Di dalam Postingan yang Sehat, terdapat Blog yang Kuat
Judul di atas adalah penyalahgunaan sebuah semboyan lama: "Di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat." Sudah sangat melekat di dalam ingatan setiap orang. Bisa jadi, karena kesehatan selalu menjadi harapan dari setiap manusia.
Melalui blog, kata sehatpun telah terbaca di berbagai postingan. Dari banyaknya dokter mapupun calon dokter yang ada di blogosphere, kami berkesempatan mewawancarai 2 praktisi di bidang kesehatan: Prima Almazini yang Sarjana Kedokteran dan Dr. Irwan Effendi yang seorang dokter spesialis anak.
Berikut hasil wawancara kami:
"Saya mulai ngeblog bulan juni 2005," Prima Almazini mulai bercerita. "Blog pertama saya di friendster, judulnya life story. Isinya tentang curhat kehidupan sehari-hari. Ketika itu, saya ngeblog karena ingin meneruskan kebiasaan menulis buku harian. Sejak SMP saya punya kebiasaan menulis buku harian. Namun sejak kuliah, entah kenapa saya seperti kehilangan motivasi. Mungkin karena jadwal kuliah saya yang padat dan atmosfer belajar di fk yang terlalu kuat, hingga saya tak kepikiran lagi untuk membuang-buang waktu dengan menulis buku harian. Saat naik tingkat II, saya pikir sayang kalau aktivitas yang saya lakukan hanya lewat begitu saja. Saya ingin agar ada nilai kenangannya dan bisa dibaca lagi oleh saya sendiri, teman-teman ataupun adik-adik kelas saya. Setelah itu saya baru dapat motivasi untuk menulis lagi. Akhirnya saya pun mulai menulis di blog."
Pria kelahiran Tasikmalaya 2 Mei 1986 kemudian melanjutkan, "Pada sekitar bulan November 2000, ide untuk membuat blog stetoskop muncul. Inspirasinya datang salah satunya setelah saya mengunjungi blog kakak kelas saya waktu di Tarnus, romi satria wahono: ilmukomputer.com, yang selalu memotivasi setiap orang untuk menuliskan kompetensinya agar dapat dinikmati juga oleh orang lain. Tapi itu hanya salah satu. Alasan yang lebih kuat, sebenarnya karena ingin mempublish tulisan-tulisan yang pernah saya buat. Di kampus saya ikut organisasi jurnalistik, pernah jadi pemimpin redaksi Koran Kampus FKUI (untuk kalangan mahasiswa) dan pemimpin redaksi Majalah STOVIA FKUI (untuk kalangan dosen dan karyawan). Selama aktif di organisasi tersebut, saya menghasilkan banyak tulisan dalam berbagai genre: resensi, ilmiah popular, opini, liputan, wawancara tokoh, feature, berita, headline. Saya pikir sayang kalo tulisan saya hanya sekali muat di koran/majalah tersebut dan selanjutnya hanya disimpan di folder document laptop saya. Sejak saat itu tercetus ide untuk mempublishnya dalam bentuk blog agar juga dapat dinikmati informasinya oleh kalangan yang lebih luas."
"Saya pertama kali mengenal blog bulan September 2007, ketika kebetulan saya mencari artikel tentang linux dan joomla di google search engine, selalu muncul artikel dari Seorang Muslimah Biasa (ai23.wordpress.com) pada halaman pertama result," Irwan memulai percakapan lewat email. "Sehingga saya mulai penasaran dan mulai mebaca-baca tentang wordpress. Sebelumnya saya sudah pernah dengar tentang blog, yaitu catatan harian kita yang bisa dibaca oleh seluruh orang di dunia, tetapi pernyataan itu tidak terlalu menarik perhatian saya. Setelah cukup mengenal blog melalui wordpress, bulan Januari 2008 saya memulai blog pertama saya di irwazol.wordpress.com dan dokteranakku.wordpress.com. Sudah hampir 9 bulan tidak saya lihat, ternyata masih aktif. Baru bulan Februari 2008 saya mulai serius ngeblog dengan menggunakan domain sendiri dokteranakku.com dan terbaru blog photounik.blogspot.com."
Irwan Effendi yang saat ini bekerja sebagai staff Rumah Sakit M Djamil Padang ini memberikan alasannya, "Awalnya saya ngeblog untuk tujuan komunikasi antar keluarga besar, dengan memberikan postingan foto-foto keluarga (irwazol.wordpress.com). Bulan Februari 2008 saya mulai serius membuat blog dokteranakku.com dengan tujuan untuk memberikan informasi dan tips-tips kesehatan bayi dan anak."
Menulis blog yang berisi isi hati dan pikiran juga memberikan pengalaman suka duka tersendiri. "Sukanya nambah banyak teman dan dapat feedback tentang isi tulisan yang dibuat jadi bisa dapet wawasan baru. Dukanya pernah ada pembaca yang tersinggung dengan tulisan saya dan membuat komentar yang menyerang dan menyudutkan. Tapi saya pikir dalam dunia internet yang tanpa batas hal seperti itu adalah sesuatu yang wajar," ujar Prima yang saat ini mengisi hari dengan menjadi koass di tempatnya menimba ilmu.
"Pengalaman positif: Mengingat profesi dokter merupakan long life study, ngeblog sangat memberikan motivasi bagi saya. Dengan aktifnya saya di blog saya jadi terpacu untuk lebih banyak baca agar dapat menghasilkan tulisan yang bagus. Sedangkan pengalaman negatif:
kadang kalau lagi semangat-semangatnya ngeblog jadi lupa waktu," ujar Irwan.
