dr Didi Kusmarjadi SpOG: Ngeblog bagian dari Long Life Study
Makin banyak orang mengenal blog, makin bertambah pula blogger dengan profesi yang beraneka. Salah satu profesi yang kami angkat kali ini adalah profesi dokter. Dan dr Didi Kusmarjadi SpoG bersedia kami wawancarai untuk mengenal sedikit cerita antara dunia kedokteran dan sebagai blogger.
Berikut hasil wawancara kami:
1. Sejak kapan Anda mulai ngeblog? Apakah alasan utama Anda nge-blog?
Aku mulai nge-blog sejak juni 2008. Masih sangat baru ya. Akses internet bagiku sebelumnya merupakan barang langka karena faktor lokasi tugas yang memang nggak ada fasilitas komunikasi selain radio CB karena dulunya bertugas didaerah sangat terpencil di kepulauan Natuna, sekarang sih sudah ada telepon selule). Yang kedua karena kesibukan mengikuti pendidikan yang menyita waktu dan kehidupan. (3/4 dari waktu pendidikan spesialis dihabiskan di RS, tidur, makan dan tinggal). Belakangan aku lihat banyak residen pendidikan dokter spesialis yang sempat nge-blog, kalau di obgyn bakalan sulit. Tugasnya banyak sekali dan stressnya tinggi.
Nah belakangan setelah selesai pendidikan dokter spesialis baru punya kesempatan dan sarana. Ngeblognya juga masih pakai yang gratisan. Belum dibuat serius. Memang sih ada keinginan buat web pribadi (minta design web ke pro). Jadi sementara pakai yang gratisan aja.
Kenapa aku ngeblog? Tujuan utama ngeblog adalah bagian dari "long life study" agar tetap rajin membaca kembali dan ilmunya tetap segar dan update. Tujuan berikutnya memberikan pencerahan kepada pembaca blog. Memberikan info medis dalam hal ini tentang obgyn dalam bahasa yang mudah dimengerti dan membantu memberikan second opini. Jadi secara umum aku ingin membantu sesama dengan ilmu yang aku punya. Hitung-hitung tabungan untuk akhirat he.. he.. he..
2. Sebagai seorang dokter yang juga blogger, apakah sukar membagi waktu untuk ngeblog? Seberapa sering Anda mengisi blog dalam jangka waktu 1 minggu?
Pertanyaannya kurang spesifik, harusnya sebagai dokter spesialis obgyn...he..he..he bukannya narsis. Bisa dilihat sendiri banyak sekali dokter-dokter umum yang punya blog. Puluhan atau ratusan 'kali jumlahnya? Juga ada aku temukan beberapa rekan spesialis bidang lain yang juga ngeblog. Rekan-rekan dokter umum barang kali punya lebih banyak waktu senggang. Pertanyaan ini memang selalu dilontarkan teman-teman blogger atau ibu-ibu yang melakukan konsultasi online atau via email. Mereka semua umumnya surprise kok ada dokter SpOG yang 'kurang kerjaan'. Semuanya mungkin faktor kebetulan saja. Orang membayangkan SpOG itu sibuknya luar biasa. Kalau aku sih sibuknya biasa-biasa saja. Bertugas di sebuah RS di daerah yang belum ramai pasiennya (RSU Propinsi Kepulauan Riau). Kebetulan lagi di RS ini sudah tersedia wifi. Jadi setiap waktu akses internet dengan mudah bisa didapat. Bermodalkan sebuah Laptop sambil bekerja di poliklinik aku ngeblog. Sudah tentu setelah menyelesaikan tugas-tugas seperti operasi dan kunjungan pasien (visite). Jadi untuk waktu no problem.
Aku ngolah blog setiap hari jika ada waktu. Jumlah blog yang aku kelola sekarang ini ada 9 buah. Tiga dalam bahasa indonesia dan 6 lainnya dalam bahasa Inggeris (buat cari dollar dari google adsense he..he..he..). Bukan kekurangan duit (sudah lebih-lebih kok). Cuma ingin aja merasakan susahnya cari duit lewat blogging. Sedangkan email aku handle dengan perangkat mobile kapan saja dan di mana saja.
3. Bagaimana tanggapan keluarga dan teman se-profesi Anda akan kegiatan ngeblog ini?
Apakah mereka juga tertarik untuk menjadi blogger atau sekedar menjadi pembaca?
Keluarga dukung. Cuma belum ada yang berminat ngeblog seperti ayahnya. Teman-teman seprofesi sebetulnya banyak yang berminat tetapi kendalanya nggak ngerti dengan per-blog-ingan. Jadi mereka memilih hanya jadi pembaca saja.
