Shoutbox, Perlu Nggak Sih?
Memiliki blog rasanya nggak asyik kalau dibiarkan begitu saja, tanpa diutak-atik bentuk dan tampilannya. Coba saja berkeliling dari satu blog ke blog lainnya, variasi desain dan tampilan blog-blog itu begitu menarik dan atraktif. Hampir tidak bisa dipercaya kalau mereka, para pemilik blog, adalah orang-orang yang sebelumnya tidak mengenal sama sekali dunia teknologi informasi yang bergelut dengan bahasa-bahasa html yang rumit dan sulit untuk dimengerti.
Apa sih yang tidak bisa dipelajari? Rasa iri dan keinginan untuk membangun dan mendesain tampilan blog agar terlihat menarik (seperti blog-blog lainnya) memaksa mereka untuk mempelajari dan meraba-raba cara mengotak-atik desain template blog mereka. Sulit? Bisa jadi. Mudah? Buktinya para blogger sudah bisa mempermak blog mereka menjadi sangat indah. Bukankah itu artinya semua bisa dipelajari kalau kita mau?
Shoutbox adalah salah satu ornamen atau asesoris penting dalam sebuah desain blog. Selain tampilan jam penunjuk waktu, banner komunitas online yang diikuti, hit counter (penghitung kunjungan dari blogger lain), shoutbox adalah asesoris yang cukup populer dan banyak dijumpai di sejumlah blog. Shoutbox adalah sebuah fasilitas sejenis buku tamu yang memungkinkan seorang blogger menitipkan pesan di blog yang dikunjunginya. Pesannya apa saja? Bebaaaaas...
Sekarang ini penyedia fasilitas shoutbox cukup beragam, dan blogger bisa memilih shoutbox yang dianggap paling pas untuk blognya. Ada shouthuns, oggix, shoutmix, Cbox, dan lain-lain. Blogger yang memiliki account di Multiply malah sudah disediakan shoutbox sendiri oleh multiply sebagai sarana buku tamu, dan tidak diperlukan shoutbox tambahan dari luar.
Tapi, penting nggak sih adanya shoutbox di blog kita? Perbincangan ini pernah terjadi di forum Blog & Blogfam (non teknis), ketika Yukiyukiyuki melontarkan pertanyaan tentang 'Shoutbox bikin orang nggak baca post-post kita?': "huhu, tujuan utama gw nulis adalah pengen bisa berbagi pengetahuan buat sodara-sodara yang lain. Dulu gw berpikiran buat gak naro shoutbox biar orang-orang pada baca artikel gw, dan bukan sekedar stopby dan promosi blog mereka. Entah kenapa akhirnya gw naro shoutbox, dan pengunjung yang nulis comment di artikelnya langsung jadi dikit, hmm, apa bener pendapat gw di atas itu?"
Hayooo... apa bener pendapat Yuki tersebut? Ternyata menurut Temon ada benarnya. "he..he.. bener juga tuh makanya dah dua-tiga bulan southbox gw umpetin nggak diilangin sih jadi by request aja. Selain membantu para fakir bandwidth (kayak gw dulu) [sekarang?] (tetep), comment ada kecenderungan meningkat juga deh kayaknya.'
Pritha07 ternyata berpikir lain. Dia melihat sisi lain dari adanya shoutbox. "Bisa jadi bahwa dengan adanya shoutbox orang jadi cuma nyapa dan nggak komen sama tulisan kita. Tapi dari sisi lain, coba deh dipikirin juga bahwa untuk beberapa blog comment-nya susah banget dibuka, jadi kan tanpa shoutbox malah mempersulit.
Apalagi buat blogspot yang kadang mesti pake id. Hihi, ini cuma masukan dari si pengguna setia shoutbox." Hmmm.. ada benarnya juga ya? Kadang orang berhadapan langsung dengan username dan password yang bisa menjadi ribet kalau aksenya pas lelet. Hehehe.
Pendapat ini ternyata dibenarkan lagi oleh Temon. Tidak bisa dipungkiri kalau pengisian comment memang ada prosedurnya tersendiri, nggak asal kalk-klik begitu saja. "Betul juga tuh kata mba pritha07. Emang kalo mo di comment sebisa mungkin kemudahan dalam proses ngisi komen harus diperhatikan kalo bisa nggak usah login, immoderation, or kode-kode anti bot-nya juga dimatiin yah tapi semua ada konsekwensinya he..he.." Betul banget!
Pendapat lain datang dari Ibhetz. "ya gak apa-apa lah.. masih bagus dia at least visit our blog biarpun cuma numpang ngiklan hehehe..daripada sama sekali nggak. Aku pribadi kalo visit blog orang sedikitnya aku baca-baca and sekedar cari-cari ilham layout gitu hehehe.. dan aku juga jarang banget leave comment di postingan blognya.. gak mesti komen kan?" Yup, ngunjungin blog gratis kok. Sepertinya ngasih comment bukan suatu kewajiban juga saat kita blogwalking. Kalau memang postingannya menarik, pasti ada kan keinginan untuk memberikan komentar? Kalau nggak, ya nerusin blogwalkingnya. Hehehe. Seperti komentar dari Silvy_07: "Kalo menurut Vy, ga semua yang ngisi SB (Shoutbox), ga baca postingannya karena kapasitas & minat tiap orang itu berbeda. mungkin saja tema posting yang Yuki punya, ga begitu dipahami oleh visitor karena memang kurang ngerti dengan tema post-nya, bukan di bidangnya maksudnya.. jadi, orang bakal ngasih comment kalo memang dia rasa bisa, sesuai dan pas.. daripada disebut jadi SPAMMER, hayooo..."
Komentar lain datang dari Hapsari. "Wadhaw.. gitu yah.. dipake sebagai tempat iklan?? Saya baru pasang tuh shoutbox. Gara-gara ngeliat kebanyakan blog di blogfam pada punya. Tapi pemikiran mau pasang karena kalau ada yang mau say hello ga ada tempatnya kalo ga ada shoutbox. Kalau ditaroh di bagian comment ga nyambung tuh. Padahal I appreciate they have visited and say hello. Daripada ga sama sekali. That's me." Setiap orang punya pendapat, dan itulah pendapat Hapsari. Asyik juga. Setidaknya kita bisa meninggalkan jejak di setiap blog yang kita kunjungi ya?
Wah, makin seru nih obrolannya. Hilman Taofani juga tidak kalah memberikan pendapatnya : "Kalo content blog-nya buat didiskusiin dan sharing emang sih shoutbox bikin orang males baca. Jadi kaya tempat absen doank malah. Tapi kalo yang penting di-hit, shoutbox tu ideal juga. Terutama buat yang mau promo ke mana-mana.. hahahaha. Paling sering komentar yang muncul di shoutbox adalah: Hello, salam kenal. Blogwalking nih!' Hahaha... kalimat yang sangat familiar ya?
Rizkapb juga punya pendapat sendiri tentang pengisian komentar dari setiap postingan. Apa benar komentar yang ada selalu nyambung dengan postingan? Enggak tuh! "Kalo menurut saya, nggak ada Shoutbox itu belum tentu orang baca postingan kita. Saya sering merhatiin isi comment orang, seringkali isinya nggak nyambung dengan tulisan. Misalnya: cuma sekedar hai atau salam kenal aja. atau yang lebih parah, kasih komentar yang menandakan kalo dia benar-benar nggak baca isi tulisan."
Well, shoutbox memang mempermudah orang untuk meninggalkan jejak di setiap blog yang dikunjunginya. Terlepas dari apakah pesan yang ditinggalkannya hanya sekedar berbasa-basi (baca : promosi blog sendiri), atau memang bertujuan untuk berkomunikasi langsung dengan pemiliknya. Semua terpulang kembali kepada setiap blogger. Mungkin kita bisa menyimak apa yang disampaikan Silvy_07: "Setiap orang itu berbeda. Mungkin awalnya sebagai ajang perkenalan, dia ngisi shoutbox. Tapi siapa tahu, di kunjungan berikutnya, jika dia mempunyai opini yang pas, bukan tidak mungkin dia ngisi di bagian komentarnya. Who knows?"
Yap. Kita ambil hikmahnya saja bahwa fasilitas shoutbox bisa menjadi sarana untuk memperluas hubungan dan komunikasi antar sesama blogger. Tidak perlu shoutbox di blog anda? It's your choice. Tanpa shoutbox pun komunikasi bisa dilakukan dengan cara lain kan? Keep on blogging! *** (Iwok)
Sumber Images: www.oggix.com
Posted on July 6, 2007 10:00 AM | Permalink

Komentar (3)
Yah terserah lah mao pake shoutbox pa ga??
tapi sekarang nginstall shoutbox udah gampang koq,,, pa lagi kalo pake blogger.com
@ July 10, 2007 15:06
info yang menarik . . .
thx for infonya...
@ November 13, 2007 18:07
Nice ARticle :)
Klo nurut saya komen form ini aja dah cukup sih, cuman klo blogger kan nggak ada fasilitasnya. TErus disaranin bos Ale pasang shout box, jadi pasang aja deh :D
Cukup berguna lah :D
@ December 2, 2007 11:39