Blogfam 4 Tahun
(Sebuah Refleksi)
oleh: Labibah Zain
Blogfam adalah singkatan dari Blogger Family atau keluarga blogger, sebuah komunitas online yang berdiri pada taggal 6 Desember 2003. Blogfam didirikan oleh para emak yang suka berbalas-balasan komentar atau sapaan dengan cara blogwalking. Keakraban yang tercipta di antara pemilik blog tersebut membuahkan sensasi tersendiri dan melahirkan sebuah pemikiran bahwa alangkah enaknya kalau ada sebuah komunitas di dunia maya yang akrab dan ramah kepada siapa saja tanpa membedakan umur, ras, suku, jenis kelamin, kekayaan, kepintaran maupun ketersohoran. Waktu itu amatlah jarang komunitas yang bisa bersikap ramah kepada siapa saja terutama kepada para emak yang sering diasosiasikan sebagai manusia yang kurang gaul dan dianggap aneh kalau berkeliaran di dunia blog.
Padahal emak-emak samalah seperti makhluk lainnya, butuh bersosialilasi dan beraktualisasi melalui dunia maya dan blog lah salah satu media untuk menuangkan pikiran, berbagi pengalaman tanpa harus meninggalkan rumah.
Blogfam kemudian berdiri. Nama dan motto Blogfam "we are a virtual family" pun saya ciptakan berdasarkan filosofi kekeluargaan. Mantap dengan nama itu, Milis Blogger family di yahoo-pun saya buat. Dan tentu saja para emak yang ramahlah yang pertama kali saya ajak bergabung dan memberi dukungan yang luar biasa. Nah, di sinilah masa-masa pembangunan sebuah komunitas yang berbasis virtual, mulai dibangun.
Masa Pendirian dan Promosi
Sayapun mulai sibuk berpromosi di sana sini. Kulonuwun dengan berbagai komunitas yang telah lebih dulu eksis. Berkunjung ke weblog-weblog yang ada dengan menyertakan link ke mailinglist blogger family. Intan minta ijin untuk mengajak teman-temannya untuk bergabung. Ikaray, Pingkan, Rieke, Sylvie gill dan Widipun rajin berpromosi tentang Blogger Family. Hasil promosi yang gencar membuat Bunbun, Pepey, Richoz dan Edishpun bergabung. Hasil promosi yang gencar dari para emak itu pulalah yang ternyata menarik perhatian tak hanya para emak saja tetapi para bapak dan remajapun tertarik untuk bergabung. Blogger family memang komunitas untuk segala usia karena bukankah dalam sebuah keluarga bisa terdiri dari bapak, ibu, anak, om, tante bahkan nenek dan kakek?
Mailinglist banjir celetukan-celetukan. Mailbox jadi penuh seketika. Bunbun mengusulkan untuk membuat Forum. Intan mendatangkan Andry, suaminya untuk memikirkan pembentukan forum. Edish mendatangkan kucrit juga menawarkan konsep. Richoz muncul dengan banner biru blogfamnya. Ikaray, Rieke, Widi, intan dan saya iuran untuk membeli hosting dan domain blogger family pertama kalinya.
Debat usulan bentuk forum dan portal terus bergulir. Misipun dipertanyakan. Dan sayapun menegaskan kembali bahwa blogfam adalah "sebuah komunitas blogger yang bersifat kekeluargaan dan tempat untuk berbagi informasi serta tolong menolong tanpa membedakan latar belakang usia, suku, ras, agama, ekonomi mapun ketersohoran."
Lewat tangan kucrit dan bernaung di Digisentra hosting, bloggerfamily.com (yang 10 bulan kemudian diganti menjadi http://blogfam.com karena ada kenadala teknis) pun berdiri. Ruang-ruang diskusi di forum dibicarakan. Pedoman pengelolaan diterapkan secara pelan-pelan sesuai dengan kebutuhan; Bongkar pasang ruang forum bertubi-tubi. Keputusan akhirnya saya buat ruang-ruang diatur seperti didalam sebuah rumah. Rieke mengusulkan ruang parenting, Ikaray mengusulkan ruang kecantikan, Sylvie mengusulkan ruang berbagi tip, Pingkan mengusulkan ruang untuk jualan dan masing-masing sepakat untuk menambahkan ruang Ngopi dan ngurek dan para jomblo waktu itu seperti bun bun, vi3 dan pepey mengusulkan ruang jomblo.
Begitulah awal berdirinya forum blogfam. Semua anggotanya rajin mempromosikan forum ini tanpa kecuali. Ada masa-masa sepi pada masa pendirian ini. Ikaray memecut kesepian forum dengan hentakan mesra. Forum kembali ramai menyambut anggota dengan ramah. Masing-masing moderatornya meneliti forum dari ujung ke ujung agar tak ada satu postinganpun yang tak terjawab atawa tak tereplay. Forum yang ramah membuat anggotanya betah dan anggota barupun merasa disambut bak selebritis. Forumpun laris manis.
Masa Pembenahan
Forum ramai anggota dan pengunjung, bukanlah tanpa konsekwensi. Perlu organisasi yang terstruktur untuk menanganinya kalau tak mau ditinggal oleh anggota-anggotanya. Pembenahan organisasi lengkap dengan penentuan program kerja dan jobdeskripsinya, saya tawarkan. Ada beberapa yang mencibir, beberapa lainnya pesimis. "Blogfam ini sebuah organisasi toh?" Beberapa ternganga tak percaya tetapi sebagian besar semangat. Dukungan mengalir dari mana-mana. Aturan-aturan manajemen ditegakkan dan pastilah ada konsekwensinya. Konflik dalam sebuah organisasi ketika berbenturan dengan peraturan adalah biasa. Perbedaan pendapat sudahlah pasti ada. Anggota Blogfam datang dan pergi jugalah harus dimaklumi. Tetapi apapun yang terjadi, Blogfam tampak dinamis.
Di lain pihak, kerja keras anggota Blogfam dari generasi ke generasi, baik yang berada di ruang rapat manajemen maupun anggota Blogfam biasa berkontrabusi secara aktif sesuai bidang dan keahlian masing-masing. Hal ini membuat Blogfam semakin dikenal sebagai organisasi blogger terbesar yang tak hanya bermain manis di dunia maya tetapi juga menghasilkan sesuatu di dunia nyata. Andry, Alarix, Uyet, Elsa bergelut di bidang teknis Forum dengan gigihnya. Itha, Yaya, Linda, Indah juli, Dek Retno, Lili, Erfi, Sam, Mamat, Dini dan Dahlia sibuk memotori aktivitas di darat. Rieke membuat kaos blogfam untuk pertama kalinya dengan kocek sendiri, Kenz membuat stiker, Nyinyi menciptakan header forum blogfam, Iwok, Donna, Isman, Benny Ramdhani menularkan virus kepenulisan. Ikaray dan Inong memotori dunia masak memasak. Mas tom memopulerkan dunia olah raga. Jaf sangat telaten membuat tutorial blog untuk disebarkan. Rara menyebarkan virus kekeluargaan ala Blogfam dengan mendirikan komunitas blogger makssar. Yna, neng ita, Rwidiani adalah spesialisasi lomba-lomba online ala blogfam yang terkenal rapi. Vi3 sudah tak aktif lagi tetapi sangat sigap kalau dimintai bantuan membuat banner. Juju sangat eye catching dengan pancingan-pancingan postingannya di forum blogfam. Bunda Shafiya dengan program kesehatannya. Michael, Arin dan Ilham membanting tulang dalam rangka membantu bz!Blogfam dan juga berperan sangat penting dalam meramaikan forum blogfam. Amril piawai membangun networking dan Elsa masih setia mengkoordinir majalah online bz!Blogfam sambil mengurus persoalan manajemen blogfam. Dan masih banyak lagi yang tentu saja tak bisa saya sebut satu persatu . Kelupaan menyebut nama disini, hanya kelapaan saya saja bukan berarti saya tak menghargai peranan yang ada karena pada dasarnya semua anggota aktif Blogfam telah memberikan kontrabusi nyata bagi pengembangan Blogfam.
Intinya, Blogfam memiliki sumber daya manusia yang tangguh dan merasa memiliki Blogfam. Tanpa ada rasa memiliki, Blogfam bisa buyar.
Komunitas Virtual dan Berbagai Masalah yang dihadapinya
Blogfam adalah organisasi virtual. Beberapa persoalan mendasar dari sebuah organisasi virtual adalah profesionalitas, regenerasi, penanganan konflik dan bentuk organisasi.
Profesionalitas ala Dunia Virtual
Semua pengurus Blogfam mempunyai kesibukan-kesibukan di dunia nyata. Terlebih lagi di Blogfam, tak ada seorangpun dari pengelolanya yang dibayar bahkan kadang-kadang malah harus iuran/memberikan sumbangan untuk bisa menghidupkan Blogfam. Lalu, pertanyaannya, profesionalitas macam apakah yang dibutuhkan?
Menurut versi sederhana saya, seseorang dianggap professional apabila dia melaksanakan tugasnya dengan bertanggung jawab. Tugas moderator keliahatannya sepele tetapi pada pelaksanaannya, saya sepakat dengan pendapat Matthew Haughey (pendiri Metafilter) yang mengatakan bahwa memoderasi adalah pekerjaan yang full time karena mengamati satu persatu postingan yang ada di forum adalah pekerjaan yang bersifat terus menerus.
Di dunia virtual, memang agak sedikit runyam karena kadang-kadang tugas yang diembannya berbenturan waktunya dengan kewajiban dunia nyata ditambah lagi dengan alasan-alasan teknis seperti keterbatasan akses internet. Lalu, bisakah seseorang menjalankan tugasnya di dunia maya secara beranggung jawab? Tentu bisa tetapi harus dengan peraturan yang jelas. Misalnya, jangan bilang "IYA" kalau ternyata tidak sanggup dibebani tugas. Meng"iya" kan tugas berarti menumbuhkan harapan bagi berlangsungnya sebuah kegiatan. Harapan dan ketergantungan terhadap seseorang yang menyatakan siap melaksanakan tugas akan tercurah. Bisa dibayangkan apa akibatnya kalau tiba-tiba seseorang tiba-tiba mengalami kendala teknis maupun non teknis di jalan tanpa mengatakan apapun.
Dengan kata lain, begitu mengalami hambatan untuk menjalankan tugas entah karena alasan apapun, hendaknya mengkomunikasikan untuk dicarikan solusi baik berupa bantuan maupun penngganti. Menggantung dengan kata "iya" dalam waktu yang tak tentu tanpa hasil sama sekali sama saja mematikan rantai kegiatan virtual dan manajemen harus mempunyai kontrol atas hal-hal tersebut serta berani mengambil sikap untuk melangkah ke tahap berikutnya.
Regenerasi
Regenarasi adalah kata yang kelihatannya sederhana tetapi pelaksanaanya tidaklah semudah membalik tangan dan tidaklah pula semudah menyerahkan pengelolaan sebuah organisasi kepada generasi berikutnya. Persoalannya adalah bagaimana bisa mentransfer organisasi itu ke generasi yang lebih muda lengkap dengan ROH nya. Roh Blogfam adalah pada sifat kekeluargaannya. Rasa kekeluargaan ini direfleksikan dengan cara memperhatikan satu sama lain. Memberikan saran dan gagasan ketika yang lain membutuhkan. Mengucapkan terimakasih kalau diberi informasi yang bermanfaat atau sekedar meberikan referensi tempat mencari informasi yang dibutuhkan. Atau dengan kata lain, usahakan untuk tak membiarkan postingan dengan kosong, tanpa jawaban dan tanpa kata. Setiap orang akan merasa dihargai kalau postingannya ditanggapi . Dan kalau orang sudah merasa dihargai di sebuah komunitas (terlebih lagi komunitas virtual yang bentuk penghargaan tak bisa digambarkan dengan gerak tubuh), maka dia akan merasa memiliki komunitas tersebut. Dan orang yang merasa memiliki tentu akan melakukan apa saja yang membawa kebaikan bagi komunitas tersebut juga buat kemaslahatan masyarakat luas. Dan rasa kekeluargaan ini harus dijaga sampai kapanpun kalau Blogfam ingin tetap eksis karena Roh kekeluargaan inilah yang membuat Blogfam berbeda dengan komunitas-komunitas virtual lainnya.
Konflik Virtual
Karena perbedaan waktu dan tempat, mood orang satu dan lainnya bisa berbeda. Karena beban hidup seorang dan yang lainya datang di saat yang berbeda, penyelesaian masalah orang yang satu dengan yang lain bisa berbeda. Karena hanya berkomunikasi lewat text, pemahamanan orang yang satu dengan lainnya bisa berbeda. Hal-hal yang demikian bisa menimbulkan konflik baik internal manejemen maupun dengan anggota. Konflik ini bisa berakibat macam-macam; dari kapoknya anggota mampir di forum, pencabutan diri dari komunitas hingga putusnya tali silaturahim yang sudah terbina. Oleh karenanya pengendapan terhadap penanganan masalah sangat dibutuhkan sebelum mengambil keputusan untuk menanggapi sebuah tulisan. Pemahaman seseorang ketika membaca sebah postingan di pagi hari, dalam keadaan terburu-buru karena harus masuk kantor bisa jadi tidak akurat. Jadi keputusan untuk mebalas postingan pada saat itu, tidaklah bijaksana karena berpotensi menuai konflik. Sebaliknya pengendapan masalah dengan cara membuka kembali postingan tersebut ketika dalam keadaan santai serta best mood, akan sangat membantu menghindari konflik bahkan bisa memberikan solusi. Tetapi hendaknya pengendapan tidaklah terlalu lama sebab pengendapan yang terlalu lama akan menimbulkan tanda tanya dan cenderung basi tanpa solusi.
Konflik-konflik yang disebabkan oleh perbedaan ide dan persepsi sebaiknya didiskusikan untuk mencari kata mufakat tetapi kalaupun tak bisa mencapai kata mufakat, sebaiknya ada rasa untuk saling memahami bahwa di mana-mana ada perbedaan dan perbedaan adalah rahmat yang justru untuk memahami satu sama lain dan ketika sudah diputuskan bersama, maka apapun keputusan itu, haruslah didukung.
Bentuk Organisasi Virtual
Kekuatan Blogfam terletak pada rasa kekeluargaan, sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki loyalitas. Dengan kekuatan yang semacam ini, Blogfam akan lebih efektif kalau dikembangkan menjadi sebah organisasi yang memiliki kepemimpinan yang terstruktur. Pola 'keputusan tertinggi ada di tangan Ruang Rapat Manajemen' bisa sangat efektif kalau ada orang yang 'dituakan'. Tetapi begitu orang-orang yang dituakan tidak aktif lagi, pola semacam ini menjadi tidak efektif karena masing-masing personil saling menunggu dan menggantungkan satu sama karena takut saling melangkahi atau malah berjalan sendiri-sendiri tanpa ada satu kata kesepakatan. Akibatnya, yang aktif merasa bekerja sendiri yang tak aktif, bingung harus ngapain.
Di lain pihak, kepemimpinan tunggal, juga bukan tanpa masalah. Ketika pemimpin mengalami masalah baik teknis maupun non teknis, organisasi bisa menjadi stagnan karena ketiadaan pimpinan. Oleh karenanya kepengurusan yang kepemimpinan yang tersruktur lengkap dengan job deskrikpsinya bisa menjadi alternatif agar organisasi virtual tetap berjalan dengan teratur karena segala aturannya jelas. Siapapun pemimpin dan pelaksananya bisa mengelola karena ada aturan dan struktur organisasi jelas.
Blogfam di Tahun-Tahun Mendatang: Sebuah Mimpi?
Blogfam sudah menjadi komunitas blogger yang diakui secara nasional. Anggotanya juga sudah mencapai ribuan. Maka pengelolaannyapun tak bisa hanya sambil lalu seperti tahun-tahun yang telah berlalu. Sudah saatnya dipikirkan agar blogfam bisa tetap eksis di tengah komunitas-komunitas yang ada dan lebih banyak memberi manfaat kepada anggotanya, blogger maupun masyarakat umum lainnya. Program kerja mulai dicanangkan bukan hanya melalui spontanitas lagi tetapi juga menjadi agenda tahunan yang dipersiapkan pelaksanaannya dengan matang. Anggota dilibatkan untuk memberikan ide yang sesuai dengan bidang masing-masing sekaligus melaksanakannnya sehingga potensi anggota bisa dimaksimalkan. Persiapan setahun tentu lebih baik daripada persiapan yang hanya sebulan, misalnya. Pun budget bisa dianggarkan dengan lebih seksama beserta sponsor-sponsor yang menyertainya.
Secara sederhana, program kerja Blogfam bisa bersifat kreatif yang berasal dari anggota Blogfam sendiri dan juga bersifat responsif yang berupa penyambutan ajakan kerja sama dari pihak luar.
Program kerja yang bersifat kreatif bisa juga diciptakan berdasar ruang-ruang yang ada di forum yang dikemas dalam bentuk lomba, karya baik berupa pameran, buku maupun rekaman, workshop maupun talkshow.
Sedangkan program kerja yang bersifat responsif, harus juga dipikirkan secara matang agar pihak-pihak yang mengajak bekerja sama merasa puas dan tidak kapok untuk mengajak bekerja sama lagi.
Tetapi semuanya takkan bisa berjalan tanpa adanya partisipasi anggota dan bentuk organisasi yang jelas. Siapa melakukan apa. AD/ART Blogfam, mungkin sudah saatnya untuk dipikirkan. AD/ART akan menjadi rujukan dan pengelolaan Blogfam akan lebih teratur karena siapapun yang ada di dalamnya akan selalu merujuk kepada AD/ART yang ada. Bukan tak mungkin suatu saat nanti saya akan melihat orang-orang dari berbagai umur saling berbagi pengalaman di forum virtual blogfam dengan wajah yang berseri-seri. Di tangannya tergeletak majalah bz!Blogfam edisi cetak dan buku-buku karya anggota blogfam baik berupa fiksi, non fiksi, kartun, sampai resep ala blogfam. Di telinganya terselip headset yang mendendangkan lagu-lagu hasil karya anggota blogfam. Sementara di saku bajunya terselip undangan untuk berpartisipasi untuk mengangkat saudara asuh di bawah sebuah yayasan. Dan yayasan itu bernama Blogfam.
Sebuah Mimpi? Bisa jadi! Tetapi banyak peristiwa besar terjadi karena sebuah mimpi yang didukung oleh kemauan yang kuat. Dan tahukah Anda bahwa Blogfam adalah hasil sebuah mimpi. Mimpi tentang sebuah komunitas virtual yang ramah kepada siapa saja. Dan karena kerja keras anggotanya, mimpi itu sudah menjadi kenyataan. Bagaimana dengan mimpi-mimpi berikutnya? Jawabanya ada di tangan anggota Blogfam itu sendiri.
Selamat Ulang Tahun, Blogfam!
Montreal, 6 Desember 2007
Posted on December 6, 2007 12:00 PM | Permalink
