Artikel:

Karna, Ksatria di Jalan Panah

bincang Ini adalah buku antologi puisi yang ke dua dari Urip Herdiman Kambali. Setelah buku antologi puisinya yang pertama, Meditasi Sepanjang Zaman di Borobudur, 2005, berhasil masuk nominasi 5 besar Khatulistiwa Literary Award (KLA) 2006.

Urip Herdiman Kambali, lahir di Jakarta, 15 Juli 1965 dari pasangan Kresno Kambali (1924-1993) dan Soebijarnisih Soehoed (1934-1992) sebagai anak kedua dari empat bersaudara.

Masuk Fakultas Sastra UI Jurusan Sejarah tahun 1984, lulus 1990. Pernah mengikuti kuliah-kuliah Extention Course STF Driyarkara, 1992-1993, tetapi tidak selesai.

Menulis puisi sejak SMA (1981-1984). Ikut serta dalam antologi puisi Taman Sastra 1 dan Taman Sastra 2. Pernah membacakan puisi-puisinya di Komunitas Gorong-Gorong Budaya, Depok, pada 9 Februari 1994 dengan judul Sejarah Tidak Mengajarkan Apa-apa. Suka dengan puisi Goenawan Mohamad, Sapardi Djoko Damono dan Joko Pinurbo, serta lirik-lirik musik classic rock, seperti lirik-liriknya The Alan Parsons Project yang hampir seluruhnya ditulis oleh Eric Woolfsons.

Bagi Urip sendiri, buku adalah sebuah mahkota untuk para penulis atau bisa juga diartikan buku sebagai anak intelektual para penulisnya. Namun sayangnya, kenyataan yang terjadi di tanah air kita ini adalah selalu adanya penganaktirian bagi buku-buku puisi dan juga bagi penyairnya sendiri. Banyak puisi lahir setiap harinya tapi akhirnya diam tak bergeming ketika berhadapan dengan pasar.

Maka tak heran bila banyak penyair harus mengadakan modal sendiri untuk menerbitkan buku antologi puisinya. Seperti halnya dengan Urip Herdiman Kambali. Ia mengumpulkan puisinya menjadi satu buku dan diterbitkan dengan modal yang dicarinya sendiri. Tapi Urip boleh bangga. Sebab buku pertamanya terpilih sebagai salah satu dari lima nominator kategori puisi Anugerah Sastra Khatulistiwa 2006. Meski tak menjadi pemenang, prestasi ini sudah serupa kemenangan baginya.


Sesuai dengan judulnya, Karna, Ksatria di Jalan Panah

Menghadirkan 23 puisi epik, terdiri 15 puisi Sajak-sajak Karna I-XV, plus 8 puisi dari berbagai fragmen Mahabharata lainnya.

bincang Siapakah Karna? Apa hubungannya dengan Pandawa (Yudhistira, Bhima, Arjuna, Nakula dan Sadewa)? Bagaimana situasi batinnya menghadapi perang Bharatayudha? Adakah pilihan lain untuknya? Konspirasi apa dan siapa untuk menghancurkan Karna? Mengapa Karna harus kalah?

Terinspirasikan oleh kisah-kisah Mahabharata. Mengangkat salah satu karakter dalam Mahabharata yang paling kontroversial. Karna, seorang adipati dari Negeri Angga. Mengisahkan kehidupan Karna, dari kelahiran hingga kematiannya dalam perang Bharatayudha.

Dalam menyusun antologi puisinya, Urip bekerja dengan pendekatan konsep 'anthology', meminjam konsep album seperti yang biasa dilakukan para musisi rock progresif, yaitu dengan mengusung suatu tema besar yang didukung beberapa puisi, atau sebanyak-banyaknya puisi. Dengan kata lain, puisi-puisi tersebut dirancang untuk mendukung tema, dan terkait satu sama lainnya.

Mengutip pendapat Wayan Sunarta, membaca buku Karna, kita seperti diajak untuk merenungi arti kesetiaan dan kesejatian pada jalur hidup yang dipilih. Karna memilih jalan panah untuk menemukan jati dirinya sebagai ksatria, sebuah kasta yang diyakininya mulia. Urip memilih jalan kata untuk meneguhkan posisinya sebagai penyair, sebuah profesi yang terpinggirkan hingga detik ini. Panah dan kata adalah dua hal yang sama-sama tajam untuk melumpuhkan sasarannya. Panah menjamah raga, kata meraih jiwa.

Urip Herdiman Kambali bekerja di media internal sebuah BUMN di Jakarta, kini aktif di Perkumpulan Meditasi Bali Usada dan memimpin Paguyuban Sejarah 84 FS-UI. Selain itu suka menghadiri acara-acara yang berkaitan dengan spiritual, meditasi, chikung dan penyembuhan alternative.

Acara launching buku Karna, Ksatria di Jalan Panah, diadakan pada tgl 9 November 2007 yang lalu bertempat di Café Omah Sendok, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Informasi buku:
Judul: Kumpulan Puisi Karna, Ksatria di Jalan Panah
Penulis: Urip Herdiman Kambali
Penerbit: PT. Citra Nusa Surya Prima
Tahun: 2007, Cetakan pertama November 2007


Urip kini tinggal di Sawangan, Kota Depok.
Alamat email: uripherdimankambali@yahoo.com; uripherdimankambali@gmail.com
Alamat blog: http://theurhekaproject.blogspot.com

*** (ciplok)

Posted on December 6, 2007 6:00 AM |

Tulis komentar anda

(Komentar akan melalui proses moderasi.)



 Lainnya: