Artikel:

Suparman Pulang Kampung

Saya yakin, banyak dari kita yang masih ingat sama Boim Lebon, salah satu pentolan yang ada di balik kisah lucu, smart, dan kadang nyeleneh dari Si Lupus, sebuah kisah fenomenal di tahun 1980an, yang kisahnya sudah wara-wiri masuk media. Mulai dari buku, majalah, film, hingga sinetron.

bincang Dengan semangat untuk tetap lucu, smart, dan kadang nyeleneh, Boim Lebon kembali berkolaborasi dengan para penulis yang tergabung dalam Komunitas Lingkar Pena, sebuah komunitas yang menaungi para penulis (muda) untuk bisa mengakomodir keinginannya untuk dapat ”menulis”. Hampir sama dengan Komunitas Blogfam, yang telah menerbitkan 3 buah buku yang bekerja sama dengan beberapa penerbit.

Kali ini kumpulan cerpen dinamai Suparman Pulang Kampung (hmmm, mungkin kena sindrom film Superman Returns yah). Dari cover bukunya, kelucuan sudah dimulai. Dengan warna biru, muncul lambang S, tetapi di bawahnya justru bertumpukan kardus dan travel bag, sebuah simbol orang yang ingin pulang kampung.

Pada dasarnya, ini merupakan kumpulan cerpen, dengan banyak penulis, beragam ide, tapi memiliki benang merah, yaitu (berusaha) lucu. Kenapa demikian? Mungkin karena tidak mudah untuk membuat orang tersenyum, apalagi tertawa, di zaman yang serba susah ini.

Cerita dimulai dengan Malu Terindah (S. Gegge Mappangewa). Tentang Hans yang pemalu, yang sulit untuk mengemukakan apapun, minder dengan wajahnya yang minim. Cerita bergulir dengan Suparman Pulang Kampung, kisah seorang pria Suparman Returijo yang merasa dirinya memiliki kesamaan takdir dengan Superman. Betapa Suparman benar-benar tergila-gila dengan Superman, baik dari penampilan sampai cara berbicara, tak ketinggalan keriting mirip superminya.

Coba baca Valentine Kelabu (Zaenal Radar), yang kembali mengusung kehidupan keluarga betawi. Bercerita tentang keresahan Markum dalam menghadapi Valentine. Banyak perbincangan lucu dan seru khas keluarga betawi, yang polos dan apa adanya. Benar-benar segar.

Buku yang terdiri dari 11 cerita ini diakhiri dengan Jangan Panggil Aku Lilis (Boim Lebon). Tentang Listyo Sutanto yang agak kebancian, yang menolak keras dipanggil Lilis. Betapa pertemuannya dengan Nana, seorang murid pindahan dari Bandung, membuat Tiyo, mulai berubah dan berusaha menjadi 'laki-laki' sejati.

Well, buku ini sangat segar, dan memberi ide baru dalam penulisan. Banyak ide yang memang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Boim Lebon memang berusaha untuk membuat para penulis (muda) lainnya, untuk semakin mengeksplorasi bakat untuk melucu. Acungan jempol. Walaupun masih butuh lebih banyak lagi yang harus dilakukan untuk membuat pembaca lebih 'terhibur'.

Suparman Pulang Kampung
Forum Lingkar Pena, 2007.
177 hal dan vii

*** (Mamat)

Posted on October 6, 2007 5:00 AM |

Tulis komentar anda

(Komentar akan melalui proses moderasi.)



 Lainnya: