Artikel:

Mencari Para Pendaki yang Ber-blogging

"Gak ada deh hubungannya sama 'kolot' atau gak kenal modernisasi deh. Mendaki gunung itu kan sebagai media refreshing juga. Di mana sehari-hari udah lelah dengan rutinitas, so, kita akan 'kabur' sejenak dari kepenatan itu dan memulai sesuatu yang baru dan menantang."

Kalimat ini menjadi sebuah pernyataan bahwa pendaki gunung itu bukan manusia tanpa kenal hal yang modern. Manusia pencinta berlelah-lelah mendaki menuju puncak dan kemudian bersusah payah turun lagi. Mereka ini juga manusia biasa yang mengenal dunia yang sudah berkembang dan maju.

Capek, dan perjalanan menuju puncak yang menjadi (katanya) inti kenikmatan aktivitas mendaki gunung ini, dianggap sebagai tantangan yang dalam setiap pendakian. Yang menjadi pertanyaan kemudian, apakah para pendaki gunung ini adalah juga pelestari alam? Jika mereka (karena saya bukan pendaki) bisa dikatakan dekat dengan alam, apakah mereka juga dapat dikatakan yang lebih mengetahui dan lebih sadar bahwa alam itu perlu dilestarikan?

Mungkin. Mungkin pertanyaan atau ketidakyakinan di atas bisa terjawab jika si penanya punya waktu banyak untuk bersilancar di blogosphere dan mencari dari blogwalking ke sudut jagat dunia blog Indonesia untuk menembukan para pendaki gunung yang punya waktu khusus menulis cerita pengalaman mereka atau setidaknya yang memproklamirkan diri sebagai pendaki gunung yang nge-blog.
Atau, mungkin kelemahan om gogel dan pak yahu yang ndak pinter menangkap kata 'pendaki', 'pecinta', 'gunung', untuk kemudian bisa membawa kami berkenalan dengan mereka para pendaki gunug sejati. Haha.. sebuah pembelaan diri yang tak menarik.

Hai para pendaki gunung, di manakah kalian?
Tak inginkah kalian berbagi cerita lewat blog?

:)


*** (tim redaksi)

Posted on March 8, 2008 1:00 PM |

Tulis komentar anda

(Komentar akan melalui proses moderasi.)



 Lainnya: