Artikel:

Pengalaman Seru Seputar Kehamilan

Is it boy or girl?

fit

Satu pertanyaan itu yang selalu membuat mom n dad dibuat penasaran selama masa kehamilan. Selain membuat mom excited akan kehadiran calon anggota keluarga baru dirumah, kehamilan juga seringkali membuat dad repot juga. Apalagi kalo sudah menyangkut soal ngidam.

Apa saja sih pengalaman-pengalaman lucu dan yang tak terlupakan selama masa kehamilan? bz!fit edisi Oktober ini telah 'menculik' mom Yana dan calon mom Nana yang akan berbagi kisah-kisah mereka selama mengandung.

Duduk yang manis ya!

Bagaimana perasaan mom, ketika pertama kali mengetahui ada 'sesuatu' yang bernama janin didalam rahim mom?

Yana: Pastinya seneng banget. meski sempet sangsi dan periksa berkali-kali. Dari mulai test pack, tanya ke bidan tentang gejala-gejala yang timbul sampai USG ke dokter kandungan. Baru yakin, setelah meliat janinnya, dan menangis terharu.
Nana: Ketika saya tahu bahwa saya hamil, tentunya saya kaget dan gembira sekali. Rasanya ucapan syukur kepada Allah SWT tidaklah cukup mendapati kenyataan bahwa saya bisa hamil, karena saya merasa Allah baik sekali kepada saya telah mempercayakan sebuah amanah, yaitu seorang anak.

Apa saja yang dilakukan setelah mengetahui kalau mom hamil?

Yana: Makan gak sembarangan. Terus dengerin nasihat dokter dan ortu. Juga rajin baca-baca info tentang kehamilan.
Nana: Setelah mengetahui lewat test pack, saya pun segera merencanakan untuk memeriksakannya ke dokter, agar kehamilan saya jelas benar adanya. Selanjutnya mulai mengumpulkan info sebanyak-banyaknya mengenai apa saja yang baik bagi ibu hamil, mulai soal makanan, minuman dan persiapan-persiapan lainnya. Info-info itu saya dapatkan dari milis kesehatan yang saya ikuti, beli buku tentang ibu hamil dan browsing-browsing dari internet.

Pasti ada dong hal-hal tabu disekitar mom yang dilarang atau yang mesti dilakuin selama mom hamil baik itu oleh orang tua ataupun tradisi masyarakat sekitar, apa saja sih hal-hal tabu tersebut?

Yana: Gak boleh lihat yg aneh-aneh atau serem-serem. Pernah kejadian ada anak kucing kelindas mobil di depan rumah, bangkainya gak boleh dilihat. Harus ngucap istighfar. Terus mesti sabar, gak boleh emosi seperti marah-marah atau sedih-sedih karena nanti kebawa ke psikologis si bayi (Itu yg susah!).
Nana: Sebenarnya banyak yang saya dengar mengenai hal-hal tabu yang berkaitan dengan ibu hamil. Tapi berhubung saya tinggal berdua saja (tidak serumah dengan orang tua ataupun mertua), jadi saya jauh bersikap lebih santai dengan hal-hal tersebut. Dan lagi dari milis kesehatan yang saya ikuti, saya belajar menjadi orang tua yang lebih realistis. Hal-hal tabu yang sering dijadikan tradisi sudah dibahas secara tuntas di milis kesehatan tersebut, dan terbukti tidak benar secara ilmiah. so, saya nggak terlalu khawatir untuk hal-hal tersebut.

Apa yang dirasakan oleh mom, ketika perut mom semakin membesar?

Yana: Berat dan sedih gak bisa tidur tengkurap. Kondisi fisik jadi ekstra bebannya. Gak bisa jalan terlalu lama/jauh. Pasti ngos-ngosan. Berdiri juga gak bisa lama, karena kaki bengkak. Tapi ada perasaan senang karena berarti si janin tumbuh semestinya. Apalagi saat merasakan gerakan-gerakannya, terus responnya saat disentuh atau dibelai. indah banget!
Nana: Saat perut membesar, wow! rasanya semakin takjub karena janin yang ada di dalam perut ini sudah semakin aktif bergerak kesana kesini. Perut saya sering dibuat tidak simetris lagi bentuknya, kadang mencong ke kanan kadang mencong kekiri. Pokoknya lucu liat perut sendiri, jadi membayangkan ngapain aja sih janin yang ada di dalam perut saya ini. Lagi akrobat ato main bola mungkin ya!

Kapan biasanya mom mempersiapkan segala keperluan setelah melahirkan seperti nama anak, perlengkapan bayi dan lain sebagainya?

Yana: Perlengkapan bayi mulai dicicil setelah usia kandungan 7 bulan. Nama anak dicarinya sejak lama. Mencari nama perempuan juga laki-laki. Tapi sampai bayinya lahir malah belum nemu yg cocok. Begitu kharus selamatan aqiqah, baru yakin dikasih nama 'bintang abimanyu'.
Nana: Persiapan untuk melahirkan seperti perlengkapan bayi saya mulai beli setelah masuk usia kandungan 7 bulan. Itu pun nggak langsung saya beli sekaligus. Bertahap. Ya sambil jalan-jalan. Kalo nemu yang lucu, bagus dan sesuai dengan list perlengkapan yang saya ingin beli ya saya beli, kalo lucu tapi tidak sesuai ya saya tahan-tahan buat nggak beli. Kalo untuk nama anak, sebenernya saya sudah suka browsing di internet sejak usia kandungan 8 bulan, persisnya setelah saya tahu pasti jenis kelamin anak saya, tapi kok nggak nemu-nemu. Banyak nama bagus, tapi yang sreg buat saya dan suami ternyata susah juga. Lagipula nama anak kan do'a, jadi saya dan suami nggak mau sembarangan memilih nama. Dan Alhamdulillah ketika sudah masuk usia 9 bulan akhirnya saya dan suami menemukan juga nama untuk calon anak kami.

Bagaimana reaksi dad ketika mengetahui mom hamil untuk yang pertama kalinya? Apakah dad juga segembira mom?

Yana: Suami mengucap syukur alhamdulillah trus mencium kening. Tapi selanjutnya pusing tujuh keliling menghadapi segala kondisi emosi ibu hamil yg sensitif dan labil.
Nana: Ketika pertama kali tahu, suami saya pun segembira saya. Testpack pertama yang saya tunjukkan ke suami, dipandangi terus sambil senyum-senyum. Nggak itu saja, suami meminta saya mengulangi tes lewat testpack keesokan harinya, tapi kali ini harus bersama-sama. Dan esoknya saya mengetes lewat testpack pagi2 sekali didampingi oleh suami saya. Dan memandangi garis merah yang bergerak pelan-pelan menjadi dua di testpack tersebut sambil terus tersenyum dan mengucap syukur alhamdulillah.

Apa saja sih yang suka dad lakuin untuk membantu mom di masa kehamilan?

Yana: Mijitin kaki dan punggung, baik diminta atau gak. Pegel-pegel bisa hilang, sambil cerita perkembangan janin. Selain itu, kalau ada waktu dan bisa ijin dari kantornya, biasanya nganterin periksa kandungan rutin ke dokter.
Nana: Sebetulnya kehamilan pertama ini menurut saya tidak begitu rewel. Saya tidak mengalami mual-mual seperti ibu-ibu kebanyakan, saya juga nggak merasa mengalami ngidam yang berlebihan. Yang saya sulit alami adalah meminum susu hamil. Itu saja. Dan jadilah dari awal kehamilan sampe sekarang suami saya membuatkan susu untuk saya. Dan yang paling suami bantu lakukan adalah mensupport saya dalam hal mental untuk menghadapi persalinan nanti, mesti kuat dan sabar katanya.

Selama hamil, pernah gak sih mom ngidam yang macem-macem sampai membuat dad repot?

Yana: Alhamdulillah gak aneh dan macam-macam. Mandiri malah. Kalau ingin makan sesuatu, lebih seneng nyari dan beli sendiri. Yang bikin repot suami, ya itu, sering ngambek, bete atau nangis untuk hal-hal yg sepele. Inginnya pulang ke ortu terus. Males di rumah.
Nana: Karena saya nggak mengalami ngidam yang sangat, jadi sepertinya seingat saya selama hamil ini saya nggak ngidam yang aneh-aneh deh! Apalagi bikin suami musti nyari-nyari makanan macam-macam sampai malam, misalnya. So far, ya hamilnya nggak nyusahin siapa-siapa.

Kisah-kisah para mom diatas sungguh penuh suka dan duka. Bersama-sama, mom dan dad, bahu membahu dalam menjaga calon bayi mereka agar tetap sehat sebagaimana mestinya. Seru bukan? Mari berbagi, supaya wanita yang belum menikah atau calon mom bisa belajar banyak dari pengalaman-pengalaman mom. Bagaimana dengan Anda?


*** (@rien)

Image from here

Posted on October 10, 2008 4:00 AM |

Komentar (1)

YNa:

hehe.. jadi maluw. tapi syeneng kok, masih bisa nungul di bz! :D. ga peke foto ya? *narsis*

Tulis komentar anda

(Komentar akan melalui proses moderasi.)



 Lainnya: