40 Kiat Dapur Hemat (Bagian 1)
Oleh. Harmonis Zakaria (Ex-Chef in Bateel:Doha famous chocholate shop)
1. Rencanakan resep menu masakan untuk seminggu sekaligus.
Batasi belanja 1-2 kali saja dalam seminggu, kecuali persediaan penting seperti susu untuk anak-anak. Menu resep tidak perlu dicantumkan satu per satu, tapi hidangan utamanya berprotein tinggi. Belilah cukup banyak buah segar, sayur mayur serta roti untuk variasi resep.
2. Jangan pergi berbelanja dengan perut lapar.
Karena Anda akan tergoda untuk membeli barang-barang yang tidak perlu. Bila mungkin, belanjalah ketika sedang repot tanpa mengajak anak-anak.
3. Pergunakan daftar belanjaan yang berkesinambungan.
Tambah stok keperluan dapur dengan segera begitu persediaannya menipis. Dengan demikian, Anda tidak perlu mendadak ke toko hanya karena kehabisan salah satu bumbu dapur untuk membuat satu resep masakan.
4. Lebih baik berbelanja di beberapa toko dari pada satu toko saja.
Periksa iklan di media cetak atau selebaran dari berbagai toko yang menawarkan harga khusus. Buat daftar harga kebutuhan pokok di toko-toko langganan Anda dan bandingkan dengan harga yang ditawarkan di iklan atau selebaran itu. Mana yang lebih murah? Jika ada bahan kebutuhan pokok atau makanan kaleng yang biasa Anda perlukan dijual obral, segera penuhi stok Anda.
5. Kalau pesanan barang diantar, waspadalah terhadap tambahan biaya terselubung.
Ada toko yang langsung mengutip biaya itu dalam nota tagihan ketika barang diantar.
6. Bila Anda menemukan barang yang dijual dengan harga grosir, bandingkan ukuran dan mereknya.
Selalu utamakan mutu. Jangan terkecoh oleh harga yang murah saja.
7. Bila mungkin, belilah ukuran/berat/volume bahan makanan yang pas sesuai resep, agar tidak tersisa. Bila mencoba jenis resep masakan baru, belilah dalam ukuran terkecil, meski harganya lebih mahal bila dibandingkan dengan porsi keluarga. Bila resep masakan itu ternyata tidak Anda sukai, ruginya tidak seberapa.
8. Belilah makanan beku di toko yang memiliki lemari atau pendingin yang canggih, sehingga kesegaran makanannya dapat terjamin.
9. Bila ada tawaran potongan harga untuk porsi besar, belanja patungan dengan teman-teman untuk mengejar potongan harga.
10. Bandingkan harga daging tanpa tulang dengan yang masih lengkap.
Meski tampak lebih mahal, yang tanpa tulang kadang-kadang lebih menguntungkan karena harganya benar-benar harga netto.
11. Sisa kuah rebusan dgaing, daging panggang, irisan daging ayam dan sebagainya dapat dibekukan untuk dimanfaatkan sebagai santapan malam atau menambah resep yang ada. Tempatkan dalam wadah-wadah kecil untuk satu orang, atau sekaligus dalam wadah besar untuk keperluan seluruh keluarga.
12. Pilih daging bermutu baik, empuk dan cepat pengolahannya saat mengerjakan resepnya, sehingga menghemat energi memasak. Jangan membeli dgaing hewan yang alot, karena dapat memboroskan bahan bakar disamping resep dan rasanya pun kurang lezat.
13. Ibu rumah tangga sebaiknya tahu bagian-bagian dari daging hewan yang empuk, atau tanda-tanda kesegaran ikan: insangnya masih kemerahan, matanya masih gembung dan belum berwarna merah, dagingnya kenyal serta sisiknya belum rontok. Dengan demikian ia tidak terkecoh: membeli barang jelek dengan harga mahal.
14. Jagalah ketajaman pisau dapur.
Agar bisa digunakan untuk membuat sayatan tipis pada daging, atau membuang tulangnya sesuai dengan jenis resep masakan yang diolah.
15. Hati. Meskipun lebih mahal, hanya sedikit bagian yang terbuang dibandingkan dengan daging biasa dan sarat akan zat besi. Bila Anda tidak berpantang lemak dan kolesterol, tidak ada salahnya kadang-kadang mengkonsumsi hati sebagai salah satu resep masakan keluarga. Hati juga lebih ekonomis.
16. Bandingkan harga daging dalam bongkahan besar dengan eceran.
Kalau terpaut banyak, apa salahnya membeli sekaligus untuk persediaan beberapa minggu. Dapat dihidangkan dalam sayatan tipis yang dipanggang garis untuk resep sarapan sebagai pengganti resep sosis karena harganya lebih hemat.
17. Resep telur dadar keju bagi yang suka atau telur dadar isi bawang merah, luncang atau daun bawang, merupakan hidangan yang tidak banyak memakan biaya. Bisa dihidangkan saat tanggal tua dan anggaran belanja dapur sudah menipis.
18. Memotong ayam sendiri lebih murah ketimbang membeli daging ayam yang siap olah. Lebih-lebih bila beberapa ekor sekaligus. Dada ayam bisa dimasak untuk hidangan utama, bagian yang lain untuk resep menu-menu pendamping atau dibekukan dulu. Bekukan pula seluruh tulang-belulang ayam yang belum terpakai untuk resep sop di kali lain (membuat chicken ctock). Hatinya juga bisa dibekukan dahulu, menunggu sampai jumlahnya cukup banyak untuk digoreng, dipanggang atau disate.
19. Bila Anda penggemar resep daging bebek, angsa atau kalkun, pilih yang besar karena dagingnya lebih banyak sehingga lebih murah.
20. Dilihat dari kandungan gizinya, ikan murah ataupun mahal sama baiknya.
(Bersambung...)
(Disampaikan pada arisan bulanan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Doha, 05 Juni 2008.)
