Artikel:

Asia Blogging Network: Kerja sama dan Jaringan

Jika 6 Februari 2006 lalu Blogfam meluncurkan sebuah majalah online: bz! maka blogosphere Indonesia juga mencatat tanggal 6 sebagai tanggal kelahiran lainnya, Asia Blogging Network (ABN) telah lahir dan diperkenalkan kepada masyarakat luas pada tanggal 6 Juni 2007.

bz! sangat bersyukur karena telah mendapatkan balasan email atas pertanyaan di seputar Asia Blogging Networking dari 2 co-founder yang super sibuk. "Maaf baru reply, kemarin kami sedang meeting di Bandung bersama rekan-rekan ABN lainnya. Break sejenak dari rutinitas dan kehebohan seputar ABN (Asia Blogging Network) sehari-hari," Harry Sufehmi membuka email balasan yang disertai sedikit informasi.

Edisi kali ini akan kami hadirkan 2 artikel yang berbeda tentang ABN dari 2 co-founder. Berikut adalah cerita di balik kelahiran ABN.

Mendengar kata asia blogging dari alamat website yang ada, hal pertama yang sempat muncul di benak adalah sebuah alamat di mana terdapat kumpulan blog-blog asia, sebuah list yang berisi data dan tulisan dari para blogger yang ada di asia, sebuah agregator dari sekian banyak yang sering kita temui alamatnya selama ini. Dan ternyata memang tidak jauh berbeda dari perkiraan semula. "Pada break Peristiwa Sabuga (Blog Fun Day Desember 2006 - red), yang dilakukan di Starbucks Ciwalk, saya memperbincangkan antara lain soal blogging Indonesia United yang bentuknya lebih berupa agregator tematik, yang mengambil konten dari blog-blog Indonesia, baik dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris dan dengan demikian membentuk gudang informasi dan ide yang betul-betul berharga sebagai sumbangsih para blogger Indonesia," jelas Koen membuka obrolan lewat email. "Sementara," lanjutnya, "Budi Putra dan Ikhlasul Amal lebih tertarik membahas kemungkinan blogging sebagai profesi dalam kadar yang berbeda; Budi Putra sebagai ekstrimisnya dan Ikhlas sebagai yang lebih moderat, tetapi tetap pro blogger profesional. Even inilah yang kemudian dianggap sebagai pembuka diskusi untuk AsiaBlogging."


tamu


Sebuah topik yang menarik untuk dibahas! Yah, beginilah bila para blogger yang kreatif dan aktif selama berada di dunia maya, bergabung dan bertemu dalam satu kesempatan. Mereka tetap menjadikan blog sebagai bahasan utama.

Lalu bagaimana dengan networking, sebuah kata yang menyertainya? Di antara aliran cerita tentang latar belakang pembentukan ABN ini, Harry memberikan sebuah jawaban, "Kisah di balik layarnya simpel saja - saya ingin membantu mewujudkan impian kawan saya, Pak Budi Putra, untuk membawa blogging ke level berikutnya. Blog sebagai sebuah platform / media, memiliki sangat banyak potensi yang belum banyak tereksplorasi. Berbagai implementasi yang sudah ada saja sudah sedemikian luar biasanya, dan masih ada potensi-potensi lainnya juga. Keyword kami adalah kerjasama dan jaringan. Dengan jaringan dan kerjasama, maka yang tidak mungkin menjadi mungkin - 70 blogs on launch! Topik yang beragam, tim kontributor dari seluruh Indonesia dan luar negeri, dan seterusnya."

Sebuah kelahiran sedang dipersiapkan. Menurut Koen, mereka juga sempat mengundang sesepuh Internet Indonesia, "Yaitu Budi Rahardjo. Dan beliau yang memilih tempat di Dakken (sebuah cafe di Bandung- red). Tetapi karena kelelahan, beliau tak bisa hadir. Jadi kami yang malam itu mempertajam lagi posisi blogger profesional, dalam perbincangan yang nyaris melintas tengah malam." Dan diskusi tidak berhenti di situ saja, obrolan pun diteruskan melalui email maupun komentar di blog masing-masing. Lanjut koen, "Pertemuan Ciwalk awal Maret 2007 membahas langkah final yang akan diambil. Finalisasi sebenarnya akan dilakukan bukan di Ciwalk; tetapi waktu itu Harry Sufehmi sudah bergabung, dan ia belum kebagian mengunjungi Ciwalk. Jadi kami ke Starbucks Ciwalk lagi, ditemani Sherina yang (entah kebetulan atau memang ingin turut mewarnai) duduk di meja sebelah kami, sementara kami menyelesaikan finalisasi proyek: pemilihan nama, bentuk, cara kerja dan lain lain. Maka dimulailah kerja real: mencari server, meregistrasikan domain, mengedit script. Sesuai rencana, Thomas direkrut pada masa ini karena skillnya yang luar biasa, baik dalam bidang coding maupun desain themes. Kemudian dilakukan pemilihan penulis dan tentu sambil turut menulis juga. Kami masih blogger, seperti biasanya."

"Cerita lainnya adalah bagaimana sebetulnya kami adalah kenalan lama di dunia maya. Saya dan Pak Budi Putra kenal setelah saya kembali ke Indonesia (belakangan baru ketahuan ternyata paman saya sudah kenal sejak lama dengan beliau). Pak Amal adalah pakar IT yang telah ngeblog sejak masih di Belanda. Pak Firman adalah pakar literatur dan sastra yang juga blogger (tentu saja). Mas Rendy pakar IT dan internet dari Bandung dan sudah lama dikenal di komunitas kampung gajah. Mas Thomas adalah pakar Internet, desainer tingkat dunia, dan web-standard evangelist yang sudah saya kenal sejak kami bersama membangun Kilasan.com. Dan Pak Koen adalah pakar internet dan telekomunikasi yang sudah saya kenal sejak zaman BBS / bemonet dulu. Semua orang yang unik dan passionate ini berkumpul di sebuah wadah yang bernama ABN," Harry menambahkan sambil menyarankan membaca cerita seputar awal pembentukan di halaman blognya.

Persiapan teknis website sudah dibicarakan, hingga sampailah pada pemilihan penulis. "Ini proyek yang waktu itu belum memiliki bentuk. Jadi saya memilih penulis dari kalangan blogger yang memang saya lihat memiliki passion untuk menulis, tanpa pamrih. Kalaupun proyek misalnya dibatalkan, saya yakin mereka tidak merasa kehilangan terlalu besar: toh mereka memang suka menulis. Bentuknya pun bukan mirip rekruitasi, tetapi lebih berupa minta tolong: ada proyek nih, dengan dukungan masih minim --> bantu ya :). Sementara itu, Budi Putra juga melakukan rekruitasi untuk penulis tamu, semacam Wimar, Jennie, dan penulis-penulis kenamaan lainnya yang memiliki passion pada dunia blogging.
Sambil masih terus melakukan perbaikan, launching pun dilakukan: 6 Juni 2007. Kali ini tanpa pertemuan. Hanya Press Release dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Dan warta di blog kami masing-masing. Lalu kami mengamati dari meja kerja kami masing-masing, di kota yang terpisah. Saya sendiri menyendiri di Dakken, menonton AsiaBlogging melalui Communicator saja," Koen menjelaskan.


tamu tamu tamu


Ketika ditanya apakah tugas co-founder, Koen menjelaskan, "Co-founders (the team) memiliki tugas utama merencanakan, menjaga sistem tetap hidup, dan berkembang sesuai perencanaan yang kami buat. Kami berbagi tugas secara dinamis, dan melakukan perbincangan baik melalui mail maupun IM. Co-founder juga yang memiliki tugas untuk membentuk dan mewarnai blog (memilih gaya dan lain lain), kemudian meng-assign blog itu ke penulis."

Sedangkan Harry menambahkan, "Tugas co-founder pada saat ini secara khusus adalah mengkoordinir para kontributor pada suatu topik. Quality control, memandu para kontributor, membantu yang mengalami kesulitan, dan lain-lain. Secara lebih khusus lagi juga ada. Seperti saya, pada saat ini kebagian tugas untuk maintenance server ABN. Thomas mengurus soal desain dan customization Wordpress. Pak Amal membantu para kontributor baru dan rutin memonitor milis internal. Pak Firman membantu para kontributor pada bidang sastra dan literatur. Pak Koen menjamin semua meeting kami berjalan dengan baik dan lancar di outlet Starbucks beliau. Pak Budi juga banyak mengurusi soal kerjasama dengan institusi dan pihak-pihak lain.
Secara umum, tugasnya adalah mengembangkan ABN sesuai dengan kesepakatan bersama. Memberikan usulan-usulan untuk kemajuan ABN, implementasinya, dan lain-lainnya."

Di akhir obrolan Koen menambahkan juga, "Sementara itu media mulai meliput, dari media blog sampai media tradisional, termasuk MetroTV. Kami mulai mengamati bahwa setiap terjadi publikasi agak besar, terjadi overload pada server. Maka dilakukan pembenahan-pembenahan, sampai akhirnya ke acara pindah server. Komitmen-komitmen bisnis pun mulai digalang, dan Budi Putra sibuk berat mengurusi soal ini. Tools-tools dikembangkan. Rekruitasi juga akan diperluas, misalnya untuk mencari tenaga ilustrator."

Aktivitas yang sangat padat, akhirnya memaksa co-founder untuk mengakhiri cerita, "Udah dulu ah. Rapat lagi."


Demikian cerita dari 2 co-founder ABN yang super sibuk.
Sukses terus ABN. Semoga dapat melebarkan sayapnya mengajak blogger dari negara asia lain. *** (sa).


foto berasal dari halaman History of ABN


Posted on July 6, 2007 11:00 AM |

Komentar (3)

Koen:

Hey, makasih Elsa :).
Duh, Oom Harry, serius nih sama soal Starbucks. Besok lagi kita disomasi sama Starbucks, lengkap dengan tajuk utama "Starbucks tidak bertanggung jawab atas tindak-tanduk oknum maniak kopi yang bernama Koen."
Tambahan satu lagi, saya pertama ketemu Harry di Birmingham, dan beliau selalu penuh simpati dan persahabatan membantu mahasiswa sebatang kara di perantauan ini :). Thanks, Harry :)

thanks for the coverage. cuma ada satu komplen: saya bukan pakar literatur, hahaha. apalagi sastra. cuma peminat dan penikmat.

saya lebih senang disebut editor atau jurnalis (karena memang itu kerjaan saya, hehe...)

Terimakasih buat bz! atas coveragenya yang memikat. Bravo blogger Indonesia!