CouchSurfing: Jalan-jalan Sambil Menambah Teman
Di jaman internet ini, bumi seperti mengecil. Orang di seluruh dunia dibawa lebih dekat berkat internet. CouchSurfing adalah salah satu proyek yang membawa penduduk bumi lebih dekat satu sama lain. Proyek ini membuka kesempatan bagi anggotanya untuk jadi tuan rumah dan jadi tamu di rumah masing-masing ketika mengunjungi negara anggota lain. Seperti dikutip dari tujuan proyeknya: "CouchSurfing menghubungkan orang dan wilayah, menciptakan pertukaran yang bernilai pendidikan, meningkatkan kesadaran bersama, menyebarkan toleransi dan mendukung pengertian kebudayaan." Kedengaran serius dan rumit, tapi intinya CouchSurfing ingin menyatukan dan menciptakan pertemanan antara anggotanya di seluruh dunia.


Cara kerja CouchSurfing sederhana, kamu cukup mendaftarkan diri dan mengisi semua informasi yang mereka minta. Bila kamu akan berkunjung ke suatu tempat, kamu bisa mencari anggota lain yang bersedia menjadi tuan rumah untukmu dan sebaliknya kamu bakal dihubungi oleh anggota lain yang ingin "berkunjung" ke rumahmu.
Masih belum jelas? Mari ikuti wawancara dengan salah satu anggotanya yang juga anggota Blogfam, Yuli Sinarta dan suaminya, Voldi (link blog dan link profil Couchsurfing) di bawah ini.

- Sejak kapan jadi anggota couchsurfing?
Sejak November 2006
- Tahu couchsurfing dari mana?
Dari koran. Waktu itu ada artikel di koran yang membahas tentang couchsurfing dan ada alamat homepage-nya, jadi waktu itu hanya sekedar ingin tahu.
- Sudah berapa orang yang kamu host? Dari negara mana saja?
Sampai saat ini kita sudah menjadi tuan rumah (host) untuk 8 orang (beberapa ada yang berpasangan), antara lain pasangan dari Hungaria, 3 cowok dari Kanada tetapi tinggal dan bekerja di Jepang, pasangan dari Austria, pasangan dari Polandia, 1 cowok dari Amerika, satu cewek dari Australia, pasangan dari Belanda dan pasangan dari Amerika.
- Berapa kali jadi tamu di rumah orang?
Sampe saat ini kami dua kali menjadi tamu di rumah orang, ketika kami berlibur di Christchurch, Selandia Baru.
- Cerita dong pengalaman baik dan buruk kalian selama jadi anggota couch surfing
Kami mendapat lebih banyak pengalaman baik daripada buruk.
Pengalaman baiknya antara lain:
1. Mengurangi biaya jalan-jalan, jadi tidak perlu bayar hotel. Kadang-kadang (kalau kita jadi tamu) malah kita dibawa jalan-jalan
2. Mempunyai lebih banyak teman dari berbagai negara dengan budaya yang berbeda
3. Acara liburannya lebih berkesan, karena kami merasa hidup seperti penduduk setempat. Kami tinggal dengan mereka, makan bareng. Kita juga menikmati masakan bikinan mereka.
4. Ada teman orang setempat untuk berbagi cerita dan ini membuat kami merasa welcome di negara yang kita kunjungi.
5. Kalo kami menjadi tuan rumah, kami bisa mendengar cerita-cerita atau pengalaman-pengalaman jalan mereka atai sekedar berbagi tentang kota atau negara mereka, kalau suatu hari nanti kami mau mengunjungi negara mereka.
Pengalaman buruknya antara lain :
1. Jadi kurang bebas (kalo kamu jadi tamu), tidak sebebas kalau kamu tinggal di hotel. Kadang kita harus ngobrol dan tetap tersenyum dengan tuan rumah meskipun sudah capek.
2. Kadang kalo kita menjadi tuan rumah, harus tepat waktu pulang kantor (karena kita tidak menitipkan kunci rumah ke mereka).
3. Kalau mereka pulangnya malam, kita harus menunggu meskipun sudah mengantuk. Karena itu kita menentukan jam malam.
4. Kadang ada tamu yang kurang bersih (untuk standard kita), misalkan waktu mereka pake toilet, meskipun di tempat kita mereka punya toilet sendiri, tidak berbagi sama kita.
- Saran atau tips tentang bercouch surfing
Saran atau tips kalau mau jadi tuan rumah (host):
1. Baca profile orang tersebut
2. Baca rekomendasi orang lain buat orang tersebut
3. Foto harus ada, terkadang melihat foto bisa mengira-kira orangnya seperti apa
4. Umur di atas 25 tahun ke atas. Usahakan untuk tidak menerima tamu yang terlalu muda, takut malah jadi babysitter. Umur sekitar 25 tahun termasuk sudah dewasa
5. Kami lebih suka meng-host pasangan. Biasanya host couple itu fun, kalo salah satunya diam dan yang lain suka ngobrol, bisa membuat suasana tidak terlalu kaku.
6. Jangan sampe couchsurfing membuat jadwal aktivitas berubah.
Kita sebagai host yang menentukan peraturan. Terus terang dengan tamu tentang peraturanmu. Tidak perlu merasa tidak enak hati.
Catatan redaksi: cobalah untuk selektif dan berhati-hati bila mendapat permintaan dari orang yang ingin jadi tamu di rumahmu. Saran dan tips dari Yuli di atas sangat penting. Jangan sampai salah orang dan terjadi hal yang tidak diinginkan. Di bagian FAQ Couchsurfing tercantum kalau kamu tidak harus bersedia menjadi tuan rumah, kamu bisa memilih yang cocok dengan situasimu.
Saran kalo mau menjadi tamu di rumah orang
1. Biasanya kalau sudah pernah meng-host orang, kita akan bisa tahu apa-apa yang perlu dilakukan kalo kita yang jadi tamu
2. Hadiah kecil buat tuan rumah kita. Tidak usah yang mahal, tetapi sesuatu yang unik, gampang dan murah meriah dari negara asal kamu, mereka pasti akan senang.
3. Berikan kartu terima kasih di hari terakhir untuk menunjukkan bahwa kamu berterima kasih untuk kebaikan mereka. Hal kecil tapi pengaruhnya besar
4. Berbagi tentang negara asalmu. Mungkin buat kamu topik tersebut membosankan, tapi buat mereka adalah sesuatu yang menarik.
5. Jangan buang sampah sembarangan, rapikan barang-barangmu, ikuti peraturan tuan rumah
Bagaimana? Tertarik untuk bergabung walaupun sekedar untuk menambah teman? Apalagi di negara kita yang besar, Couchsurfing ini juga bisa berguna bila mengunjungi daerah lain.
The world is smaller than you think. Happy couchsurfing and travel safe!
(rwidiani, terima kasih Yuli untuk interview-nya)

Komentar (1)
Terima kasih tips nya soalnya saya baru coba untuk menerima orang menginap.
@ June 5, 2008 10:04