Ketika ditanya kapankah ada waktu luang untuk mengisi blog, Prima menerangkan, "Internet adalah aktivitas rutin saya sehari-hari. Setiap hari rasanya ada yang kurang kalau tidak online walau cuma sebentar. Tapi tak setiap hari saya posting. Untuk blog curhat, saya hanya menulis apabila ada momen-momen yang menurut saya menarik untuk dituliskan dan berkesan saja. Sedangkan untuk blog stetoskop, agak berbeda. Untuk menulis artikel diblog stetoskop, effortnya lebih keras. Untuk tulisan yang sifatnya ilmiah, saya biasanya harus searching dulu dari berbagai jurnal. Jurnal sumber utama saya British Medical Journal (BMJ) dan New English Journal of Medicine (NEJM). Ini karena info tentang kesehatan harus terjamin kebenarannya dan keakuratannya. Salah satunya dengan mengambil bahan tulisan dari sumber yang pertama dan terpercaya . Untuk tulisan nonilmiah, effortnya tak sebesar untuk tulisan ilmiah. Oleh karena itu, saya hanya pasang target yang ringan saja, dalam 1 bulan minimal saya menulis 1 buah artikel. 1 tulisan 1 bulan, sudah cukup membuat saya puas dan merasa produktif."
"Saya selalu membuka blog dokteranakku.com setiap hari, minimal untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang datang dari pembaca di ruang konsultasi," giliran Irwan kelahiran Pendopo (Sumatra Selatan) 21 Desember 1979 ini memberikan penjelasan. "Waktu yang biasa saya gunakan antara jam 9-10 malam. Saya usahakan untuk membuat posting satu minggu sekali. Pada awal-awal dokteranakku.com saya sanggup memberikan postingan setiap hari, sehingga istri saya sempat protes merasa dimadu oleh komputer."
"Kalau di blog stetoskop, artikel yang paling banyak dikunjungi adalah tentang stem sel. >> Hello World. Selain itu, tulisan lead-nya diambil untuk dijadikan kata pengantar buku pedoman penyelenggaraan pelayanan medis di Indonesia yang dibuat oleh depkes. Ini salah satu pengalaman yang paling berkesan selama saya menulis blog!" jawab Prima ketika ditanya posting di blog yang menarik.
"Artikel favorit saya: Pertumbuhan janin trimester pertama, kedua dan ketiga. Artikel favorit pembaca: Alergi susu," sahut Irwan singkat padat.
Blog jadi sarana untuk membantu masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan mereka? "Iya. Orang-orang bisa dapat informasi kesehatan gratis dari blog. Bahkan ada beberapa blog dokter,blog majalah kesehatan,blog organisasi kesehatan yang menyediakan rubrik konsultasi gratis. Saya sendiri diblog menyediakan ruang khusus untuk konsultasi dan semacamnya (walau baru 1 penanya hehe), tapi ternyata dalam mengelolanya tak mudah. Hambatannya adalah masalah waktu, kadang tak ada waktu menjawab," ujar Prima.
"Ya, saya rasa blog merupakan sarana yang baik untuk membantu masyarakat mengingat pengguna internet di Indonesia sudah semakin banyak dan menjangkau semua golongan. Sehingga kita bisa memberikan pesan-pesan untuk perbaikan. Pada blog saya khususnya untuk kesehatan anak. Pengalaman saya dalam ruang konsultasi, saya dapat memotivasi ibu-ibu untuk memberikan ASI ekslusif dan memberikan pengertian tentang imunisasi, hal ini merupakan bagian dari kampanye Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) untuk kesehatan ibu dan anak," pak dokter ikut menambahkan.
"Saya masuk kedokteran karena cita-cita sejak kecil. Menurut saya pekerjaan dokter adalah pekerjaan yang mulia karena bisa menolong orang lain. Dari segi ilmunya saya tertarik ilmu kedokteran karena cakupannya itu luas sekali, sampai sekarang pun banyak hal yang belum ditemukan. Misalnya tentang obat kanker, HIV kemudian jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan tentang tubuh manusia misalnya mengapa seorang anak indigo sejak kecil sudah jago berbahasa inggris padahal tak pernah diajari sebelumnya, apa saja yang terjadi pada detik-detik menjelang kematian seorang manusia. Semua itu menunjukkan kebesaran tuhan karena telah menciptakan makhluk bernama manusia yang begitu rumitnya. Sepertinya sampai saya tua pun saya tak akan pernah bosan, karena harus terus belajar dan belajar terus," Prima berbagi cerita mengapa memilih fakultas kedokteran.
Sedangkan Pak Dokter memberikan alasan, "Anak-anak merupakan cerminan masa depan bangsa. Saya rasa sangat sulit untuk memperbaiki bangsa jika anak-anaknya tidak sehat. Di samping itu saya sangat senang melihat anak-anak tersenyum."
Menutup wawancara, ada beberapa saran bagi pembaca bz! dalam menjalankan hidup yang sehat:
Dr. Irwan Effendi:
"Untuk para ibu saya sangat mengharapkan Anda memberikan ASI ekslusif kepada anak Anda. Karena ASI adalah hak anak Anda. Di samping ASI menyehatkan ibu dan anak, ASI juga akan menigkatkan IQ anak setinggi 15 poin (penelitian IQ anak yang mendapat ASI dibanding susu formula) sehingga anda akan berjasa untuk mencerdaskan bangsa.
Prima Almazini:
"Selalu hidup teratur. Setiap aktivitas ada saatnya, makan, minum, tidur, ibadah, belajar, refreshing, berinteraksi dengan teman, dll semua ada waktunya masing-masing. Keseimbangan adalah syarat hidup sehat lahir batin."

Komentar (1)
Info yang menarik buat newbie seperi saya
@ October 12, 2008 10:39