Artikel:

Story on The Plane

kreasi

(bedasarkan cerita nyata, 2007)


Berita di TV sungguh mengejutkan, sebuah pesawat komersil jatuh ke laut dan ilang gak berbekas. Seluruh penumpangnya gak ketemu. Tragis !
Saat itu, berfikir naik pesawat aja akan membuat stress, apalagi kalo ternyata ada di dalam pesawat yang betul-betul bikin jantung berdebar. Kebetulan gw dan Cinta akan naik pesawat mengunjungi Yuna yang lagi diklat.
"Cinta gak makan dulu?"
"Udah kenyang, Pi."
"Oo, papi juga."
Gw lantas merapikan sedikit penampilan Cinta.
"Beres," kata gw ngeliat Cinta yang udah modis dengan kemeja dibalut rompi. Gw juga udah merasa ok dengan rambut kelimis dan aroma parfum yang merebak. Sekarang gw dan Cinta udah keliatan siap hunting pramugari cantik dan manis.
Otak gw: mumpung jadi bujangan, kesempatan

Gw ama Cinta udah berdiri di tempat duduk nomor 3 A dan 3 B. Tanpa banyak basa basi langsung duduk karena cuma bawa satu tas kecil jadi gak repot. Cinta seperti biasa lebih memilih dekat jendela.

Take Off

Di dalam pesawat.
Di samping gw duduk ibu kribo yang badannya lumayan gede. Jadi persisnya gw diapit oleh Cinta dan ibu kribo. Sejenak ngeliat ibu itu gw jadi kebayang dengan keponakan gw yang rata-rata punya problem berat badan.(belum pernah di cek apakah ini gejala obesitas ataukah obelixitas-teman asterix).
Jadi, kalo menghadiri pesta (apa saja), tuan rumah bisa dipastikan akan ngerasa panik dengan kedatangan makhluk-makhluk yang bakal ngabisin apa saja ini. Kalo udah begitu, paling-paling ibu gw akan menasehati
"Udah, udah, hentikan. Malu. Memangnya ini rumah sendiri."
Akhirnya...
Sadar! sisakan untuk generasi mendatang!

Lampu seat belt udah dimatiin.
Gak lama pramugari datang. Tentunya suasana akan menjadi segar setelah sebelumnya gw merasa terjebak aroma ketek yang mirip bungkusan ikan asin datang dari sebelah gw secara bertubi-tubi.
Pramugari nawari makan minum.
Pramugari yang menawan...
Kesempatan untuk unjuk kekuatan.
Gw milih kopi aja sembari senyuumm. manis sekali.
Cinta? kaya'nya gak mau ngalah.
Mendadak gw ngerasa Cinta kumat lagi katroknya minta dibuatin kentang goreng ama burger.
"Cinta di sini bukan Kentaki sayang," bujuk gw sambil senyum.
"Balik ke rumah dulu dong, Pi. Minta buatin burger ama kak Yanti."
Duh Cinta, emang kita lagi di dalam pesawat Remot Kontro. Gw tetep senyum, manisss sekali demi menjaga wibawa di depan pramugari cantik tersebut. Akhirnya karena Cinta memilih mogok makan, pramugari cantik itupun berlalu. hehhgghh.

Otak Gw: Cinta itu memang anak yang katrok!, di perjalanan sebelumnya Cinta lompat sana-lompat sini, berlarian di koridor membuat penumpang lain menyangka bahwa saat ini mereka berada di PlayGroup yang halamannya luas ditumbuhi pepohonan rindang dan penuh dengan aneka permainan, bukan di dalam pesawat. Cinta, Hentikan! Ini bukan bus kelas ekonomi, ini pesawat terbang. Respect dikit dong! kata gw bete. Dilarang, Cinta malah ngambek tiduran di koridor pesawat, nunggu pramugari cantik lewat ngerasa iba dan ngasi pertolongan menyelamatkan dirinya dalam pelukan hangat. Trus si pramugari berfikir Cinta sebagai makhluk imut dan ganteng yang telah disia-siakan oleh orang tuanya yang ganteng juga dan tidak bertanggung jawab ini.
Efektip!

Di ketinggian yang gw gak tau berapa.
Awan agak kabut dikit dan pesawat mulai sedikit berguncang.
"Pi, pesawatnya kenapa?" tanya Cinta
"Ada guncangan dikit. Udah tenang aja gak usah takut."
"Pi?"
"Apa?"
"Kita sekarang di mana?"
"Di atas awan."
"Ooo."
"Pi?"
"Heh?"
"Goncangannya makin kencang, Pi."
"Udah tenang aja gak usah takut!"

Memang sih ini sangat mengerikan apalagi pikiran gw masih dipenuhi ingatan soal pesawat naas itu.
Cinta mulai mengoceh lagi.
"Pi, pesawat Odam Air jatuh kenapa?"
Ibu kribo yang dari tadi diem aja akhirnya noleh juga, mungkin dia jadi kepikiran juga.
"Pak anaknya kenapa? Takut naik pesawat ya?" tanyanya.
"Ooo enggak bu, dia kalo lapar memang suka ngoceh begini"
Ibu itu ngangguk-ngangguk.
Untung pesawat udah mulai sedikit tenang
Tapi gak lama berguncang lagi trus terdengar petir, kayaknya hujan.
Keadaan jadi sangat horror sekali.
"Yang di bawah itu apa, Pi?"
"Laut. Udah tenang aja, masih guncangan nih."
"Oh, laut yang tempat jatuh pesawat Odam Air itu ya, Pi?"
"Heh??"
"Pi, kalo kita jatuh ke laut gimana? Cinta rasa kita mau jatuh, Pi. Coba tengok sayapnya, Pi."
"Heeh??"
"Kerasa beda kan sayapnya? Ini pasti mo jatuh, Pi. Kalo di laut gimana kita berenangnya, Pi?"
"Ya Alloh."
Gw keringetan kebayang kan kalo pesawat jatoh kelaut, terapung berhari-hari tanpa sarapan pagi dan minum kopi trus diselamatin lumba-lumba yang baek hati dan terdampar di pulau terpencil yang gak ada siapa-siapa selain gw dan Cinta
"Jangaaannn!!"
Gw berzikir sambil megang kursi erat-erat.
Sekilas gw ngeliat kalo ibu keriting juga merasa panik, mulutnya komat-kamit seperti ikan mujaer yang minta sarapan.
"Pi. Gawat, Pi!"
"Cinta diam dulu dong!" teriak gw panik
Pesawat masih berguncang.
"Ini akan jatuh! ini akan jatuh!" teriak Cinta
Otak gw udah kram, tiba-tiba gw ngerasa ada yang aneh dengan ibu kribo di samping gw. Badannya bergoncang-goncang seperti orang yang mau beranak. Gw jadi makin panik, mungkin ibu ini adalah alien yang nyamar jadi penumpang dan udah saatnya ngeluari monster yang bersembunyi di dalam tubuhnya. Moga-moga tidak! Tubuh ibu kribo itu makin berguncang, gw jadi gak konsen, gw mesti panik gara-gara pesawat, ato gw mesti panik gara-gara ibu kribo ini. Cinta juga menjulurkan kepala ngeliat ibu itu. Penasaran.
Tiba-tiba.
Ibu keriting itu, makin memonyongkan mulutnya.
Makin lama makin monyong aja dan akhirnya...
MUNTAHH.
HUOAOAAKKK...!!!
Isi perut berhamburan ke mana-mana.
Cinta yang emang keroncongan dari tadi, begitu ngeliat itu akhirnya muntah juga.
HUOAOAAKKK... HUOAOAAKKK...!!!
Dan gw seperti seorang juru bicara yang diapit 2 pendamping gak tau diri akhirnya pasrah juga.
HUOAOAAKKK... HUOAOAAKKK... !!!
Maka, goncangan pesawat udah kalah mengerikan dengan hasil dari kelakuan 3 manusia biadab ini. Dan 15 menit ke depan mirip seperti keadaan di mana seseorang kena hukuman dikurung dalam wc yang gak pernah dibersihin selama tiga bulan. Gw merasa saat itu nasib gw gak jelas.

Akhirnya.

Pesawat Landing
Begitu turun dari pesawat gw cuma sempat ngelirik pramugari cantik menawan dan rupawan tadi merasa kasian campur jijik, melihat gw dan dua makhluk lainnya yang udah tampil acak-acakan mirip gelandangan yang gak makan dipaksa mandi di got trus gelandangan itu dipaksa lagi naik rollercoaster.

* * *

Gambar diambil dari sini


*** (JuraganPribumi)

Posted on April 6, 2008 2:00 AM |

Tulis komentar anda

(Komentar akan melalui proses moderasi.)



 Lainnya: