Alergi Pada Anak: Dapatkah dicegah?

Oleh: Dr. Zakiudin Munasir, Sp.A(K)
Pendahuluan
Angka kejadian penyakit alergi akhir-akhir ini meningkat sejalan dengan perubahan pola hidup masyarakat modern, polusi baik lingkungan maupun zat-zat yang ada di dalam makanan.
Kata alergi berasal dari bahasa Yunani 'alol' yang berarti suatu keadaan yang berubah. Secara umum alergi adalah suatu reaksi kekebalan yang menyimpang/berubah dari normal yang dapat menimbulkan gejala yang merugikan tubuh.
Penyakit alergi hanya mengenai anak yang memiliki bakat alergi yang disebut atopik. Artinya, ada bakat atopik/alergi yang diturunkan oleh salah satu atau kedua orang tuanya.
Di dalam tubuh kita dikenal 5 jenis antibodi atau imunoglobulin yaitu imunogbulin G,A,M,E dan D. Imonugobulin E adalah antibodi yang paling banyak berperan pada reaksi alergi.
Beberapa jenis penyakit alergi pada anak
1. Asma bronkial
Disebut juga bengek, adalah suatu penyakit kronis yang ditandai adanya peningkatan kepekaan saluran nafas terhadap berbagai rangsangan dari luar yang menyebabkan penyempitan saluran nafas yang meluas dan dapat sembuh spontan atau dengan pengobatan.
Gejala-gejalanya:
a. Sesak nafas
b. Nafas berbunyi
c. Batuk yang disertai lendir/batuk kering.
Gejala-gejala diatas biasanya terjadi setelah 4-8 jam kontak dengan bahan alergen seperti debu rumah dan tungaunya (mite), serbuk bunga, bulu binatang, dll. Gejala asma ini juga dapat dicetuskan oleh latihan fisik dan bila banyak tertawa.
Penanganan asma bisa dilakukan dengan menghindari bahan alergen yang dapat menyebabkan asma.
2. Rinitis alergika
Rinitis adalah suatu gejala yang terjadi pada hidung. Gejala rinitis alergika berupa bersin-bersin disertai gatal-gatal pada hidung dengan ingus yang encer. Gejala ini sering disertai dengan hidung tersumbat yang menyebabkan anak rewel dan sulit tidur. Gejala lainnya adalah gatal, merah dan berair pada mata dan terkadang sinusitis disekitar hidung.
3. Urtikaria
Urtikaria(bidur,kaligata) merupakan suatu kelainan alergi pada kulit yang berbentuk bentol berwarna merah disertai gatal. Urtikaria ini dapat tersebar pada berbagai tempat dikulit.
4. Dermatitis Atopik
Dermatitis atopik adalah suatu gejala eksim terutama yang timbul pada masa kanak-kanak. Pada keadaan akut, gejalanya berupa kulit kemerahan, kulut melenting berisi cairan, basah dan sangat gatal. Kadang-kadang disertai infeksi sekunder yang menimbulkan nanah.
Gejala-gejala ini sering mengenai pipi, siku dan tepi pinggir anggota gerak yang selanjutnya dapat menyebar ke daerah selangkangan. Untuk mengobati penyakit ini yang paling penting adalah mengatasi rasa gatal dengan pemberian obat antihistamin, menghindari udara yang terlalu panasdan kering serta mengurangi pengeluaran keringat. Sebaiknya menghindari garukan.
5. Konjungtivitis alergika
Kongjungtivitis alergika adalah suatu bentuk kelainan alergi pada mata yang mengenai kedua mata dan terjadi berulang. Gejalanya berupa gatal kemerahan, banyak mengeluarkan air mata dan penglihatan silau.
Pengobatan untuk alergi jenis ini dapat diberikan obat tetes mata golongan steroid dosis rendah. Untuk jangka panjang bisa diberikan obat tetes mata yang mnegandung natrium kromoglikat. Obat ini mempunyai efek menghambat pecahnya sel mast yang dapat mengeluarkan zat yang dapat menimbulkan gejala alergi.
6. Alergi makanan
Gejala yang paling sering timbul berupa gangguan pada saluran cerna seperti diare dan muntah.
Makanan yang biasanya dapat menimbulkan alergi seperti susu sapi, telur ayam, ikan, kacang-kacangan dan seafood.
Tindakan pencegahan terjadinya alergi
Pada umumnya, tindakan pencegahan alergi ini dilakukan dengan penghindaran, cara hidup dan pola makan yang baik dan juga pemakaian obat-obatan yang tepat.
Tindakan pencegahan dini sewaktu bayi masih dalam kandungan, juga banyak dilakukan bagi mereka yang memiliki keturunan bakat alergi/atopik. Pemberian ASI eksklusif dilaporkan dapat mencegah terjadinya alergi dikemudian hari. Jika anak tidak mendapat ASI, dapat diberikan susu formula yang hipoalergenik. Selain itu, pemberian susu kedelai juga dapat meningkatkan kesehatan anak dalam jangka panjang.
Kutipan dari materi yang disampaikan pada Dialog Interaktif Kesehatan Anak dan Keluarga, di KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) Doha, Qatar pada 26 April 2008.

Komentar (2)
Uraian tentang alergi dalam artikel ini benar adanya.Untuk menambahkan, sebagaimana saya ketahui dari Buku "Hindari Ketergantungan Obat" bahwa alergi makanan bisa juga disebabkan oleh menumpuknya alergen secara berlebihan pada otot otot besar dan perubahan struktur pada tapak kaki dan betis sehingga saluran darah mebnjadi tidak lancar.
Penyembuhannya dengan normalisasi PENNASIA untuk menormalisasi proses reaksi yang terjadi dalam tubuh secara maksimal sehingga dapat sembuh alami. Untuk lebih jauh, silahkan kunjungi www.SembuhAlami.com
@ July 24, 2008 10:47
Sebagaimana saya ketahui dari Buku "Hindari Ketergantungan Obat" bahwa alergi debu bisa juga disebabkan oleh naiknya sensitifitas saraf dan menurunnya daya tahan tubuh.
Penyembuhannya dengan Normalisasi Pennasia untuk menormalisasi proses reaksi yang terjadi dalam tubuh secara maksimal hingga sembuh alami. Untuk lebih jauh, anda bisa belajar penyembuhan alami ini. Silahkan kunjungi SembuhAlami.com
@ July 25, 2008 14:10