Asep Setiawan: Podcast akan Tetap Berkembang
"Asep Setiawan saat ini berprofesi wartawan radio di London. Sebelumnya adalah wartawan Kompas di Jakarta. Sejak menyelesaikan studi Hubungan Internasional di Universitas Padjadjaran bergabung dengan harian Kompas mulai training Oktober 1988 sampai kemudian diangkat tahun 1989. Tahun 2000 untuk memperluas cakrawala dalam media massa bergabung dengan BBC Indonesia Service di London. Tahun 1993-1994 sempat mencicipi tanah Inggris ini melalui studi di International Studies, Birmingham University," begitulah kutipan 'about' dari pemilik blog www.asepsetiawan.com yang juga penggagas layanan podcasting di www.suarahikmah.com sebuah layanan podcast bernuansakan dakwah.
Berikut wawancara singkat di seputar podcast oleh JaF yang mewakili redaksi dengan Pak Asep Setiawan
Dari sedikit podcast Indonesia yang ada di internet, suarahikmah.com adalah salah satunya. Mengapa memilih media audio/ podcast ketimbang teks biasa untuk suara hikmah?
Podcast merupakan trend dalam penyampaian audio. Dengan banyaknya orang memiliki iPod dan telepon seluler dilengkapi dengan Mp3 player maka model podcast merupakan langkah yang efektif menyebarkan fikrah Islami. Audio di dalam suarahikmah.com juga bisa dinikmati sambil mengetik di depan komputer tanpa mengganggu kerja pendengarnya.
Bisa cerita sedikit tentang proses pendirian suarahikmah? Siapa saja yang terlibat dan bagaimana jumlah downloadnya hingga kini?
Gagasan podcast ini muncul dari rekan kerja saya Mohammad Susilo. Lalu mengenai isi dari layanan podcast ini sayalah yang memberikan masukan sehingga waktu itu dibuatlah voice of wisdom, suarahikmah yang memberikan perenungan harian bagi para pendengarnya, singkat tapi menyejukkan. Pengunjung rata-rata 200 hits dan download sudah cukup besar untuk ukuran situs yang kurang dari satu tahun.
Apa rencana suara hikmah ke depannya?
Sebenarnya banyak rencana pengembangannya. Suara Hikmah ingin menjadi sumber bagi penikmat podcast dalam mencari kesejukan dan ketenangan serta berbagai jawaban dalam kehidupan sehari-hari. Selain sudah direncanakan forum tanya jawab masalah agama keseharian dengan nara sumber dari Indonesia, ada keinginan juga membuat audio terjemahan Al Quran Bahasa Indonesia, cerita anak Islami dalam bahasa Indonesia dan Inggris dan sudah di mulai memasukkan taujih online atau ceramah online yang diselenggarakan di London.

Bicara podcast di Indonesia, orang selalu mengaitkannya dengan keterbatasan bandwith, kecepatan akses yang masih sangat rendah dan juga storage atau media penyimpanan. Apakah menurut Anda itu memang jadi hambatan untuk bisa membuat podcast?
Masalah ini sebenarnya sudah diselesaikan dengan semakin besarnya pipa akses ke dalam internet terutama di kota-kota besar Indonesia. Dengan pengguna internet mungkin mencapai lima juta, maka kecepatan dan media penyimpanan tidak masalah lagi. Podcast akan tetap berkembang apalagi dengan adanya teknologi bluetooth maka download semakin cepat antara
komputer dan mp3 player. Hanya tentu saja kualitas suara podcast diturunkan tidak sampai sekualitas CD sehingga volume bite-nya tidak besar.
Dikaitkan dengan profesi Anda sebagai seorang penyiar, bagaimana Anda melihat teknologi podcast ini? Apakah ia bisa menjadi pesaing radio, terutama ketika mp3 player perlahan mulai berkembang?
Podcast merupakan trend dunia. BBC News juga sudah mulai menggunakan podcast sebagai pilihan bagi para pembaca dan pendengarnya untuk mencari informasi atau hiburan yang cocok. Berbeda dengan siaran langsung, podcast fleksibel, bisa didengar kapan saja tanpa harus menunggu waktu tertentu. Podcast sekarang malah terintegrasi dalam radio di mana siaran
radio sebagian disimpan dalam bentuk podcast untuk download. Jadi podcast dan radio tampaknya akan saling mengisi. Untuk jenis musik dan berita siaran langsung radio tetap banyak peminatnya.
Kita melihat fenomena youtube semakin gencar saja. Apakah menurut Anda podcasting punya prospek yang bagus dibandingkan dengan media lain seperti blog dan khususnya videocast seperti youtube?
Dalam siaran televisi sekarang juga, audio tetap merupakan hal fundamental. Jadi audio merupakan dasar dari siaran televisi. Prospek audio melalui podcast akan tetap memiliki peluang besar sama besarnya dengan videocast. Perlu diketahui, jumlah podcast yang ada di dalam internet sudah melebihi jumlah radio di seluruh dunia.
Dengan berkembangnya beragam software gratisan saat ini, maka siapapun rasanya bisa menjadi seorang podcaster. Tapi pertanyaan adalah, bisa dibuat apa saja podcast ini. Menurut Anda podcast bisa dikembangkan untuk apa saja?
Salah satu tren yang sekarang muncul mengenai podcast adalah sebagai alat pendidikan, alat pelatihan. Dalam e-learning, podcast bisa merupakan media efektif bagi mereka yang tidak bisa mengikuti pelajaran. Dalam pelatihan, paket podcasting bisa juga membantu menjelaskan
beberapa hal penting dalam menjelaskan sesuatu, misalnya manual mesin.
Di beberapa tempat malah podcast sekarang dijadikan untuk marketing dan iklan. Sebagai media dakwah kalau dilihat di podcast directorym sangat luar biasa. Bahkan ada pula yang mengisinya dengan podcast cerpen atau podcast buku.
*** (Rane "JaF" Hafied)
