Artikel:

Harry Potter: Perjuangan yang akhirnya usai

bincang








Judul buku: Harry Potter and The Deathly Hallows
Penulis: J.K. Rowling
Penerbit: Bloomsbury Publishing
Jumlah halaman: 607 halaman
Genre: fiksi


Setelah penantian yang terus-terang cukup membuat jantung berdebar, akhirnya buku Harry Potter yang ke-7 terbit juga. Bab pertama dibuka dengan Avada kedavra (sebuah pembunuhan), dari situ cerita pun bergulir dengan misi penyelamatan Harry dari rumah keluarga Dursley, disusul dengan cerita ulang tahun Harry yang ke-17 dan pernikahan Bill Weasley dan Fleur yang berakhir dengan menegangkan karena pada saat pernikahan itu juga terdengar pengumuman bahwa Menteri Dunia Penyihiran, Scrimgeour, telah mati.

Dari situ cerita petualangan Harry yang sebenarnya dimulai. Kalau di buku-buku HP yang sebelumnya Rowling membuat tema tertentu (Philosopher's Stone, Chamber Of Secret, etc), sebenarnya begitu juga dengan buku terakhir ini hanya saja di buku ini sang penulis membuka tabir misteri satu demi satu: dari kenapa Harry yang dipilih Dumbledore untuk menjalankan misinya, apakah Severus Snape itu baik atau jahat, apakah Harry akan menang melawan Dia-Yang-Tak-Boleh-Disebut-Namanya, sampai apakah akan ada kematian tokoh lagi di buku ini.

J.K.Rowling tidak hanya menyajikan sebuah cerita yang memadukan antara bentuk narasi, deskripsi dan dialog saja, tapi ia juga sangat jenius dalam memadukan ketiganya dalam bentuk petualangan yang menegangkan dengan unsur lucunya plus cerita romantis di dalamnya. Sang penulis kali inipun memunculkan begitu banyak cerita yang berhubungan dengan Death Eaters, pemunculan tokoh inilah yang sebenarnya menambah tegang aura pembaca.

Para pembaca Harry Potter kali ini mungkin harus bersabar untuk tiba pada bagian akhir cerita, karena rupanya Rowling memilih untuk membuka misteri yang melingkupi Harry Potter dengan pelan, cermat dan seksama. Ini semua bisa dilihat dari caranya menuturkan bab demi bab dengan petualangan demi petualangan yang semuanya menegangkan dan tidak jarang membuat pembacanya harus berteriak seolah ikut merasakan apa yang dirasakan oleh Harry, Ron dan Hermione.

Tidak hanya menegangkan yang akan didapat dari buku Harry Potter yang terakhir ini, tapi yang membacapun akan mendapatkan banyak sekali pelajaran, contohnya pelajaran tentang arti persahabatan. Seperti yang sudah diketahui kalau Harry, Ron dan Hermione adalah 3 orang sahabat yang saling membantu satu sama lain tapi kali ini mereka akan menghadapi ujian persahabatan yang terberat, yang akan mengajarkan bahwa persahabatan tidak dinilai dari berapa lamanya mereka bersahabat tetapi bagaimana mereka dapat melalui semua ujian yang menghampiri mereka dengan tetap saling percaya..

Akhir yang menyedihkan dan membahagiakan. Yah, silakan menyediakan sapu tangan yang banyak karena pasti akan ada airmata saat membaca Harry Potter ini, apalagi di saat kematian beberapa karakter juga di saat mengetahui apakah Harry di usianya yang ke-17 akan mengalami penderitaan tiada akhir atau kebahagiaan?

*** (Yaya Marzuki)

Posted on August 6, 2007 6:00 AM |

Komentar (2)

sharana:

Sebetulnya saya ingin film dan novel harry potter ini tetap berlanjut,saya sedih pada akhirnya harry meninggal dunia,saya ingin anda berkata pada JK Rowling(pencipta harry potter) bahwa sebaiknya harry potter jangan selesai dulu.

Menurut saya kisah Harry Potter ini sangat menarik, karena saya ngefans Bangetttsssss sama novel karangan J.K. Rowling ini. Saya tau Harry mati!!! tapi allhamdulillah.. Harry urip maning(hidup lagi) karena ia memiliki 3 benda Deathly Hallows. Awalnya aku mulai kesal ama sifatnya Ron' yang urakan gt!!!
Tapi kenapa Hedwig mati...!!! nghengh!!! Cape Dech!!!
Mau taau kelanjutan kisahnya. Kirim sms ke no 085641193763, untuk lanjutan kisahnya sertakan alamat E-mail OK!!!

Tulis komentar anda

(Komentar akan melalui proses moderasi.)



 Lainnya: