Artikel:

Don't Make Me Sad - Letto

bincang


Coba sejenak Anda pejamkan mata, di teras rumah, selepas hujan turun, lalu dengarkan syair ini :

ku teringat hati
yang bertabur mimpi
kemana kau pergi cinta
perjalanan sunyi
engkau tempuh sendiri
kuatkanlah hati cinta

ingatkan engkau kepada
embun pagi bersahaja
yang menemanimu sebelum cahaya
ingatkan engkau kepada
angin yang berhembus mesra
yang kan membelaimu cinta



Boleh saya tanya apa yang Anda rasakan? Saya melakukan hal yang sama. Saya merasakan sesuatu yang luar biasa. Sebuah lirik yang bermakna dalam diiringi dengan melodi yang lugas, dengan beat yang perlahan. Saya pribadi tidak akan heran demi melihat barisan syair tersebut dinyanyikan dengan apik oleh Letto, grup music asal Yogyakarta yang meluncurkan album kedua bertitle Don’t Make Me Sad, pada 16 Agustus 2007.

Lalu kenapa saya baru menuliskan review album ini pada edisi Desember? Jawabannya sederhana, karena saya berusaha untuk "menetralisir" terlebih dahulu pengaruh meledaknya album pertama Letto yang bertajuk Truth, Cry and Lie.Musica Studio, menganugerahkan double platinum untuk album kedua Letto, karena penjualan yang melebihi 300.000 kopi.

12 lagu tersaji di album ini, 8 berbahasa Indonesia dan 4 berbahasa Inggris. Lagu My Liberty, Good Bye mengawali album ini. Sajian pembuka yang manis. Lagu selanjutnya adalah Sebelum Cahaya. Sebuah lagu yang melodinya menelusup kalbu. Ternyata keunikan bukan hanya pada syair, tengok saja video klip yang dibintangi oleh Amanda, seorang model tuna rungu. Pemilihan Amanda semakin membuat keseluruhan lagi tersebut menjadi sebuah mahakarya. Amanda mampu menginterpretasikan dengan sempurna syair demi syair. Sungguh indah.

Lagu-lagu lain tak kalah indahnya, coba saja dengarkan Memiliki Kehilangan dan Sejenak. Guratan kata-kata yang puitis dan bermakna dalam memang telah menjadi "trade mark" dari grup music yang digawangi oleh Sabrang Mowo Damar (Noe/Vokal), Agus Riyono (Patub/Gitar), Ari Prastowo (Arian/bass), dan Dedi Riyono (Dhedot/drum). Sepertinya darah seni dari Emha Ainun Najib, mengalir cukup deras kepada Noe, sang vokalis.

Sama seperti lagu-lagu pada album pertama, lagu di album kedua inipun sepertinya akan semakin sering terdengar, tidak hanya di ruang dengar, tetapi juga melalui media sinema elektronik, yang mengusung lagu ini sebagai soundtrack.

Dengan kondisi seperti saat ini, saya yakin, Letto memiliki kemampuan untuk tetap bertahan dan mengeluarkan karya yang akan memperkaya khasanah seni di Indonesia.

Salut buat Letto.


*** (Mamat)


Posted on December 6, 2007 7:00 AM |

Komentar (4)

s7. saya merasa ini ebiet G Ade alliran baru

ban:

untuk fxmuchtar.
apa tidak keliru. mohon maaf, dulu ebiet banyak gaul dengan emha, bahkan sering puisi2 emha dinyanyikan ebiet. bahkan ada yang bilang sebagian besar karya ebiet adalah punya emha.

jadi, letto ya letto, letto ya sabrang mowo damar panuluh, yang anaknya emha ainun nadjib.

nrsr:

assalamualaikum wr.wb
ya Allah,,,Subhanallah aku nge-fans bgt sama A Dedy DHEDOT Riyono Letto,,,! knp ada org yg begitu ganteng didunia ini sih???? salam knal ya A Dedy Riyono...juga buat Bang Patub,Mas Ar,dan K Noe....by:nrsr/denudherariysya

bima:

Wah jangan nyebar fitnah tuh.... karya Ebiet ya karya dia sendiri! mereka bersahabat itu betul, pernah bikin lagu bareng itu betul, kalau karya Ebiet ada yang ciptaan Emha, pasti sudah di tuntut! Emha kan bukan malaikat atawa orang bodoh......Letto warnanya tersendiri....asyik

Tulis komentar anda

(Komentar akan melalui proses moderasi.)



 Lainnya: