Pantai di Yogyakarta (Bagian II): 3 Pantai Pesisir Timur
Ketika berlibur tahun kemarin, saya diajak oleh orang tua saya yang sekarang tinggal di Solo untuk berkunjung ke kota Yogyakarta yang letaknya tidak jauh lagi dari Solo. Sebelum ke pusat kota kami berkunjung ke beberapa pantai kecil di pesisir timur. Letaknya kurang lebih ditunjukkan oleh kotak coklat di peta. Tiga pantai ini tidak berjauhan satu sama lain dan memiliki karakter berbeda.
1. Pantai Kukup

Di pantai berpasir putih ini masih dapat ditemui ikan dan organisme laut kecil. Tak jauh dari pantai ada gubuk kecil yang menjual ikan laut kecil dan ganggang untuk hiasannya. Uniknya cara berjualannya di atas lubang-lubang pasir yang dilapisi plastik bening. Saya memutuskan bergabung dengan ibu dan adik yang duluan 'kecek' atau bermain air sambil mencari ikan atau kepiting kecil di antara bebatuan pantai.
Agak ke atas pantai ini dibuat sebuah pondok kecil dimana pengunjung bisa lebih menikmati keindahan pantai dan gelombang laut.
2. Pantai Krakal

Pantai ini memiliki batu kapur putih yang kontras dengan birunya air laut. Di sepanjang pantai dapat ditemukan beberapa penjual batu kapur yang bisa dipakai untuk dekorasi rumah atau kebun. Ibu saya memborong sekarung batu yang harganya tidak mahal.
3. Pantai Baron

Pasir di pantai ini hitam, berbeda dengan dua pantai di atas. Pengunjung selain menikmati pemandangan pantai dari atas tebing juga dapat menikmati makanan laut yang banyak disediakan oleh kedai makanan tak jauh dari pantai. Pengunjung juga bisa membeli ikan dari nelayan yang dijual oleh koperasi nelayan setempat. Beragam ikan ditemui di situ, dari udang, kepiting, ikan pari sampai ikan hiu. Yang unik dan baru saya pertama kali saya makan adalah rempeyek dari sejenis binatang kecil sejenis udang. Rasanya gurih dan bikin ketagihan.
Di antara tiga pantai ini, pantai Baron lah yang paling turistik dan terkenal. Selama ini kita cuma tahu pantai terkenal di Yogyakarta seperti Parangtritis, sementara pantai kecil seperti ini yang kurang dikenal sebenarnya menyimpan potensi yang tak kalah besarnya.
*** (Retno-rwidiani)
Posted on June 6, 2008 1:00 AM | Permalink
