Artikel:

Dari Catatan Hati hingga Refleksi Kehidupan

Pengantar Redaksi:

Berbeda dengan edisi ulang tahun sebelumnya, di edisi ini kami menampilkan review blog pengelola dan redaksi bz! dimana ada 4 blog redaksi (Iwok, Yaya, Amril dan Michael) yang mendapat 'kehormatan naik panggung' untuk dibedah oleh sesama anggota redaksi lainnya. Mari kita simak bersama.


Rumah adalah di mana hatimu berada. Ya sejauh mana juga seseorang pergi, cepat atau lambat ia akan kembali ke rumahnya.

Rumah maya yang beralamat di Daengbattala.com itu terlihat begitu apik, sederhana, penuh dengan kelucuan-kelucuan yang terselubung dalam balutan kalimat-kalimat indah nan bijaksana.

aktual

Mendatangi kediaman Daeng Battala atau Pak Amril ini membawa hati menjadi damai, apalagi bila membaca tulisan-tulisan beliau yang sarat dengan wejangan, walaupun beliau dengan cerdiknya menuliskan dengan gaya humoris-->khas dengan sifat beliau juga. Orang tidak akan menyangka kalau pemilik rumah maya ini sudah memiliki 2 orang anak, soalnya ia menulisnya sama dengan gaya anak muda sih.

Walaupun Battala sendiri berarti berat dalam bahasa Makassar, Pak Amril tampak tidak mengambil pusing dengan julukan yang diberikan kepadanya. Saya sendiri paling suka dengan tampilan headernya, lucu dan unik banget.

Saya mencoba mencari kekurangan pada blog ini, tapi rasanya kok gak ada ya? seperti saya bilang tadi: Rumah adalah di mana hatimu berada.Dan Daeng Battala memang menulis dari hatinya.

(Reviewer: Yaya).

Membaca Blog Yaya yang satu ini -http://yayajanuary.blogspot.com/,kita seolah dibawa dalam sebuah cerita dalam rangkaian penuh puisi. Dengan kelihaiannya menguntai kata demi kata, Yaya menuangkan cerita kesehariannya dalam bentuk kalimat yang indah. Cerita sedih,cerita menyenangkan, semua terangkum dalam untaian kalimat puitis yang mengalun tenang.

aktual


Tidak suka puisi? Bingung mengartikan kalimat-kalimat puitis? Jangan khawatir, Yaya tidak menuliskannya sejelimet itu. Terlepas dari persepsi masing-masing orang yang membacanya, puisi Yaya dibuat tanpa perlu mengerutkan kening. Semua seolah mengalir dari lubuk hatinya. Simak saja sebuah puisi Mengertinya yang diposting 18 Januari lalu :

Hari ini aku mengertinya.
Dalam diamku aku membisikkan seuntai syukur: untuk sebuah hati yang
sudah memaafkan.

Aku memaafkannya..
untuk melewati hidupku dan terus berlalu tanpa membawaku ikut
dengannya.

Aku memaafkannya..
dan berhenti berharap hatinya akan berubah.

Ungkapan hati? Mari kita menebak-nebak, karena Yaya sendirilah yang tahu persis apa arti semuanya.

Yang jelas, kalau dilihat dari Yaya's Reflection yang menjadi blog title ini, rasanya tidak diragukan lagi kalau semua kalimat yang tercurah di seluruh postingannya adalah sebagai bentuk ungkapan perasaan hati pemiliknya. Perasaan, kok banyak puisi sedihnya sih, Ya? Hehehe!

Yaya adalah blogger yang senang bereksperimen dengan template dan layout. Beberapa kali blog ini terlihat berubah wajah. Sayangnya, template saat review ini dibuat kok agak suram ya, Ya? Apa karena mengikuti suasana hati? Hehehe … tapi secara keseluruhan, blog ini terasa cukup lengkap. Berbagai banner komunitas terpajang rapi, menunjukkan Yaya adalah seorang aktifis blog sejati. Beberapa banner penghargaan pun sudah membuktikan bahwa kehadiran Yaya di dunia blog Indonesia tidak boleh dipandang sebelah mata. Eh, Shoutbox-nya perlu ada dua ya, Ya? Nggak bikin perhatian bloggers yang berkunjung terpecah tuh mau naro pesan di mana?

Secara keseluruhan, salut buat Yaya. Semoga tetap eksis meramaikan dunia blog Indonesia!

(Reviewer: Iwok).


Mampir di blog Iwok, seorang penulis produktif yang berdomisili di Tasikmalaya serta penanggung jawab rubrik forumania di bz! ini, sungguh sangat menyejukkan. "Dunia Iwok" demikian kalimat yang terpampang saat kita membuka blog yang didominasi oleh warna coklat muda plus ungkapan "Reflection of My Life" ini seakan mengantar kita untuk menelusuri lebih dalam blog karyawan di sebuah koperasi instansi telekomunikasi di Tasikmalaya yang telah berhasil menelorkan sejumlah buku ini.

aktual


Pernik-pernik blog yang dimiliki cukup semarak. Tidak hanya shout-box tetapi juga sejumlah banner terutama yang terkait dengan prestasi yang sudah ditorehkan Iwok selama ini. Yang menarik adalah blog Iwok dilengkapi navigasi online untuk menuju ke blog Iwok yang lain seperti Review Film, Review Buku, Galleri dan Arsip yang terletak di bagian atas blognya.

Posting-posting Iwok disajikan dengan renyah, enak dibaca dan bergaya jenaka. Latar belakangnya sebagai penulis buku sungguh sangat mendukung aktifitas bloggingnya. Tulisan yang ditampilkan mengalir lancar dan tidak membosankan. Lihatlah bagaimana hebohnya Iwok menggambarkan kisah kopdarnya bersama Dahlia dan Kiky,dua blogfammers yang datang bertandang ke Tasikmalaya atau musibah ketika mobilnya "kesenggol" angkot.

Secara umum, blog Iwok sudah menampilkan performa yang cukup bagus. Sekedar catatan, akan lebih baik jika posting-posting di blog diberi fasilitas "read more" yakni pemilahan pada paragraf tertentu dan kemudian ada link yang merujuk untuk membaca artikel bersangkutan lebih lengkap. Keuntungannya adalah selain pembaca blog tidak terlalu "lelah" membaca posting yang relatif panjang juga ada ruang yang cukup mengakomodir indeks atau ringkasan posting-posting sebelumnya. Keep blogging, Kang Iwok!

(Reviewer: Amril)


aktual

Simply blog's Michael!

Blognya Hijau, bukan karena dihiasi oleh gambar-gambar pepohonan atau dedaunan. Hanya hijau! Mungkin hanya simple yang dipilih oleh si empunya blog, Michael (http://www.michael.or.id/)

Orang yang selalu siap siaga untuk urusan iklan di bz! ini, menulis dengan apik di setiap entry blognya. Apa yang didengar, dilihat dan dirasakan oleh Michael itulah yang ia tulis. Tentang kesehariannya, tentang kuliahnya, bahkan sampai urusan hatinya.Untuk membangun moodnya menulis, Michael bahkan membuat jadwal tersendiri loh.

Senin sampai Kamis: Postingan nonilmiah (curhatan, dsb)
Jumat: Postingan ilmiah
Sabtu, Minggu, Hari Libur: Libur posting

Sesekali bahkan Michael menyelipkan puisi hasil dari mendengarkan suara hatinya. Mungkin hanya sebait atau dua, tapi arti yang dikeluar dari puisi-puisi itu begitu tampak, bahwa itulah yang sedang ia rasakan.

Andai tak kudengar sayup
Untuk membelai mahkotamu

Aku takkan membelaimu

Andai permata tak hinggap
Untuk menghiasi mahkotamu

Aku takkan menghiasimu

Sebuah puisi yang touching banget itu dititeli 'maafkanku'. Saya sampai heran, untuk siapa sebenarnya puisi itu ditujukan. Sampai saya selesai membaca seluruh isi blog, tak disebut satu pun nama seseorang yang dibuatkan puisinya itu oleh Michael.

Perefleksian hasil kuliahnya pun tak luput untuk ditulis. Beberapa artikel tentang berbahasa Indonesia yang baik dan benar, seperti Awalan di- dan kata depan di atau Beda Alumni dan Alumnus, tidak terbaca menggurui. Mungkin Michael hanya ingin berbagi pemikiran saja tentang apa yang ia dapatkan di kuliahnya.
Baca juga artikel Tak Hanya Orang yang Opname yang terkesan sangat menggelitik,

Saya fikir, Michael termasuk orang yang sangat serius, ternyata tidak semua! Ada beberapa entry blognya yang bernada sama. Tapi dari sekian entry yang ada, saya sangat menyukai penuturan polosnya hasil pemikirannya sendiri dalam entry Menulis Surat Cinta, Mengapa Tidak Diajarkan?

Sungguh blog yang benar-benar apik! Sebuah percakapan atau kejadian yang terjadi, bisa menjadi sebuah tulisan yang begitu enak dibaca.

Terus menulis Michael!

(Reviewer: @rien)

Posted on February 6, 2008 11:00 AM |
 Lainnya: