Artikel:

Membaca Kehadiran Blook

Catatan-catatan Ang Tek Khun

Saya menyadari sedari awal, tidaklah mudah untuk merangkai kata membahas sebuah topik yang kait-mengait dengan banyak wajah dan masing-masing beruntut panjang ke belakang sebagai latarnya. Tampaknya akan lebih mudah bilamana saya mengurainya dalam poin-poin utama. Dengan demikian Anda akan dengan leluasa menarik pemahaman umum.


Pada Awalnya...

Hadirnya Buku (yang berasal dari) Blog [untuk mudahnya kita sebut saja dengan blook] di dunia perbukuan adalah sebuah fenomena logis dari keterkaitan keduanya dengan budaya (karya kreatif) menulis, karena blog sebagai sarana tak berbeda dengan diary secara tradisional atau sejenis itu. Dalam bahasa blogger mungkin begini, "Aduh, bo. Sama-sama soal menulis lagee. Emang geto lo pikirin?"


Proses...

Bilamana kita mengamati format Blook secara content, sejak pada awalnya hingga mutakhir (terkini), telah mengalami proses yang bermuara pada beberapa tema besar atau bisa di-klaim menjadi genre tertentu. Pada mulanya hanya berupa copy paste (copas) tanpa sentuhan akhir yang terlalu berarti. Kini posting di Blog hampir dapat dikatakan hanyalah sebagai raw material yang siap olah - bukan siap terbit. "Copas? Hidiiih, jijay banget deh..."


Minat Pasar...

Minat pasar (baca: pembaca/pembeli) pada Blook, dengan sejujurnya harus dikatakan itu bukanlah karena faktor Blog, melainkan content. Di sini tetaplah berlaku hukum dunia perbukuan: buku dengan topik yang paling menarik yang akan dibeli orang. Di sini ikatan antara penjual dan pembeli berlaku hukum bisnis yang formal. Ini agak berbeda kala sebuah content yang termuat dalam format Blog, di mana tidak ada ikatan bisnis melainkan berlaku hukum pertemanan, kunjung mengunjungi. Dengan bahasa yang lebih lugas, dapat dikatakan bahwa Blog yang pengunjungnya banyak belum tentu karena content-nya yang menarik sesuai dengan pedoman seorang pembeli buku. "Beli? Emang lo siapa? Emang lo nulis apa?! Yang greetongan mah, klo lagi gak males, kasih dahhh..."


Hukum Tren...

Maka, berbicara tentang Blog dari sudut perbukuan, tak dapat lepas dari kondisi tren perbukuan yang sedang berlangsung. Bila tren perbukuan mengusung komedi, sebagai misal, maka content Blog yang bergaya dan bertutut secara komedi yang layak dibukukan. Di sini, maaf kata harus dituliskan, tema content Blog berbanding lurus dengan tema tren perbukuan. "Hidiiih, males deh bacanya, secara bokap gue bangets deh."


Genre "Baru"...

Memang harus diakui, setelah sekian lama hadirnya Blog, ada keunggulan-keunggulan yang muncul dan fit dengan dunia perbukuan. Saya mencatat dua poin penting. Pertama, gaya menulis blogger yang plastis-ngocol, telah melahirkan genre 'baru' yang kita sebut saja sebagai Pelit (Personal Literatur). Kekuatannya di sini adalah pada cara bertutur. Kedua, tema-tema perjalanan yang beken dan keren sebagai backpacker. Kekuatannya di sini adalah topik atau materi yang dituturkan. "Gileee! Gokil bangets, gak nyesel deh gue beli."


Keunggulan...

Bilamana ditanyakan juga mengenai keunggulan Blook, maka sejujurnya itu terletak pada daya promosinya. Tak dapat dipungkiri bahwa Blog pada zaman mutakhir ini telah menjadi sarana promosi yang sangat efektif. "Buku gue dah terbit, beliiii yak!!!"


Prospek ke Depan...

Tak seorang pun yang tahu prospek Blook dalam jangka panjang. Namun bilamana ditanya pada hari ini, maka Blook yang mendapatkan respons dengan antusias dari pembaca menyangkut kedua hal tersebut di atas, yaitu: Blook komedi dan Blook Backpacker. Namun, ada cara mudah menebaknya, yaitu amati saja tren perbukuan ke depan; bila content Blog Anda fit dengan tren perbukuan saat itu, maka di situlah letak prospek tersebut. "Yeeiii, emangnya gue Papa Loreng?"


Demikian catatan-catatan ini disajikan sebagai salah satu sisi bahan perbincangan bertema besar Blog. Semoga bermanfaat. Selamat menulis. Salam kreatif.


Posted on August 6, 2008 7:00 AM |

Komentar (1)

JaF:

Ah! Personal Literature.. saya suka banget istilah itu, mas..

Bagi saya sih blook itu hanya istilah. Mau di blog, mau di buku, sama saja. Yang penting dia menambah khazanah kekayaan dunia perbukuan di Indonesia.

Salut buat Gradien yang rajin 'hunting' blog bagus untuk dibukukan..

:)

Tulis komentar anda

(Komentar akan melalui proses moderasi.)



 Lainnya: