Jalan ke Paris dan Montpellier
Artikel bzplesir kali ini ditulis oleh Lili a.k.a Kanatakara, anggota Blogfama yang tinggal di Australia. Lili menulis tentang kunjungannya ke Paris dan Montpellier beberapa bulan yang lalu. Selamat menyimak.
Sekitar pertengahan bulan Agustus yang lalu, aku mendapat pemberitahuan bahwa aku mendapat hadiah jalan-jalan ke Paris dan pergi ke kota Montpellier (di Perancis Selatan) selama seminggu di akhir bulan September untuk menonton Rugby World Cup 2007. Hadiahnya sudah termasuk tiket dan biaya menginap di hotel. Aku termasuk salah satu staf yang dipilih untuk ikut berpergian bersama-sama dengan 4 orang staf hotel yang lain. Hotel di Paris yang kami tempati terletak di daerah Opera, namanya Mercure Cusset Opera dan terletak di jalan Richelieu. Hotel ini dekat dengan Museum Louvre dan toko-toko fashion serta Galleries Lafayette di jalan Boulevard Haussmann. Hotel kami hanya berjarak sekitar satu blok dari jalan besar tersebut. Kami berpergian dengan naik Paris Metro tram dan kapal Batobus untuk mencapai tempat-tempat wisata terkenalnya Paris.
Metro Tram
Kami membeli 10 tiket sekali jalan untuk naik-turun tram tanpa batas waktu di tiketnya. Harga 10 tiket Metro tram, adalah 11 Euro. Tiket hanya dimasukkan di pintu gerbang pertama yang kita masuki. Keluarnya cukup lewat pintu keluar otomatis tanpa harus memasukkan tiket lagi. Kalo hendak naik metro tram, bersiaplah untuk berdiri berdesak-desakan di dalam tram, berpegangan kencang di dalam tram dan mencium bau got di stasiun bawah tanahnya.
Kapal Batobus
Kapal ini menyusuri sungai Seine yang terkenal itu. Kebanyakan tempat-tempat wisata di Paris letaknya dekat dengan sungai ini. Perjalanan dimulai dari Menara Eiffel, Palais de Chaillot, Museum Louvre, Jardin des Tuilleries, Musee d'Orsay, Sainte Chapelle, dan sampai ke Notre Dame lalu balik lagi sampai ke Menara Eiffel dan seterusnya. Harga tiket naik-turun kapal seharian adalah 12 Euro yang termasuk murah bagi kami karena kami dapat menikmati pemandangan dan naik-turun sepuasnya selama seharian. Kapal ini selalu datang tiap 15 menit di tiap-tiap perhentiannya. Kapal ini hanya beroperasi dari bulan April sampai September. Keterangan lebih lanjut bisa dilihat di website Batobus.

1. Foto menara Eiffel dan salah satu jembatan diambil dari atas kapal Batobus (menyusuri SungaiSeine )
2. Foto Paris Wheel dan Sungai Siene dari atas Eiffel Tower
Tempat-tempat yang kami kunjungi dan perjalanannya :
- Arc de Triomphe (Tugu atau monumen kemenangan Napoleon)
Dari stasiun Metro tram Richelieu Drouot yang dekat dengan hotel, kami turun di Concorde untuk ganti tram yang bertujuan ke Charles de Gaulle Etolle. Arc de Triomphe ini letaknya dekat plaza Charles de Gaulle Etolle. Persimpangan lalu lintas yang berpusat di sekeliling Arc ini jumlahnya ada sekitar 12 simpang jalan, yang mana menjadikannya sebagai persimpangan lalu lintas tersibuk sedunia. Arc de Triomphe adalah tugu yang dirikan untuk menghormati pahlawan Perancis yang tewas terutama waktu Perang Napoleon. Tingginya yang 51 meter dan lebarnya yang 45 meter, membuat atapnya menjadi tempat menarik buat turis untuk melihat pemandangan seputar Paris. Dari atapnya kita bisa melihat Paris Wheel, Sacre Couer, Tuileries Garden, Menara Eiffel, Place du General Koening, Grand Palais, La Defense dan jalan terbesar di Paris, Avenue des Champs Elysees.
- Museum Louvre
Karena letaknya dekat dengan hotel, kami cukup berjalan kaki sekitar 10 menit. Museum terkenal di Paris ini menyimpan sekitar 380 ribu batang antik yang tersebar di 4 lantai dan di tiap lantai ada 3 bagian (section). Koleksi terkenalnya adalah lukisan Monalisa, Apartemen Napoleon, Venus de Milo, lukisan Rubens, serta barang-barang dari jaman Mesopotamia, Mesir Kuno, dan lukisan-lukisan antik. Butuh waktu seharian buat menjelajahi seluruh museum ini. Tiket masuknya 9 Euro. Pada hari minggu pertama tiap bulan, semua museum dan galleri di Paris gratis untuk semua pengunjung tapi biasanya sesak karena penuh orang. Meskipun benda-benda dipajang bebas di mana-mana, jangan coba-coba memegang salah satu benda pajangan di museum karena omelan panjang dan keras dari penjaga museum bisa membuat malu besar, seperti yang terjadi pada salah satu teman seperjalananku.
- Notre Dame

Gereja ini dapat dicapai dengan naik kapal Batobus. Karena ketika naik Batobus setelah dari Louvre ke Menara Eiffel hari masih siang, akhirnya kami memutuskan untuk terus menikmati pemandangan Sungai Seine dari kapal sampai ke Notre Dame. Notre Dame adalah gereja tua yang terkenal lewat kisah Hunchback from Notre Dame versi Disney. Ada banyak toko souvenir di dekat gereja ini dan café-cafe yang menyajikan Paris Crepe dengan Nutella yang terkenal. Menara Eiffel Tower dapat dicapai dengan naik kapal Batobus yang lewat belakang Museum Louvre. Paling bagus kalo mengunjunginya pada sore hari karena bisa melihat pemandangannya waktu terang dan malam sekaligus, sedangkan saat itu musim semi di Perancis yang berarti matahari terbenam sekitar jam 8 malam. Ada 3 tingkat dari menara ini untuk melihat pemandangan sekitar Paris. Harga untuk naik dengan lift pun berbeda-beda. Semakin tinggi tingkatnya, semakin mahal harga tiketnya. Harga tiket tingkat 3 sudah termasuk untuk turun di tingkat dua dan tingkat satu. Dari tingkat dua sebenarnya sudah cukup untuk bisa melihat dengan jelas pemandangan kota Paris. Toko-toko souvenir bisa ditemukan di tingkat 2 di tangga bawahnya.
- Paris Wheel
Letaknya persis di depan Place de La Concorde (tugu obelisk) dan dekat dengan Jardin des Tuileries (Taman Tuileries) serta Museum Louvre. Biaya naiknya hanya sekitar 8 Euro dan dari atasnya kita bias mendapatkan pemandangan yang menakjubkan sekitar Paris. Dari atas Paris Wheel ini pula aku mendapatkan foto Paris di musim gugur yang indah.
- Galleria Lafayette
Ini adalah pusat perbelanjaan terbesar di Paris. Isinya kebanyakan baju-baju desain terkenal yang harganya mencapai antara 100-10.000 Euro. Bila kalian membeli barang di satu toko dan mencapai minimum 300 Euro dalam satu toko dalam sehari dan di nota dicantumkan besarnya pajak pembelian (tax di Perancis sekitar 19,8%), kalian bisa mendapatkan kembali uang pajak pembelian di Galleria Lafayette atau di bandara udara Roissy - Charles de Gaulle.
Montpellier dan La Grande Motte

6. Foto La Grande Motte port dari balkonkamar hotel
7. Foto pantai La Grande Motte
Kota Montpellier terletak di Perancis Selatan, sekitar 600 kilometer dari Paris. Kota ini dapat dicapai dengan naik TGV train (kereta super cepat yang kecepatannya bisa mencapai 320 km/jam) selama 3 jam 30 menit. Untuk mendapatkan tiket murah TGV, sponsor kami membelinya lewat website TGV. Penduduk kota Montpellier sendiri tidak banyak, hanya sekitar 230 ribu orang. Bahasa yang umum digunakan di kota ini adalah bahasa Perancis dan bahasa Spanyol, karena letaknya yang dekat dengan negara Spanyol. Bahasa Inggris tidak begitu umum di tempat ini, jadi ada sedikit masalah berkomunikasi bila kita menggunakan Inggris. Meskipun demikian, penduduk kotanya tetap hangat dan ramah. Kami menginap di Mercure Hotel di La Grande Motte yang merupakan daerah bagian dari Montpellier. Hotel ini letaknya strategis sekali karena dekat dengan La Grande Motte port dan baru direnovasi, kamarnya pun luas.
La Grande Motte ternyata adalah bagian dari French Riviera, nama tempat yang terkenal dengan resort-resort mahal yang tersebar memanjang dari Itali ke Paris. Iklimnya yang banyak sinar matahari, sejuk dan nyaman di daerah French Riviera, atau nama lainnya Le Mediterrania, membuat tempat ini disukai selebritis dan orang-orang kaya. Penduduk di La Grande Motte banyak yang memiliki yacht dan umumnya adalah orang-orang tua kelas menengah atas yang menghabiskan masa pensiunnya dengan santai. Ada banyak toko-toko yang hanya memakai terpal putih di sekitar pelabuhan La Grande Motte, yang menjual barang-barang dan baju-baju buatan Maroko atau Spanyol. Restoran seafood terkenal di daerah ini adalah Le Petit Jardin, dimana aku sempat menikmati bekicot untuk pertama kalinya. Bekicotnya sudah dibersihkan, dimasak dan didinginkan lagi, jadi bersih dari lendir. Rasanya? Tidak separah bayanganku, hanya berasa hambar dan sedikit alot.
Adanya tram listrik di kota ini membuat transportasi ke daerah-daerah sekitarnya menjadi mudah. Tram ini pun berhenti di dekat stasiun kereta TGV Montpellier. Ada banyak daerah-daerah terkenal di kota ini. Ada yang namanya L'Occitane tempat produksi barang kosmetik dengan merek nama daerah tersebut. Dijumpai pula bangunan-bangunan antik di Antigone dan ada plaza Place de la Comedie di pusat kota Montpellier dimana biasanya digelar pertunjukan seni, dan kegiatan-kegiatan lainnya.
(foto Pendukung/ fans Australia Wallabies team berpakaian unik-unik)
Nama stadium terkenal di Montpellier adalah Stade de la Mosson, di mana kami menonton Rugby World Cup 2007 dengan pertandingan Australia vs Fiji. Banyaknya orang Australia yang datang menonton dan mendukung membuatku sempat takjub, karena melihat antusiasnya mereka membeli produk resmi team Australia, Wallabies. Aku menyukai cara mereka menghormati tim lawan, Fiji, yang sempat melewati mereka dengan tepukan tangan, meskipun jumlah fans Fiji-nya tidak seberapa banyak. Tidak ada kata-kata cemoohan ataupun boo. Bisakah kelak para bonek di Indonesia bisa mendukung tim mereka dengan cara yang sama, membeli barang resmi untuk mendukung tim mereka dan menghormati satu sama lain tanpa memandang lawan ataupun kawan?
Akhir kata, kota yang kusukai justru adalah Montpellier daripada Paris, karena Montpellier lebih bersih, udaranya lebih segar, iklimnya sejuk dan karena terutama suasana lautnya yang hangat dan tenang.
*** (Lili)

Komentar (2)
great trip..
@ April 29, 2009 14:55
ternyata benar ya..
Paris itu memang indah..
tunggu aku ya..!!
haha
@ January 8, 2010 21:25