bidang
teknologi informasi yang memang saya minati. Bagi saya, blog seperti juga email, merupakan media berlatih menulis yang relatif ampuh. Namun pengaruhnya pada kemampuan menulis biasa saja sebab sebelum membangun blog pun saya sudah suka dan menekuni dunia tulis".
Simak pula bagaimana Ryu Tri menuturkan pengalamannya ngeblog sampai akhirnya menjadi seorang penulis, "Awalnya membuat blog karena niat banget pengen nulis-nulis puisi yang ada di diary aku dan di posting ke blog.
Lama-lama enjoy juga, dan ngerasa seneng aja kalo ada yang dateng, ngasih komentar tentang tulisan yang saya tulis:). Kalau ditanya sejauh mana pengaruhnya pada kemampuan nulis tentunya banyak yah. Lewat blog saya gak lagi malu dan gak pede untuk nulis apapun, baik itu daily journal, anekdot lucu, opini-opini kalo lagi ngomentarin berita di media. Saya mikirnya gini, lewat blog saya bisa punya tempat untuk nulis dan dibaca banyak orang," ujar Ryu Tri yang sudah menulis 6 buku dan tiga di antaranya buku cerita anak.
Dengan ngeblog, baik Beby, Rini, Lily, Dedew, Pritha dan Ryu merasakan begitu banyak manfaat besar yang dirasakan, selain tentu saja melatih kelancaran menulis dan menguraikan gagasan. Ryu mencatat setidaknya ada tiga manfaat penting, yang pertama, bisa sharing dengan penulis lainnya, yang kedua, bisa promosiin buku di blog dengan edan-edanan. pokoknya blog jadi media efektif buat dagang dengan hadirnya postingan-postingan yang berbau promosi mengenai buku kita dan ketiga, bisa saling sapa dengan orang lain yang kebetulan baca karya kita.
Bagi Lili, karena mendapatkan teman yang banyak dari seluruh penjuru dunia karena ngeblog serta bergabung di komunitas blogfam, maka ia memperoleh "bonus" tak terduga berupa network (melalui kawan-kawannya tersebut) atau gerbang menjadi seorang penulis. "Contohnya, saya bisa berkenalan dengan salah satu editor Penerbit Cinta yaitu Kang Benny Ramdhani. Di mana pada akhirnya beliaulah yang menjadi promotor untuk buku-buku saya," kata Lili yang menyelesaikan pendidikan terakhirnya di salah satu Akademi Sekretaris di Jakarta ini.
"Setelah memperkenalkan blog saya, ada dampak positif terhadap penjualan buku-buku) saya," ujar Rini yang berprofesi sebagai Penulis dan Penyunting Freelance. "Salah satunya buku Nama-nama Islami Pilihan Untuk Si Buah Hati (Mirqat Publishing, 2006) yang kini telah cetak ulang untuk kedua kalinya. Saya juga dapat memperoleh masukan dari pembaca serta berbagi pengalaman dengan pengunjung blog secara umum atau sesama penulis secara khusus. Intinya, interaktivitas penulis dengan komunitas di sekitarnya lebih hidup dengan adanya blog. Saya sangat merasakan itu karena belakangan ini kerap menerima permintaan pengunjung untuk menuliskan tema tertentu. Tidak jarang saya memperoleh ide-ide baru pada waktu ngeblog".
"Blog bisa jadi sarana belajar dari penulis senior, dengan sesama pemula juga saling menyemangati dan berbagi info, blogwalking juga bisa jadi bahan tulisan dengan catatan asal jangan nyontek ya," kata Dedew yang sudah menulis buku, "Keajaiban Bunga" (Penerbit Cinta, 2006), "Flash! Flash! Flash! (Gradien, 2006)", "Aku Cinta Indonesia" (Ganeca Exact, 2007), "Kenapa Harus Melajang?" (DAR! Mizan, 2007) ini. Wanita yang lahir di Makassar, 2 April 1980 ini lantas melanjutkan, "Saya juga sering posting survei kecil-kecilan di blog untuk bahan tulisanku selanjutnya. Jadi teman-teman blogger jadi narasumberku deh! Saya rasa sebagian besar pembaca buku saya adalah teman-teman blogger dan milis sendiri yang terhasut cuap-cuap saya. Ketika punya buku baru, langsung deh promo abis lewat blog."
"Jika saya tidak ngeblog, mungkin tidak banyak orang yang mengenal saya dan tidak tahu bahwa saya telah menulis buku. Dengan memajang karya-karya saya di blog, banyak orang yang dapat mengaksesnya dengan mudah. Di samping itu, saya bisa berinteraksi lebih dekat dengan pembaca buku-buku saya lewat fasilitas 'tulis komentar' dan 'buku tamu' di blog. Menurut pengamatan saya, kebanyakan blogger sebenarnya adalah orang-orang yang tertarik pada dunia kepenulisan. Mereka senang menulis, oleh karena itu mereka ngeblog. Biasanya orang yang suka menulis, juga suka membaca, atau butuh bacaan. Karena itu menurut saya sangat efektif mempromosikan buku-buku di blog, karena kita langsung menuju sasaran.
Untuk sementara, karena sedang tidak berada di Indonesia, tidak banyak strategi yang saya tempuh untuk menjangkau pembeli buku saya. Selain di blog, biasanya saya mempromosikannya di milis-milis atau komunitas yang saya ikuti, dan meng-SMS teman-teman dekat di Indonesia," ungkap Beby yang menyelesaikan study di Jurusan Kimia FMIPA Universitas Syah Kuala Banda Aceh ini.

"Saya ngerasa blog itu bisa jadi 'portfolio' buat seorang penulis," ucap Pritha yang kini masih kuliah di Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha Bandung ini. "Kalo biasanya yang punya portfolio itu adalah model, nah kalo penulis bisa menceritakan semua tentang dirinya di blog. Mulai dari biodata, foto, sampai gaya penulisan. Yang buat saya pribadi, blog ini bisa ditujukkan sebagai perkenalan ke penerbit atau teman-teman, kali' aja ada yang mau ngajak bikin proyek tulisan bareng gitu," celoteh gadis yang konon memiliki hobi, baca buku, nonton film komedi dan animasi, nyoba makanan baru, jalan-jalan, borong jualan obral, dan berbagai kegiatan baru yang asyik ini.
Keenam responden bz! kali ini sepakat bahwa prospek blog di Indonesia makin cerah di masa yang akan datang. "Fasilitas blog jika dimanfaatkan secara maksimal dan untuk hal yang positif maka bisa menjadi sarana untuk pengembangan diri, bukan hanya sebagai ladang mencari teman bahkan menguntungkan untuk menjalankan bisnis pribadi. Berarti UUD, bisa jadi Ujung-Ujungnya Duit juga kan? Bisa di bayangkan, pembuatan blog yang gratisan, tetapi kita bisa mendapatkan keuntungan dari segala sisi," seloroh Lili yang memiliki hobi membaca, menulis dan travelling ini.
"Menurut saya blog itu ke depannya bisa jadi sarana untuk 'ngejual diri', kata Pritha yang rutin mengunjungi blog sang pacar ini, dengan lugas. "Taro aja nih, ke depannya kan' orang akan semakin membutuhkan sesuatu yang serba praktis. Nah blog ini, bisa dipakai buat mereka yang pengen melakukan banyak hal di samping pekerjaan rutinnya, tanpa banyak menyita waktu. Dan ini berlaku nggak cuma buat penulis aja. Seorang fotografer misalnya, akan bisa memajang foto-foto hasil karyanya di blog. Atau, seorang koki, akan bisa menampilkan resep-resepnya di blog juga. Cuma yaa, mungkin ada software tambahan yang diperlukan untuk menjaga hak cipta (minimal nggak bisa di-copy paste gitu). Pokoknya ke depannya blog ini penting banget deh! Apalagi buat Indonesia, yang notabene seringkali dipandang sebelah mata sama negara-negara maju sana, dengan blog bisa lebih nunjukin bahwa kita juga bisa eksis (dengan catatan, nggak bikin blog yang justru ngejatuhin nama bangsa, misal blog porno gitu...)," tambah Pritha dengan celoteh khas remajanya.
"Blog akan terus berkembang dan dilirik sebagai sarana alternatif baik untuk mengasah potensi menulis maupun mengembangkan wawasan di bidang IT, asalkan pemiliknya tidak berhenti berinovasi dan didukung oleh koneksi Internet yang cepat. Terus terang, faktor terakhir ini
masih merupakan kendala kecuali pada blog-blog yang menyediakan fasilitas posting via email", ujar Rini yang memiliki hobi membaca, menulis, otak-atik software, Internet, dengar musik,dan nonton film ini.
"Selama orang masih butuh mencurahkan isi hati dan pikiran secara bebas terus masih butuh bersosialisasi dengan orang lain saya rasa selama itu pula blog bakal bertahan," kata Dedew yang menyelesaikan S-1 Manajemen-nya di UPN "Veteran" Yogyakarta ini. "Kita makhluk sosial yang selalu butuh orang lain. Insya Allah blog bakal bertahan lama. Selain itu di masa datang blogger Indonesia bakal makin kreatif dalam menggunakan blog sebagai sarana jualan yang murah tapi efektif terutama untuk display gratisan," lanjut penulis yang juga aktif berkontribusi di Naskah Mobile ini.
Banyak kesan menarik yang dialami enam penulis ini selama ngeblog. "Yang pasti ngeblog jadi media yg baik dalam menulis bagi saya!. Meski ngapdetnya agak males-malesan, dan tergantung mood. Dengan ngeblog saya pun bisa punya temen baru lho," kata Ryu. Sementara itu, Lili menganggap aktivitas ngeblog yang paling mendalam baginya adalah menemukan teman-teman baru yg berarti. "Maksudnya bukan sekedar teman tetapi teman yang bermanfaat di kala waktu senggang kita ngeblog",jelas Lili yang tanggal 29 April 2007 lalu baru saja melahirkan anak keduanya.
Bagi Pritha, dengan ngeblog ia bisa ketemu banyak temen baru, dikomporin untuk cepet-cepet nulis buku (dan komporannya berhasil, karena saya selalu iri sama mereka yang bisa produktif nulis buku), curhat-curhat-an sama temen-temen yang akhirnya jadi sahabat deket. "Sampai dapet pacar juga!" tukas Pritha blak-blakan disertai derai tawa cerianya.
Lain lagi dengan Beby. "Sebelum ngeblog, saya sering merasa sendirian dan menganggur di negeri orang. Tetapi sejak saya ngeblog, saya menemukan begitu banyak teman-teman di dunia maya yang bisa diajak ngobrol, curhat, bercanda, bekerja, bahkan berbisnis. Jika awalnya saya memanfaatkan waktu luang dengan ngeblog, kini saya berusaha meluangkan waktu untuk ngeblog. Hebatnya lagi, tiba-tiba saya bisa berkenalan dan bergaul akrab dengan blogger yang merupakan orang-orang hebat, selebriti, dan orang-orang penting dengan mudahnya. Hal yang tidak pernah saya alami sebelumnya di dunia nyata," ujar wanita yang memiliki hobi, baca, menulis, blogging, traveling, cake decorating ini.
"Ngeblog merupakan aktivitas bermanfaat, apalagi setelah saya serius mengembangkannya secara tematis. Di samping memperluas jaringan dan menambah pengetahuan, beberapa pekerjaan saya peroleh setelah klien mengamati halaman blog yang memajang riwayat karya saya. Baru-baru ini, saya bertemu dengan kawan lama yang mengetahui URL blog dari
sampul belakang buku saya. Pengalaman itu sangat mengesankan," kenang Rini saat ditanyakan kesan-kesannya selama ngeblog selama ini.
"Seru!" ujar Dedew yang memiliki hobi browsing di internet, jalan-jalan, kopdar dan cuci mata ini. "Berkat nge-blog, dapat banyak sahabat asyik-asyik, partner nulis yang oke, dapat seabrek info menulis..macam proyek puisi penulis lepas, kumcer komedi cinta BF, terus dapat dukungan untuk menulis jadi makin pede. Gara-gara ngeblog dapat kenalan dengan penerbit dan berhasil mewujudkan mimpi besarku: Menulis buku! Alhamdulillah, banyak deh!", imbuh Dedew yang pernah dinobatkan sebagai Juara Favorit Pembaca Lomba Resensi 17-an Blogfam tahun 2006. *** (Amril)

Komentar (7)
weee udah mejeng aja di sini. Trims yaa pak Amril
@ June 7, 2007 11:20
Blog adalah sarana yang paling tepat untuk mengasah kemahiran menulis. Di samping itu, blog juga merupakan alat yang sangat berguna untuk ajang promosi, bukan hanya promosi penulis tapi juga karya yang ditulis.
Contohnya blog novel saya, http://quadrangle.web.id. Dengan blog inilah saya memperkenalkan Quadrangle, novel pertama saya.
Jadi, ngeblog gak ada ruginya deh.
:-)
@ June 7, 2007 11:32
seep..seeep...tulisan yang menarik! makasiy yah pak Amril udah bolak balik kirim imel k ryu :)
@ June 12, 2007 12:21
Sepertinya, blog yang saya bikin nggak akan melatih kemampuan menulis saya. Soalnya isinya cuma cerita-cerita lucu yang pernah saya denger [menceritakannya kembali ke pembaca blog]. Apa saya perlu membuat blog yang sejenis orang2 sukses di atas untuk melatih kemampuan menulis saya?
@ June 13, 2007 14:34
Ibaratnya latihan nulis tugas akhir ya :D
khusus untuk anak2 kuliahan semester akhir / yg lg nyusun TA nih...
hehe...
@ June 21, 2007 02:05
hallo mbak Beby...siiip dah sudah diwawancarai! Oh ya kami berdua jg bikin blog jg ttg Indonesia
dlm bhs Jerman
http://blog.indonesia-portal.de/
dlm bhs Inddris
http://blog.indonesia-portal.co.uk/
silahkan mampir, ada forum dan galeri juga loh...
@ August 18, 2007 17:21
duh....asyik punya infonya! Tapi saya masih kesulitan bikin blog yang bagus kayak gini,Pak! Saya masih gaptek. Plisss dolong saya dong kasih tips gimana bikin blog yang mudah tapi tampilannya bagus?
Trims atas bantuannya!
@ August 21, 2008 12:02