4. Saya melihat ada tanya jawab juga di beberapa artikel, apakah menurut Pak Dokter, blog dapat membantu komunikasi antara dokter dan pasien? Apakah cukup komunikasi melalui online tanpa ada pertemuan fisik?
Konsultasi yang dilakukan pada umumnya adalah mereka yang mencari second opini atau mencari informasi awal terhadap masalah yang dihadapi. Lalu aku ajukan alternatifnya, selanjutnya mereka yang meneruskannya di dunia nyata. Komunikasi sepertinya cukup berjalan dengan baik karena umumnya mereka puas akan jawaban yang diberikan bisa dengan 1 atau lebih komunikasi.
Dalam mendiagnosis suatu penyakit, anamnesis (dialog dengan pasien) memegang peranan 80%. Sedangkan 20 % sisanya pemeriksaan fisik dan laboratorium hanya sebagai penunjang. Jadi hanya dengan data yang didapat dari klien kita sudah bisa memperkirakan kelainan atau masalahnya.

5. Di bagian depan blog Anda, bagian bawah, ada beberapa tampilan video youtube.com yang isinya berupa informasi. Dunia internet sudah melewati berbagai batasan usia, begitu pula terbukanya inet bagi anak-anak (misalnya usia 7-12 th). Bagaimana tanggapan Pak Dokter apabila ada seorang anak di bawah umur yang melihat cuplikan video ini (misalnya: video episiotmi medial)? Apakah menurut Pak Dokter mereka sudah cukup mengerti akan apa yang mereka lihat? Apakah sudah pernah ada tanggapan negatif akan penampilan video youtube.com tersebut?
Informasi di Internet adalah hal yang sulit dibendung. Ingat upaya pemerintah kita mebendung pornografi internet, kayaknya masih belum efektif. Terutama bagi yang buka internet dari rumahan. Di sinilah peranan orang tua dalam melakukan pengawasan terhadap anak. Sekarang kan sudah tersedia berbagai perangkat lunak untukmembendung konten yang tidak sesuai dengan usia. Di browser-browser yang dipakai sekarang ini juga sudah tersedia fitur untuk membendung konten yang ingin di block.
Wah jangan dikira orang kita nggak ngerti, orang kita sekarang sudah pandai memilah kok yang mana edukasi (ilmu) dan yang mana pornografi. Yang pentingkan niatnya. Sntara art, science dan pornografi sebetulnya beda jauh, tergantung cara memandangnya atau isi otaknya ngeres (dirty) atau nggak.
6. Menurut Pak Dokter, gimana sih perkembangan blog di Indonesia.
Bagaimana tanggapan Pak Dokter tentang Pesta Blogger Indonesia? Tahun ini akan diadakan bulan Oktober 2008. Apakah Pak Dokter tertarik untuk hadir?
Masih tetap terus diperbanyak orang yang melek internet dan masih harus terus diperbanyak jumlah blogger yang ada. Potensinya besar. Sekarang ini saja misalnya untuk adsense google masih belum mau menerima weblog berbahasa Indonesia. Mungkin karena memang pengguna internet kita masih rendah serta pebisnis kita belum banyak yng masang iklannya di Internet. Aku yakin suatu saat anti jika pengguna internet di Indonesia sudah semakin banyak maka hal ini akan terwujud.
Aku sih setuju dan mendukung saja. Apalagi tentunya kegiatan ini tidak melulu hura-hura dan banyak positifnya. Hadir? Mungkin belum lah. Belum banyak kenal dengan blogger-blogger Indonesia. Mungkin kesempatan berikutnya.
Biodata:
- nama : dr DidiKusmarjadi SpOG
- tempat/tgl lahir: TANJUNG PINANG 31 Juli 1970
- hobi : Nonton, Musik, Ngeblog
- pendidikan: Dokter Spesialis Obsteri dan Gineklogi
- keluarga: Isteri : dr. Yevina
anak: Nadya Anisah Putri 14 thm Rayhan Braja 10 tahun. Kaylan Aqila 3 thn
- blog yang sering dikunjungi: blog teman-teman yang ada di blogroll
*** (sa)

Komentar (1)
Semoga semakin banyak para ahli yang mau meluangkan waktu berbagi ilmu untuk kemaslahatan bersama dalam media dunia maya ini, Salam Sukses u/ Dr. Didik & Keluarga.
@ October 23, 2008 13:57